Zumi Zola: Oknum Pegawai Nakal Akan Ditindak


Zumi Zola menegaskan, bagi pegawai negeri sipil yang tidak disiplin akan diambil tindakan. Sikap itu bukan karena dia tega terhadap bawahan, melainkan karena sebagai bupati, dia juga harus mengapresiasi PNS yang disiplinnya baik.

Namun demikian, Zumi Zola mengungkapkan, hingga saat ini belum ada laporan tentang ketidakdisiplinan PNS di mejanya. Karena itu dia berharap jangan sampai ada PNS yang dilaporkan melanggar disiplin. Apalagi pelanggaran berat. Karena jika hal itu terjadi, untuk pertama kali, tentu akan diingatnya hingga lima tahun kedepan.

Zola mengingatkan bahwa posisi setiap PNS merupakan amanat masyarakat.

‘’Bahkan saya, wakil bupati, Sekda dan Ketua DPRD ini bisa ditempat masing – masing karena amanat masyarakat. Jadi tolong kita sadari itu sepenuh hati,’’ katanya.

Zola menyayangkan, saat sidak kemarin, Jumat (20/5) di gedung kantor bersama, ada PNS yang kedapatan alpa. Bahkan atasannya tidak tahu yang bersangkutan kemana, kejadian seperti ini hendaknya bisa dihindari. Minimal jika berhalangan ada kabar kepada atasan masing – masing.

Bagi PNS yang mangkir, dipastikan Zola akan dievaluasi. ‘’Kalau tidak saya evaluasi, saya salah,’’ujarnya.

Mengenai tindakan yang akan diambil Zumi Zola pada PNS yang tidak disiplin, menurutnya mungkin untuk sementara perlu penyegaran saja. Misalnya, soal tempat tugas yang mungkin belum pas dan belum sesuai dengan bakat atau keahlian PNS tersebut. Kadang – kadang, kata Zola, seseorang menjadi malas dan tidak produktif saat ditempatkan di posisi yang salah.

Karena itu, dia akan mengkaji potensi masing – masing PNS yang didapati kurang produktif dan akan mencari solusinya.

Salah satunya dengan memindahkan PNS itu ke tempat yang lebih tepat. Jika di kabupaten PNS itu kurang serius bekerja, mungkin akan dicoba dipindahkan ke kecamatan.

Di kecamatan, jelas Zola, beban tugas PNS lebih besar pada pelayanan langsung kepada masyarakat. Dengan demikian dia optimis PNS yang dipindahkan ke kecamatan lebih leluasa mengekspresikan diri sehingga lebih kreatif.

‘’Apalagi di kecamatan yang mengawasi bukan hanya camatnya saja namun juga masyarakat setempat,’’bebernya.

Kepala Bagian Humas, Hadi Firdaus, menambahkan, mulai Senin (23/5), apel pagi sore kembali diberlakukan di Sekretariat Daerah.

Hal ini untuk memastikan pegawai Setda masih menjaga kedisiplinan dengan baik.

‘’Sekretariat Daerah itu contoh bagi SKPD lainnya.l Apel pagi sore juga diberlakukan di SKPD lain,’’kata Hadi Firdaus.

Sementara itu, Supriyanto, salah seorang PNS Setda, mengaku tidak keberatan dengan pemberlakuan apel pagi sore.

Bagi Supriyanto, sudah menjadi kewajiban seorang PNS untuk disiplin dan datang serta pulang kantor sesuai jam kerja.

‘’Malah kita juga harus patuh jika diperintahkan lembur,’’Ungkapnya.

Tompul/Wel/B21