Batalkan Kenaikan Biaya Pendidikan di Universitas Airlangga !


Sampai sekarang, para pejabat Struktural Unair masih tetap bersikukuh untuk menaikan biaya pendidikan Unair untuk mahasiswa baru 2011, dalam bentuk berupa penarikan Sumbangan Pembangunan dan Pengembangan Pendidikan (SP3) atau Uang Gudang mulai dari jutaan hingga Ratusan Juta. Hal ini terbaca saat FAM Unair pada hari selasa 7 juni mengadakan dialog dan Rabu 8 Juni dalam aksi simbolik Tari Kecak mengusir Setan Neolib, Pejabat Unair masih bungkam seribu bahasa. Bahkan ketika kami menanyakan transparansi anggaran untuk membuktikan kebenaran defisit keuangan yang di alami oleh Unair, para pejabat Unair tetap terus berkelit ke sana kemari dan tidak mau menjawabnya.

Kondisi tersebut sedikit banyak semakin menunjukan bagaimana watak birokrasi Unair, yang selalu mengambangkan sebuah persoalan dan tanpa malu mengumbar janji-janji manis, walaupun tanpa ada realisasinya. Inilah yang mendasari pandangan dan keyakinan FAM Unair bahwa kenaikan biaya pendidikan (SP3) ini sudah jelas hanya akan menyengsarakan rakyat. Bagi kami, skema lama maupu skema baru SP3 yang oleh pejabat unair di iklankan besar-besaran wujud unair pro-poor, sama-sama tidak menyelesaikan masalah dan seharusnya dibatalkan saja.

Berdasar gambaran kondisi itulah, kami kemudian mengadakan Aksi ludrukan sebagai simbol penolakan dan tuntutan pembatalan kenaikan SP3 dengan judul “Gonjang-ganjing bumi Unair”. Ludrukan yang kami lakukan ini, bisa di katakan tidak sebagus para pemain professional ludruk, apalagi di sini kami hanya berlatih satu hari saja dan juga mengalami keterbatasan alat musiknya. Sehingga dengan terpaksa kami pun merubah pakem musik pengiringnya, yang mana biasanya campursarian kami merubahnya dengan dangdutan.

Aksi simbolik ludrukan ini kami lakukan dengan tujuan menyindir sikap dan tindakan birokrasi Unair selama ini, yang selalu mengundang tawa dan membuat geleng-geleng mahasiswa serta rakyat Indonesia. Seperti misalnya, ketika mereka mengklaim Unair defisit anggaran, namun ternyata mereka malah mengeluarkan dana besar-besaran untuk mengiklankan skema baru SP3. Apalagi sikap bungkam para pejabat struktural Unair yang tidak mau membuka transparansi anggaranya, tentunya akan memancing gelak tawa rakyat Indonesia.

Oleh karena itulah, dalam aksi ludrukan ini kami dari Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga juga menyatakan sikap:

1.         Menuntut Rektor Unair untuk segera membatalkan kebijakan kenaikan biaya pendidikan mahasiswa baru 2011 karena kebijakan itu jelas hanya menyengsarakan rakyat.

2.         Menuntut Rektor Unair segera membuka transparansi keangan unair untuk membuktikan kebenaran dari klaim defisit keuangan yang sedang di alami Unair.

3.         Menyerukan kepada segenap dosen,pekerja dan mahasiswa unair untuk bergerak membatalkan kenaikan biaya kuliah dan mengembalikan Unair menjadi kampus rakyat lagi.

4.         Hancurkan Neoliberalisme (penjajahan gaya baru) dalam dunia pendidikan karena terbukti hanya memicu kenaikan biaya pendidikan di kampus yang telah di privatisasi.

Demikian pernyataan sikap yang kami sampaikan. Atas perhatian kawan-kawan media sekalian, kami ucapkan terima kasih.

Humas FAM Unair/Berita21
Iklan