Zumi Zola, Berharap Pasar Induk Tidak Menimbulkan Konflik


Pembangunan pasar induk Tanjung Jabung Timur diperkirakan selesai akhir November tahun ini. Diharapkan, pasar yang berlokasi di perbatasan kelurahan Talangbabat dan Paritculum I, itu dapat menyatukan semua pasar tradisional yang ada di sekitarnya.

Dengan adanya pasar induk, praktis pasar Kamis di Talangbabat, pasar Sabtu di paritculum dan pasar Selasa di Pelabi bisa ditarik ke pasar induk ini. Dengan demikian, pasar induk yang direncanakan beroperasi setiap hari bisa memudahkan masyarakat. Bahkan, untuk menyuplai kebutuhan pasar – pasar lain yang tersebar di setiap kecamatan bisa dari pasar induk. Para pedagang pun tidak perlu lagi berpindah – pindah karena bisa menetap di pasar induk.

Namun demikian, kehadiran pasar induk hendaknya tidak menimbulkan konflik. Apalagi, beberapa pasar tradisional yang ada saat ini dikelola langsung masyarakat. Jangan sampai ada kesan pemerintah memaksa pedagang untuk pindah ke pasar induk.

Hal ini ditegaskan bupati Tanjung Jabung Timur, Zumi Zola, kepada jajarannya saat meninjau pembangunan pasar induk, Selasa (24/5) kemarin. Dikatakan Zola, sudah bukan jamannya pemerintah bertindak agresif untuk memindahkan pedagang. Yang harus dilakukan adalah bagaimana agar pasar induk menjadi lebih menarik bagi para pedagang untuk berjualan. ‘’Tentunya kenyamanan dan keamanan para pedagang menjadi sesuatu yang mutlak,’’kata bupati.

Sejumlah pasar tradisional mingguan yang ada di Tanjabtim dikelola oleh swasta. Para pedagang membayar sewa lapak pasar kepada pengelola, sedangkan untuk retribusi pasar dan retribusi kebersihan, para pedagang itu juga membayar kepada pemerintah melalui petugas retribusi.

Saat berkunjung ke pasar Pelabi Kecamatan Kota Baru, Selasa (24/5) bupati Zumi Zola mengatakan soal retribusi ada ketentuan dan tarifnya sesuai Peraturan Daerah.

‘’Ada hak dan kewajiban yang harus dijalankan bukan hanya oleh pemerintah saja namun juga oleh pedagang tentunya,’’ujar bupati.

Tompul/wel/B21
Iklan