Wisata Ke Kawasan Taman Nasional Berbak


Jambi, Berita21.com - Untuk kamu yang berjiwa petualang (adventure), tentunya dapat menguji adrenalin kamu dengan menyusuri beragam keindahan alam dan lokasi obyek pariwisata yang ada di dalam kawasan Taman Nasional Berbak ini.

Kawasan Taman Nasional Berbak, merupakan kawasan lahan basah yang dianggap memiliki pengaruh secara global, sehingga keberadaannya perlu memperoleh perlindungan dunia internasional, demikian disampaikan oleh Nukman, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Balai Taman Nasional Berbak kepada berita21.com ketika ditemui diruang kerjanya, Rabu siang (01/08/2012) di Jalan Yos Sudarso Kilometer 4, Kelurahan Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi.

Diantara lokasi-lokasi yang layak untuk dikunjungi ke dalam kawasan ‘Amazone-nya Jambi’ ini, diungkapkan Nukman, adalah sebagai berikut :

1. Situs Pemakaman Raja Jambi

Situs yang begitu sangat terkenal dari Kerajaan Melayu Jambi yakni Rangkayo Hitam. Disini, anda dapat melihat komplek pemakaman seorang tokoh besar Jambi, yaitu Rangkayo Hitam, yakni putra Datuk Paduka Berhala, Raja dari Kerajaan Melayu Jambi. Situs ini, berada di daerah penyangga Taman Nasional Berbak. Tepatnya di Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi.

2. Air Hitam Dalam.

Kegiatan-kegiatan wisata yang anda dapat lakukan di lokasi ini, diantaranya berkemah, memancing, berperahu menyusuri sungai, dan melakukan pengamatan jenis satwa langka yang dilindungi. Disamping wilayah Air Hitam Dalam kaya akan sumber daya alamnya. Namun belum seluruhnya terindentifikasi. Bagi peneliti seperti anda, sangat pas untuk mengunjungi ke lokasi ini. Selain karena kawasan ini, benar-benar layak dan cocok bagi para peneliti untuk melakukan penelitian sekaligus menguji rasa penasaran anda, sekaligus tantangan bagi anda khususnya peneliti.

3. Air Hitam Laut.

Kegiatan yang bisa anda lakukan di dalam kawasan ini, antara lain mempelajari budaya masyarakat setempat, melalui peninggalan-peninggalan sejarah di Museum Mini. Museum Mini ini, terletak di dalam Komplek Pondok Pesantren Wali Pitu. Kemudian bagi anda yang gila adventure, bisa juga melakukan kegiatan-kegiatan wisata lainnya, seperti memancing, berperahu, menyusuri sungai serta melakukan pengamatan flora dan satwa-satwa langka yang dilindungi. Wilayah Air Hitam Laut ini, sering kali dijadikan obyek lokasi penelitian oleh peneliti lokal, maupun peneliti dari manca Negara.

4. Pantai Cemara.

Sesuai dengan namanya, pantai ini banyak sekali ditumbuhi oleh Pohon Cemara Laut (Casuarina Junghuniana). Pantai Cemara ini, sedikit berlumpur, dan merupakan salah satu tempat persinggahan Burung-burung Migran, yakni ribuan Burung Air yang bermigrasi dari Benua Utara menuju Benua Selatan. Biasanya, setiap Oktober sampai dengan Maret, ribuan Burung-burung Air tersebut, yang berada di sekitar kawasan Pantai Cemara ini, untuk tinggal sementara waktu, dan mencari makan. Karena di tempat asalnya, sudah memasuki musim dingin.

5. Pulau Berhala.

Pulau ini telah menjadi masalah atas sengketa kepemilikan antara dua provinsi bertetangga, yaitu antara Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Jambi yang berujung pada digelarnya ke sidang Mahkamah Konstitusi di Jakarta, dan sekarang Pulau Berhala tersebut, dalam posisi ‘Status Quo’ belum bisa dimiliki oleh keduanya, baik oleh Pemerintah daerah Provinsi kepulauan Riau atau pun Pemerintahan Provinsi Jambi karena masih menunggu putusan dari Mahkamah Konstitusi untuk menetapkan terkait sahnya kepemilikan Pulau Berhala ini. Pulau Berhala, terletak di sebelah Timur Laut, Kecamatan Nipah Panjang. Pulau Berhala memiliki keindahan yang begitu sangat luar biasa. Pasir putih dan gugusan batu-batu karang yang tersusun sedemikian rupa menambah kemolekan pulau ini. selain keindahan alamnya, Palau Berhala juga, menyimpan banyak sejarah bagi masyarakat Melayu Jambi. Di pulau inilah, sempat menjadi benteng pertahanan Tentara Jepang saat Perang Dunia Kedua, dan di dalam pulau ini juga bersemayam jasad Raja Melayu Jambi yang pertama, Datuk Paduka Berhala.

Sumber: Berita21.com

Afrizal/B21

 

About these ads