Langkah (Cepat) Menuju Perdamaian Rektorat dan Yayasan Usakti


Pembukaan

Semenjak Tahun 2002 awal konflik ini dimulai paska terpilihnya Prof Thoby Mutis sebagai Rektor yang kala itu disepakati oleh senat , pun dengan yayasan Trisakti . Perjalanan langkah sampai dengan saat ini sudah sekitar 9 Tahun lebih hampir mendekati usia dari perjalanan reformasi 12 mei yang sampai saat ini juga belum terungkap . Saat itu banyak perjalanan langkah terdengar mulai dari pembekuan dana abadi yang berada di Bank BNI cab Usakti Grogol , penyerangan kampus oleh preman pada media 2002-2003 yang di dorong oleh Yayasan , hingga prosesi hukum yang dmulai dari PN jakbar banding dan terus hingga kasasi MA . Pada fase tersebut yang keputusannya  belum final tentu saja tarik menarik kekuatan dan kondisional kampus sudah berlangsung dan terjadi . Meskipun begitu kesepahaman mahasiswa dan alumni adalah bagaimana agar mahasiswa tetap netral dan tak ingin terganggu maupun campur tangan dalam upaya – upaya mediasi dll . Tak terdengar pula isu mengenai Trisakti menjadi kampus Negeri dalam fase perjalanan menuju  9 tahun ini . Plus  upaya menjadikan kampus ini sebagai kampus negeri  .

Yang ada adalah keduabelah pihak saling perang dingin dan pihak mahasiswapun terkesan cuek dan dingin lebih kepada bagaimana menguatkan student government dan bagaimana BEM membangun jaringan internal maupun eksternal . Karena kebetulan fase tersebut kamipun masih dalam status mengenyam pendidikan sebagai mahasiswa strata satu di Usakti sehingga sedikit banyak hafal dan mengetahui apa yang terjadi . Beberapa kali selentingan terdengar di pertengahan tahun tersebut adanya pergantian ketua yayasan trisakti , upaya memediasi  kedua belah pihak pada zaman Ketua Yayasan Indra Setiawan plus dimotori oleh Ketua MASTRI ( Masyarakat Trisakti ), Setya Novanto  yang merupakan pengejawantahan MM Usakti dengan format penggabungan antara alumni , kelompok mahasiswa/BEM Formal / Struktural dan pihak karyawan . Sampai kemudian adanya penandatanganan damai yang berujung kepada pergantian ketua Yayasan Indra Setiawan karena dianggap tidak berkoordinasi di internal yayasan dalam melakukan prosesi damai . Lama kemudian waktu berjalan tak terdengar kembali prosesi ini , masing2 kembali focus pada urusan internal . Usakti fokus kepada pendidikan dan Yayasan berkonsentrasi terhadap Sekolah Tinggi yang masih dalam koordinasi yayasan yakni STIE Trisakti , STMT Trisakti , STPT trisakti dan STMA Trisakti .

Dibeberapa waktu terdengar pula mengenai menangnya pemegang hak logo trisakti di pengadilan maupun berita berita yang kembali sayup sayup . Intinya upaya menuju perdamaian tak terdengar dan hilang kembali  . Entah penyebabnya adalah pembiaran dalam hal pemeliharaan konflik ataupun memang karena kesibukan seluruh komponen masing masing dalam rutinitas dan fokus area . Ketua IKAUSAKTI dan Ketua IKASAKTI sampai dengan perjalanan ketika itu dijabat oleh satu orang yakni Ir. Wahyudi yang merupakan mantan Direktur PT Badak , Gas dan mantan alumni teknik mesin usakti . Dalam perjalanan di awal 2011 kemudian IKAUSAKTI melakukan Kongres dan memilih Ir.Sugihono sebagai Ketua Umum dan Didi Mukrianto sebagai Sekjen . Sebuah babak baru dan harapan baru bagi oganisasi kealumnian serta sekaligus menyiratkan harapan baru dalam prosesi perdamaian bagi Universitas dan Yayasan , mengingat keduanya adalah orang berpengaruh di eksternal kampus dalam bidang politik yang digeluti oleh keduanya . Ketuanya adalah Anggota DPR RI dari PKS dan Sekjen adalah Salah satu ketua di DPP Partai Demokrat saat ini .

Di Awal  Desember 2010 sudah terdengar berita di salah satu media online besar di Indonesia yang mengatakan bahwa telah ada keputusan hukum yang keluar dari Mahkamah Agung yang menyatakan bahwa secara “incracht” Status hukum Usakti dimenangkan oleh Yayasan Trisakti . Ditambah kondisi geopolitik yang ada adalah bahwa Badan Hukum Pendidikan dibatalkan oleh MK yang selama ini juga bergaung di dalam kampus Universitas Trisakti dengan mengedepankan konsep BHP . Dua kondisi ini yang menyebabkan pergulatan posisi dan pemikiran serta pertajaman diskusi di internal kampus baik di lingkungan dosen , karyawan , alumni senat maupun organisasi kemahasiswaan di internal Universitas Trisakti Jakarta mengenai status Usakti tersebut  . Setidaknya kajian kajian secara hukum dan sejarah mengenai hal ini sudah akrab dalam pembahasan meskipun masih belum secara menyeluruh . Yang jelas banyak yang memberikan data dan fakta  mengenai turunnya jumlah mahasiswa diakibatkan oleh adanya konflik kampus swasta yang berada di ujung jalan kiya tapa ini .

Pandangan Mengenai Sosok Prof. Thobby Mutis

Dalam beberapa kali paska terpilih sebagai petinggi di BEM Usakti dan beberapakali bertatap muka , berjumpa secara pikiran dan jiwa dengan sosok Pak Thoby , Kami khususnya selalu mendapatkan kesan positif . Beliau adalah sosok kebapakan yang memberikan pengayoman dan jauh dari kesan sebagai sosok yang keras maupun individu yang berambisi . Beliau lebh dikenal sebagai sosok bapak Koperasi Indonesia versi anak anak usakti , karena konsep dan gagasannya yang mengemuka mengenai  perlunya  berfikir mengenai ekonomi kerakyatan , ekonomi global dan masa depan SDM usakti . Kami sudah  seperti anak dan bapak dalam konteks berdiskusi dan bertukar gagasan . Perhatian beliau di dalam dunia kemahasiswaan sudah tidak perlu diragukan lagi plus komitmen mengenai gagasan pluralism , gagasan kebangsaan , ke Indonesiaan dan berdiskusi mengenai penuntasan kasus 12 mei plus perhatian akan kesejahteraan keluarga korban 12 mei Usakti .

Selain itu beliau adalah sosok yang mau mendengar , perduli terhadap karyawan , perduli  kesejahteraan dan selalu perduli terhadap penuntasan hukum 12 mei , HAM dan tidak lupa kepada kaum miskin dan anak anak jalanan . Banyak hal sudah dilakukan olehnya yang pernah saya ketahui dalam membawa usakti dalam babak sejarah baru  sebagai bagian dari visi – misi beliau dan pengabdian hidupnya .

Berangkat dari hal tersebutlah saya dan kawan – kawan yang hari ini merupakan mantan petinggi di BEM Usakti  senantiasa menaruh rasa hormat kepada beliau yang sudah menancapkan garis dan memberikan bukti dan contoh kepeduliannya . Kami sangat yakin bahwa konsep beliau mengenai Tegaknya Hukum dan HAM akan terus kami juga tegakkan dalam nilai nilai kehidupan bermasyarakat yang ada . Kami sangat yakin bahwa Prof Thoby memiliki jiwa kenegarawanan , jiwa besar seorang pemimpin yang pasti sangat perduli akan masa depan Universitas Trisakti . Karena kami sangat yakin sosok prof Thoby adalah sosok yang damai dan jauh dari kesan “premanisme”  dan mempertahankan kekuasaan di dunia pendidikan ini secara berlebihan . Tokh berbicara mengenai rotasi dan regenerasi adalah sesuatu yang mutlak sangat pasti di dunia ini dan tidak mungkin selamanya di pegang oleh individu .

Hal inilah yang kemudian menjadi catatan tersendiri bagi kondisi karyawan , dosen dan pihak lain yang sangat dimengerti  dalam hal konflik perdebatan mengenai pengelolaan kampus Usakti . Akan sangat menjadi pertanyaan besar bagi semua kalangan , apakah ketika hukum di tegakkan di Usakti dan kemudian yayasan menjadi pengelola , kondisi semua muanya tersebut akan tetap berjalan ? Akankan perhatian yang besar di dunia kemahasiswaan juga senantiasa diberikan oleh pihak yayasan dalam perhatiannya menjadikan pimpinan organisasi mahasiswa sebagai individu yang harus dipintarkan dan diberikan perhatian lebih ? ataukah keresahan di level dosen dan karyawan bahwa mereka akan terjadi peningkatan kesejahteraan ? Dan masih banyak pertanyaan pertanyaan lain yang tersimpan karena sudah sangat menjadi kebiasaan di Indonesia ketika nyaman dalam sebuah kepemimpinan akan terus dipertahankan . Namun sekali lagi bahwa sesuatu itu tidak ada yang abadi pun dengan konteks statute , aturan dan regulasi dari sistem dunia pendidikan yang lebih luas tentu saja mengatur dan membatasi masa jabatan , dalam  hal ini juga adalah soal regenerasi kepemimpinan dan kemunculan darah baru sebagai pemimpin  Universitas Trisakti Jakarta . Seingat kami juga , banyak hal sudah ditorehkan oleh Prof Thoby  dalam perjalanan prosesi di Usakti dan di Masyarakat  . Sangat yakin kami bahwa Prof Thobi adalah insan individu yang sangat mengutamakan diskusi dan bertolak belakang dari sikap sikap penuh kekerasan mengingat bahwa beliau adalah sosok deklarator Hari Anti Kekerasan di Indonesia yang pernah digaungkan di Republik Indonesia dalam kaitan peringatan 12 mei dan 20 Mei di Indonesia .

Kami sangat berharap bahwa dalam tinta perjalanan sejarah dunia academia yang dijalankan oleh  Prof Thoby akan senantiasa berpegang teguh terhadap nilai nilai ke-trisaktian dan tidak akan membiarkan akhir dari catatan perjalanannya dengan sebuah sikap yang jauh dari kesan pendidik dan seorang bapak  yang senantiasa mengajarkan bagaimana agar mahasiswa trisakti yang notabene berasal dari kelompok masyarakat  level mengah ke atas , sesekali juga menengok ke bawah dan perduli dengan apa yang terjadi dengan masyarakat umum sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi . Kami sangat percaya itu

Pengelolaan Kampus

Berangkat dari beberapa catatan di atas tersebut kiranya Yayasan juga bisa memberikan sebuah jaminan dalam kaitan pengelolaan kampus di Universitas Trisakti . Sehingga adanya rasa kepercayaan di public di masyarakat mahasiswa Usakti , Segenap dosen dan karyawan dan juga mahasiswa bahwa harapan harapan yang ada itu tidak hilang dan sirna , plus sangat diharapkan bahwa dalam melakukan pengelolaan dimaksimalkan untuk perbaikan fasilitas akademis , buku , high speed internet , tekbologi , laboratorium , pembangunan gedung maupun hal hal lain seperti kesejahteraan , SDM yang berkualitas bagi mahasiswa serta lain lain seperti penguatan dalam hal membuka jaringan ke dunia pendidikan internasional untuk mempersiapkan SDM berkualitas sebagai kampus swasta yang memiliki nilai idiologis dan ke-trisaktian .

Sangat diharapkan adanya pernyataan yang melegakan mahasiswa , dosen dan karyawan tanpa yayasan melihat secara hitam putih bahwa keputusan hukum mutlak sudah menang . Sehingga semuanya diharapkan mampu membuat iklim yang kondusif di dalam Usakti untuk berdamai berbicara mengenai masa depan ataupun mengenang masa lalu dari setiap individu yang ada . Semua alumni yang sudah selesai mendapatkan pengajaran sangat berharap adanya perdamaian dan pihak pihak yang mendorong untuk bertemunya ke dua belah pihak dan bersalaman . Karena bagi kami , kalian semua adalah senior senior kami juga , kalian adalah pendahulu , kalian adalah pendidik yang senantiasa akan memberikan contoh , memberikan kepedulian kepada alumni yang lebih muda maupun kepada mahasiswa yang berjumlah ribuan di usakti . Sangat kami yakini ini adalah proses pendewaasaan paska  peristiwa besar 12 mei 98 Usakti . Adalah sesuatu yang perlu disadari bagi kedua belah pihak pengelola ini adalah nilai nilai kepahlawanan 12 mei tersebut jangan juga terkotori oleh sikap sikap yang jauh dari nilai akademis dan pendidikan . Setiap Langkah berkonflik pasti akan membuat kerugian dan menjadi contoh tidak baik bagi peserta didik yang menurut saya hanya memiliki kewajiban belajar dan menjadi pintar di Usakti . Bukan menjadi tameng kepentingan salah stu pihak , kecuali adalah me-mediasikan kepentingan kedua belah pihak yang belum juga ketemu . Apabila selesai konflik ini sangat kami yakini bahwa babak baru sejarah perjalanan dunia pendidikan di Universitas Trisakti akan semakin baik dan alumni akan semakin perduli akan semakin membantu bagi Usakti bahu membahu bagi visi ke depan 2050 sebagai kampus terbaik di Indonesia dan kampus yang berhasil mencetak SDM SDM berpotensi yang siap disumbangkan untuk kalangan professional , kalangan bisnis , kalangan pemerintahan , menjadi pemain di kancah globalsasi secara positif ataupun menjadi orang yang sudah pasti berguna dan bermanfaat di masyarakat .

Melakukan Pemetaan Internal Kampus

Kondisi hari ini yang terjadi di dalam dunia civitas Universitas Trisakti adalah Rektorat , Yayasan , Kelompok Karyawan , Alumni dan Mahasiswa . Elemen terbesar adalah elemen Mahasiwa  yang ada saat ini adalah terwakili oleh  9 BEM Fakultas berikut 20 Ketua Himpunan Jurusan Plus Presiden Mahasiswa dan Kongres MM Usakti solid menyatakan diri sebagai kelompok 100% Netral yang tidak berpihak ke dalam entitas berkonflik manapun .  Meskipun bisa dibilang Mahasiswa saat ini adalah entitas terbesar dan juga  bisa dikatakan sebagai stake holder terbesar di Usakti yang akan menentukan arah dan keberlangsungan prosesi perdamaian di Usakti . Entitas mahasiswa ini pula yang masih sangat bisa dipercaya sebagai arus besar pemegang kendali dari semua kepercayaan yang ada saat ini . Karena sebagai kampus swasta yang tidak mendapatkan subsidi dari Pemerintah tentu saja logikanya,  mahasiswa sangat ingin pembiayaan pendidikan yang selama ini dikeluarkan akan  dikelola dengan baik untuk sebuah kebutuhan besar yakni fasilitas dan kebutuhan pembangunan gedung maupun pembangunan saran dan prasarana yang sudah mutlak ada saat ini baik dalam hal teknologi maupun tenaga pengajar yang mumpuni . Entitas mahasiswa yang berada dalam level mengeah ke atas ini juga sangat dipercaya sebagai kelompok netral yang jauh dari kesan memiliki kepentingan , kecuali kepentingan pragmatis bahwa kasus ini cepat selesai dan mereka malas berada dalam sebuah ruang yang terhimpit arus kepentingan yang faktanya cenderung merugikan mereka .

Sangat mereka sadari bahwa pembayaran pengacara , tim kuasa hukum , pendekatan ke tokoh tokoh dan pendekatan ke aparatur hukum maupun sosialisasi dari tim hukum di media , dll adalah menggunakan dana dari uang mahasiswa , karena dari mana lagi ada dana yang bisa digunakan kalau bukan dari dana mahasiwa ? Karena kita tahu bahwa dunia pendidikan selalu diisi oleh tanaga pengajar dan bukan pengusaha . Dengan semakin berlarutnya kasus dan dihitung sudah hamper 10 tahunan kasus ini berjalan berapa banyak pengeluaran dan betapa irinya mahasiswa dan kami para alumni muda tentunya melihat ke samping kiri ada sebuah kampus swasta lain yang bangunannya megah di tambah memiliki rumah sakit besar ? Sangat saya yakini bahwa arus mahasiswa adalah entitas yang sangat penting dan paling penting dari semua yang ada . Keterwakilan aspirasi dalam structural BEM maupun Senat Parlemen dan Kongres serta Kepresma Usakti adalah wujud yang harusnya di dengar oleh pemerintah ataupun otoritas pendidikan dan otoritas aparatur negara . Ketika kenyamanan berorganisasi dan kenyamanan menerima prosesi belajar dan mengajar terganggu sebagai akibat dari adanya konflik , maka pemerintah diharapkan segera memberikan ketegasan solusi bagi terselesaikannya konflik yang ada saat ini . Semua pihak pemerintahan yang terlibat sangat bertanggung jawab seperti Mendiknas RI , Institusi Hukum MA , Pengadilan Negeri Jakbar , Kepolisian , YLKI , DLL mereka ini yang seharusnya berkoordinasi menentukan apa dan bagaimana dari pertanggung jawaban produk produk dan keputusan hukum dan institusi yang mereka keluarkan . Apapun itu ketidak tegasan pemerintah adalah sebuah kegagalan apabila masih juga melakukan pembiaran konflik di Usakti yang berujung pada kerugian besar mahasiswa usakti .

Entitas lain adalah karyawan dan dosen usakti merupakan entitas yang sangat bergantung masa depan perekonomiannya dalam kaitan kesejahteraan , jaminan pendidikan maupun sertifikasi pendidikan tambahan dll . Entitas ini seharusnya cenderung mengutamakan seluruhnya kepentingan bagi kepentingan mahasiswa di atas kepentingan siapapun yang terlibat konflik . Karena mereka yang menjadi tenaga pengajar dan pendidik seharusnyalah juga menjadi katalisator apabila ada permasalahan yang ada di internal dan tidak menutup mata dari kondisi yang ada . sebagai entitas yang dipekerjakan dan dibayar seara professional sangat diharapkan konsistensi mereka sebagai tenaga pendidik dalam memberikan contoh dan memberikan komitmennya .

Entitas Alumni yang ada saat ini di Usakti adalah IKASAKTI , IKAUSAKTI dan MASYARAKAT TRISAKTI sangat diharapkan independensinya serta komitmen mendukung upaya upaya perdamaian dan mencari titik temu . Peran serta alumni sebagai senior yang memiliki akses network di dunia luar seharusnyalah memberikan kontribusi ke dalam , ke universitas ke mahasiswa dengan nilai nilai positif yang mensupport kepentingan di internal dunia pendidikan . Peranan alumni yang merupakan pergeseran paska menjadi entitas mahasiswa mutlak diperlukan sebagai bridging sebagai jembatan ke dua belah pihak bertemu dan menjamin bagi seluas luasnya kenyamanan kondusifitas di dalam Usakti plus membuat komunikasi ke Yayasan Trisakti .

Entitas terakhir adalah entitas yang saat ini dalam kondisi yang bertikai yakni entitas rektorat dan entitas yayasan . Bagi yang tidak berkeinginan terlibat di dalam entitas ini yakni pihak luar entitas ini senantiasa mengingatkan kepada kedua belah pihak bahwasanya dalam awalannya kalian adalah berteman , bersaudara berada dalam rahim yang sama . Kalau ujung ujungnya kedua belah pihak dianggap status quo dan berupaya masing masing mempertahankan ego , sekiranya harapan dan juga aspirasi mahasisw ataupun alumni untuk berdamai bisa sesegera mungkin diwujudkan  . Pilihan entitas yang diberikan kewenangan untuk memediasi ini bisa dari  mahasiswa , alumni ataupun pemerintah . Ataupun bisa saja  disarankan kedua pihak ini mencari siapa yang dipercaya untuk menjadi mediator perdamaian . Karena dalam arus yang ada dibawah saat ini apapun itu dalam waktu yang sesingkat singkatnya dorongan selesainya kasus ini akan terus menjadi bola salju besar bila tidak ingin di cap sebagai pengkhianat proses perdamaian ataupun sebagai kelompok yang ingin mempertahankan kekuasaan untuk mencari keuntungan dari konflik yang ada sehingga cenderung kedua pihak mengeluarkan biaya dari konflik yang ada dan bisa jadi tidak bisa dipertanggung jawabkan pengeluarannya  . Tentu saja tanpa menduga duga potensi tersebut sangat mungkin ada .

Untuk itulah bila bisa diberikan kesimpulan dari beberapa potensi dasar diatas adalah berikut langkah langkah yang bisa menjadi solusi perdamaian sebagai masukan adalah :

  1. Pihak pihak yang berseteru sangat dianjurkan cooling down dan secara  jernih menggunakan akal sehat dan nurani serta  tidak memanaskan kondisi kepada semua entitas civitas akademika yang ada di Usakti .
  2. Kepada Pihak Pihak yang dibayar secara professional oleh kedua belah baik pihak Yayasan maupun Rektorat , disarankan untuk tidak banyak memanaskan kondisi namun lebih mengutamakan  melakukan komunikasi untuk proses memediasi mengajak entitas lain seperti alumni maupun mahasiswa secara kekeluargaan . Karena yang digunakan untuk membayar adalah dana dari sebesar besar mahasiswa .
  3. Kepada Pihak Yayasan yang memiliki keyakinan memenangkan Hukum di Tingkat tertinggi di MA , agar melakukan pendekatan lain secara lebih baik , bijak dan santun serta juga menyetujui langkah langkah perdamaian sebagai pijakan dan keperdulian bagi institusi pendidikan di Usakti .
  4. Kepada Pihak Rektorat sebagai otoritas pengelola yang masih memimpin di Usakti juga dapat menerima ide perdamaian dan mengutamakan diskusi dan nilai inteletual serta akademis dalam mengutamakan penyelesaian secara kekeluargaan .
  5. Mendorong kedua belah pihak berpikir lebih dalam lagi memikirkan masa depan dunia pendidikan di Universitas Trisakti secara komprehensif tanpa menjadikan mahasiswa,dosen maupun karyawan  sebagai tameng maupun sebagai objek dari kasus yang ada .
  6. Kepada pihak yang mendukung salah satu pihak berkonflik disarankan juga untuk lebih jernih dalam bersikap , serta lebih mengutamakan mencari titik temu untuk tidak dikatakan sebagai pihak yang lebih ingin memperlambat kasus dan memperlambat perdamaian. Jangan menggunakan cara cara yang tidak santun , tidak akademis dan saling mengingatkan satu sama lain untuk duduk bersama secara kekeluargaan .
  7. Mengapresiasi langkah solid organisasi kemahasiswaan Usakti yang ada dengan tetap berpegang teguh berada dalam garda terdepan untuk berbuat semaksimal mungkin dalam upaya mendamaikan kedua pihak serta  mempertemukan alumni alumni di usakti seperti IKAUSAKTI , IKASAKTI dan MASTRI dalam rangka mendorong perdamaian konflik yang ada . Adapun dalam melihat rangkaian kondisi yang ada dorongan restrukturisasi Rektorat dan Yayasan sebagai bagian dari perdamaian adalah sesuatu yang mutlak disuarakan oleh organisasi internal Usakti .
  8. Mendorong kepada pemerintah untuk segera mengambil alih penyelesaian konflik yang ada di Universitas Trisakti Jakarta dalam hal penetapan status , penetapan status hukum maupun mediator perdamaian apabila pihak alumni maupun pihak ke tiga gagal dalam melakukan perdamaian dan mempertemukan . Dorongan kepada penetapan status adalah apakah usakti adalah kampus yang pengelolaannya disahkan ke rektorat atau yayasan ? opsi lain juga memerlukan statemen pemerintah dalam kaitan adanya gagasan mengenai Trisakti adalah milik negara dan menjadi negeri , pemerintah perlu menetapkan secara tegas jelas dan gambling bahwa Usakti adalah negeri atau swasta ? Sangat diperlukan adanya fatwa Mendiknas maupun Permen/Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI mengenai kejelasan status apakah Negeri atau swasta (Bilamana Mendiknas  memang melihat Usakti sebagai kampus swasta yang unik ) ? Keragu raguan pemerintah akan sangat berakibat fatal mengingat adanya keputusan lain di MA yang juga sudah memenangkan Yayasan Trisakti .
  9. Pada saat otoritas resmi pemerintah mengumumkan status dari Usakti bilaman menjadi negeri , besar harapan kami adalah segera pemerintah campur tangan dalam pengelolaan termasuk dorongan kepada BPK , KPK dan PPATK untuk melakukan audit investigasi terhadap asset dan keuangan yang ada di dalam tubuh pengelolaan Usakti seperti Rektorat dan Yayasan Trisakti . Meskipun sangat disadari gagasan Trisakti sebagai kampus negeri masih berada di dalam proses diskusi dan abstrak serta  disadari sebagai  angin yang bertiup segar namun hanya terasa sesaat .

Kami sangat menyadari bahwa perdamaian adalah sesuatu yang juga masih menjadi imajinasi dan berupa bayangan karena belum dengan maksimal atau bahkan bisa jadi akan dipaksa oleh entitas mahasiswa dengan gelombang besar dalam mewujudkan langkah perdamaian bila terus menerus buntu  . Namun hal ini menjadi catatan penting bagi kita sekalian bahwa niatan besar dari semua dorongan yang saat ini ada adalah memmiliki niatan baik bagi sesegera mungkin kasus ini selesai . Pragmatisme arus akan mengikuti menjadi bola salju bila mana ada entitas yang menjamin terselesaikannya kasus ini dengan cepat tepat dan sesegera mungkin . Semua konflik ini  akan menjadi momok bagi silaturahmi kita , bagi diskusi masa depan , bagi terciptanya gagasan intelektual yang lahir di kampus sebagai laboratorium . Karena sebelum diaplikasikan ke masyarakat , SDM SDM calon pemimpin bangsa seharus lahir di sebuah tempat akademis yakni kampus ,  yang mana sering kita dengar adanya syair syair perdamaian , syair perjuangan membela kebenaran , gagasan cemerlang teknologi dll . Semoga Trisakti senantiasa mendapatkan rahmat dan berkat dari Tuhan Yang maha Kuasa . Amien .

Oleh : Akmal B.Y ( * )

Penulis adalah :

Akmal Budi Yulianto , ST ( Mahasiswa Proggram Pasca Sarjana S2- Usakti , Vc.Presiden Mahasiswa BEM Usakti 2003 – 2004, Wasekjen IKA USAKTI periode 2011-2016 serta Professional IT )

Contact : aby.indonesia@gmail.com HP : 08999324134

Iklan