Pontren Gontor 12 Tanjabtim Mulai Terima Santri


Pondok Modern Darussalam Gontor 12 yang berada di Muarasabak Barat Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, pada tahun ajaran baru ini sudah mulai menerima santri. Meski memberikan syarat penerimaan yang selektif, namun pihak pondok yang berpusat di Gontor, Ponorogo Jawa Timur, itu tetap memberikan kemudahan – kemudahan.

Penerimaan santri baru dimulai dari tanggal 10 Juni hingga 10 Juli 2011. Langsung di Pondok Modern Gontor 12 yang beralamat di Kelurahan Parit Culum I, Muarasabak Barat. Calon santri baru yang ingin masuk program regular dengan masa belajar enam tahun diwajibkan minimal memiliki ijazah SD atau Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sedangkan calon santri untuk program intensif dengan masa belajar empat tahun minimal harus berijazah SLTP atau Tsanawiyah. Calon santri baru juga akan ditest mengerjakan ibadah, membaca al Quran, menulis dan membaca ejaan arab serta psycotest. Gontor 12 juga tidak mengadakan ujian masuk ulangan atau susulan.

Adapun biaya yang akan dikenakan bagi calon santri Gontor 12 ini adalah sekitar Rp 2,5 juta. Biaya tersebut merupakan untuk keperluan setahun yang mencakup uang kertas, langganan majalah internal, sewa lemari dan tempat tidur, iuran bulanan, iuran makan, iuran organisasi, sumbangan pembangunan hingga uang kesehatan selama setahun. ‘’Uang pendaftaran juga sudah termasuk di situ,’’kata Zaki, pengurus Sekretariat Gontor 12, Selasa (7/6) di Muarasabak.

Menurut Zaki, Gontor 12 hanya menerima santri putra. Seluruh program pendidikan yang direncanakan di Gontor 12 sepenunya mengacu pada pondok modern Darussalam Gontor pusat, yaitu Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI). KMI merupakan program pendidikan yang megutamakan pembentukan kepribadian dan sikap mental. Juga penamanan ilmu pengetahun Islam. ‘’Seperti apapun orangnya, lulusan Gontor dijamin mampu mengajar,’’kata Zaki menggaransi.

Kurikulum di Gontor 12 meliputi Bahasa Arab dan Inggris, Studi Islam, Kependidikan dan Keguruan, Ilmu Pasti, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahun Sosial dan Keindonesiaan. Guru yang akan mengajar di Gontor 12 Tanjabtim merupakan tamatan KMI dan Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor. Para guru dijamin senantiasa aktif selama 24 jam baik di dalam maupun di luar kelas.

Sejak awal belajar di Gontor 12, para santri akan diperkenalkan dan dilibatkan secara aktif dalam berbagai kegiatan ekstra kurikuler. Misalnya kepramukaan, latihan pidato dalam tiga bahasa (Arab,Inggris dan Indonesia). Mereka juga akan dilatih Muhadatsah yang merupakan percakapan sehari – harei dalam bahasa Inggris dan Arab. Juga ada bermacam kursus keterampilan seni dan olahraga.

Soal status, pondok modern Darussalam Gontor tidak perlu diragukan. Nama besar Gontor yang sudah mendunia tantu patut menjadi jaminan bagi para orang tua yang ingin anaknya sukses di masa depan. Apalagi, pondok modern Darussalam Gontor juga diakui oleh lembaga – lembaga pendidikan di luar negeri. Misalnya pengakuan dari University of Punjab (Lahore,Pakistan), disamakan dengan SMA di Arab Saudi, persamaan oleh Universitas Al Azhar Mesir, serta disamakan dengan SMP dan SMA tanah air dengan keputusan Mendiknas.

Bupati Tanjung Jabung Timur Zumi Zola Zulkifli menyambut baik mulainya operasional Gontor 12. Keberadaan pondok modern sekelas Gontor, menurut Zumi Zola sangat besar artinya bagi masyarakat Tanjab Timur. Ini mengingat cukup banyak warga Tanjabtim yang selama ini mengirimkan anak – anak mereka ke ponpes – ponpes yang ada di luar Tanjabtim. ‘’Dengan kehadiran Gontor 12 ini tentu memberikan sumbangsih bagi percepatan pembangunan sumberdaya manusia yang sedang kita galakkan,’’kata bupati.

Gontor 12 dibangun di atas tanah seluas sepuluh hektar, wakaf dari Bupati Tanjung Jabung Timur. Pembangunannya dimulai pada tangal 9 November 2010.

Wel/Tompul/B21
Iklan