Forum RT Kota Jambi Surati ke Menteri ESDM dan Pertamina Pusat


Mencermati fenomena paska penyaluran konversi gas dari minyak tanah ke Tabung Gas LPG ukuran 3 kilogram, yang saat ini masih berlangsung di seluruh wilayah Kota Jambi, ternyata menyisakan masalah.

Pasalnya masih ada sebagian warga yang takut untuk menggunakannya karena takut terjadi ledakan pada tabung gas tersebut sehingga pihak Forum RT (Forum Silaturrahmi Rukun Tetangga) Kota Jambi membuat Posko ‘Crisis Center’ untuk menampung berbagai keluhan dan pengaduan dari seluruh masyarakat terkait pelaksanaan program konversi gas di Kota Jambi ini sehingga segala masalah yang dihadapi warga sekarang ini, dapat teratasi dan dicarikan jalan keluarnya agar pelaksanaan program konversi gas tersebut dapat dilaksanakan lebih optimal, demikian penilaian yang disampaikan oleh Ketua Umum Forum RT Kota Jambi, Mardjani, melalui Sekretaris Jendral Forum RT Kota Jambi, Anas Bafadhal kepada media ini, Selasa siang (31/05/2011) di Kantor Sekretariat Forum RT Kota Jambi di Jalan Raden Mattaher, Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, yang sementara ini disulap menjadi Posko Pengaduan ’Crisis Center’ Konversi Gas 3 KG-Forum RT Kota Jambi.

Dikatakan Anas Bafadhal, dari hasil monitoring sementara yang dilakukan pihaknya, masih ada sebagian warga yang menerima Tabung Gas LPG 3 kilogram tersebut dilanda kecemasan takut meledak, saat akan menggunakannya.

Sehingga pihaknya, masih oleh Anas, berinisiatif melaporkan kepada pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, dan Vice President Gas Domestik PT. Pertamina (Persero), melalui surat berkop Forum RT Kota Jambi, dengan Nomor.09/B/FS.RT/Kt.Jbi/V/2011, bersifat penting, tertanggal 2 Mei 2011, perihal permasalahan Konversi Gas 3 kilogram di Kota Jambi.

“Warga masih ada yang takut-takut, menggunakan Tabung Gas ukuran 3 kilo itu, sampai saat ini. Karena melihat perkembangan yang ada saat ini, maka Kita membuat laporan perihal permasalahan Konversi Gas 3 kilo kepada pihak Kementerian ESDM RI, dan Vice President Gas Domestik PT. Pertamina (Persero) di Jakarta,” sebutnya.

Adapun isi surat tersebut, yang berhasil diperoleh berita21.com, yakni; berkenaan dengan Program Pemerintah Pusat tentang Konversi Minyak Tanah ke Gas, pada prinsipnya Forum RT Kota Jambi mendukung. Akan tetapi, menurut Forum RT, di dalam pelaksanaannya justru program tersebut tidak berjalan dengan baik dan benar.

Apa yang menjadi penyebabnya, masih di dalam surat laporannya kepada Kementerian ESDM RI, dan Vice President Gas Domestik PT. Pertamina (Persero) tersebut, Forum RT Kota Jambi mengungkapkan ada beberapa hal dalam alasannya, yaitu sosialisasi tidak merata dan hanya sebagian kecil masyarakat, kondisi kompor gas yang tidak laik pakai (komponen di dalam dari bahan seng tipis berdampak gampang terbakar, serta selang maupun regulator yang tidak standar), dan tidak pernah dilakukan demplot (diperagakan secara fisik) dalam penggunaannya dengan masyarakat pemakai, paparnya dalam penjelasannya di dalam surat laporan tersebut.

Kemudian, disinggung juga di dalam surat laporannya, pihak Forum RT Kota Jambi sangat menyayangkan program konversi gas ini belum berjalan sebagaimana mestinya sebab sebagian besar masyarakat masih belum ada yang menggunakan Tabung Gas LPG ukuran 3 kilogram yang telah diberikan tersebut.

Selanjutnya, menyikapi lebih lanjut perkembangan tersebut demi keselamatan, ketenangan, dan kenyamanan masyarakat pengguna konversi gas ini, pihak Forum RT Kota Jambi meminta dengan tegas kepada pihak terkait, dalam hal ini kepada pihak pemerintah menolak seluruh paket merek yang sudah diberikan kepada masyarakat kemudian segera mengganti paket yang layak digunakan oleh masyarakat di Kota Jambi.

Sementara itu kepada pihak Pemerintah Provinsi Jambi maupun  Pemerintah Kota Jambi, Forum RT memohon segera pihak konsultan untuk mensosialisasikan sampai ke seluruh tingkat RT (Rukun Tetangga) se-Kota Jambi, melalui ‘door to door’ sehingga tidak ada lagi masalah yang dihadapi masyarakat di Kota Jambi, saat ini, paparnya.

Afrizal/B21