Inilah, Cuplikan Teks Pidato Keprihatinan Ketua Umum Forum RT Kota Jambi Terkait Pelaksanaan Konversi Gas 3 Kilo di Kota


Berikut ini, adalah kutipan teks pidato sambutan yang dibacakan oleh Ketua Umum Forum RT, atau Forum Silaturahmi Rukun Tetangga Kota Jambi, Drs. Ec. H. Mardjani, MM, di acara Dialog Terbuka, dengan thema; “Problematika Masyarakat Pasca Konversi Minyak Tanah ke Tabung Gas LPG 3 Kilogram”, Rabu siang (15/06/2011), pukul 14.30 di Gedung BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita), Pasar, Kota Jambi terkait pelaksanaan program konversi Tabung Gas LPG 3 Kilogram di Kota Jambi.

Yang terhormat;

Bapak Walikota atau yang mewakili;

Bapak/ibu Kepala Dinas & Biro, dalam lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi;

Bapak/ibu kepala dinas, kabag dalam lingkungan Pemerintah Kota Jambi;

Bapak/ibu Camat dan Lurah dalam lingkungan Pemerintah Kota Jambi;

Bapak Narasumber;

Bapak/ibu Forum RT Kelurahan se-Kota Jambi;

Bapak/ibu Ketua RT, hadirin para undangan yang berbahagia;

Assalamualaikum Wr.Wb.

Puji Syukur, marilah kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas berkatnya kita dapat berkumpul dalam rangka acara Dialog Terbuka ini, tidak luput pula salam dan salawat atas junjungan Nabi Besar Muhammad SAW. Semoga kita semua mendapat syafaat di akhir kemudian. Amin Ya Robbal Alamin.

Bapak Walikota, dan hadirin yang kami hormati,

Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan kami selaku Ketua Umum Forum RT Kota Jambi, untuk mengambil inisiatif dalam dialog terbuka, hal ini tak lain wujud kepedulian kami untuk memfasilitasi dan mediasi dari banyaknya masukan dari berbagai pihak, khususnya kalangan Ketua RT yang notebene adalah anggota kami, ini berkenaan dengan program pemerintah tentang konversi gas 3 Kg yang saat ini sedang berjalan khususnya di Kota Jambi.

Patut disadari bahwa kebijakan pemerintah tentang konversi ini telah menjadi pro  kontra di masyarakat, ini wajar terjadi, pertama, kebijakan ini tentu memerlukan proses tidak mudah dan waktu cukup lama terutama dalam merubah budaya masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan minyak tanah untuk beralih ke LPG. Hal ini dikarenakan penggunaan minyak tanah bagi masyarakat dinilai lebih mudah dan lebih aman dari pada menggunakan LPG; Kedua, implementasi program konversi ini merupakan penghematan anggaran negara melalui pengurangan beban subsidi BBM terutama dalam konteks penyediaan Minyak Tanah Bersubsidi (MTB). Di lain pihak bagi masyarakat yang tinggal di daerah/desa terpencil dan terisolir yang aktivitas kehidupannya sangat tergantung pada minyak tanah untuk penerangan dan untuk usaha-usaha tertentu seperti transportasi air, nelayan dan lain-lain perlu mendapat perhatian tersendiri, agar pelaksanaan konversi ini tidak menimbulkan gejolak sosial di tengah masyarakat;

Hadirin yang berbahagia,

Maka pada kesempatan yang berbahagia ini, kami Forum RT Kota Jambi pada prinsipnya mendukung atas kebijakan pemerintah ini dengan catatan; pertama, harga minyak tanah agar tidak serta merta menaikkan seratus persen. Sebagai pertimbangan masyarakat kita khususnya pengguna minyak tanah kalangan menengah ke bawah belum siap untuk dihilang subsidi tersebut, maka alangkah bijaksananya pemerintah untuk memberlaku subsidi dengan langkah melalui tahap bertahap, tidak drastis 100 persen sehingga masyarakat kita tidak terkaget-kaget. Hal ini diberlakukan sebagaimana dengan minyak premium (bensin). Lain sisi secara ekonomi masyarakat pengguna minyak tanah yang akan beralih sebagai pengguna gas 3 Kg sebagian besar adalah masyarakat ekonomi ke bawah, in mengantisipasi beban berat masyarakat memasuki bulan suci Ramadhan awal Agustus ini, harga-harga barang pokok mulai merangkak naik.

Saudara-saudara hadirin sekalian,

Dalam kesempatan yang baik ini, kami perlu menegaskan kembali bahwa dialog terbuka ini, adalah bagian untuk mencari solusi, paling tidak mendapat gambaran kejelasan, ini penting untuk kami sampaikan, sebagai organisasi yang terfokus untuk memproteksi anggotanya khususnya para Ketua RT, yang hari ini dan kedepan yang langsung berhadapan dengan warganya khususnya pengguna gas 3 Kg ini. Dan untuk diketahui bersama, kalangan masyarakat di Kota Jambi paket Tabung Gas 3 Kg ini, belum begitu banyak yang menggunakan dengan berbagai alasan, salah satunya trauma takut meledak tabung tersebut. Kedua, masih banyak komponen dari paket tersebut tidak laik pakai. Dan ini menjadi pemikiran kami, apakah pemerintah kita melalui Konsultan Distribusi memberi kompor tersebut sudah melalui standar yang benar khususnya kompor yang berlogo SNI. Sangat beda dengan kompor berlogo SNI yang dijual dipasar-pasar. Dilain sisi ketika sosialisasi kompor yang diperagakan tidak sama dengan kompor yang diberikan dan masyarakat tidak diberi penjelasan standar kompor yang laik pakai. Maka pada kesempatan ini, mudah-mudahan dialog ini kita semua mendapat penjelasan yang lebih komprehensif.

Hadirin yang berbahagia,

Kita mengharapkan program pemerintah ini dapat berjalan sebagaimana diharapkan, maka penting pihak pemerintah untuk memberikan pemahaman mengenai tujuan program penghematan BBM Bersubsidi ini, melalui sosialisasi secara terus menerus, diharapkan masyarakat dapat merubah pola hidup yang selama ini menggantungkan pada minyak tanah sebagai energi sehari-hari akan beralih menggunakan LPG. Mengingat bahwa program konversi minyak tanah ke LPG, pada dasarnya merupakan restrukturisasi pemenuhan kebutuhan energi masyarakat dan penerima subsidi transisi (tabung gas LPG 3 Kg beserta aksesorisnya), maka dialog ini merupakan rangkaian kami untuk membantu pihak pemerintah dalam pengawasan program ini ke depan.

Hadirin yang berbahagia,

Demikianlah beberapa hal yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini, selamat melaksanakan dialog terbuka ini, dengan harapan semoga pertemuan ini dapat dimanfaatkan. Dan kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan kalangan semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu atas pertisipasi dengan terselenggaranya kegiatan ini.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Afrizal/B21

Iklan