Kenaikan Biaya Pendidikan Menyengsarakan Rakyat !


Kawan-kawan sekalian, mungkin dalam beberapa bulan ini kita semua sudah banyak mengetahui tentang kasus Kenaikan Biaya Sumbangan Peningkatan dan Pengembangan Pendidikan (SP3) dengan dalih Unair mengalami “DEFISIT KEUANGAN”.

Setelah beberapa kali aksi yang di lakukan oleh berbagai elemen mahasiswa, pejabat Unair pun mengeluarkan skema baru biaya yang menurut mereka lebih pro pada keluarga miskin.

Bahasa bombastisnya, Unair sekarang telah berbaik hati karena menggratiskan biaya pendidikan bagi keluarga miskin.

Namun demikian, menurut kami persoalan itu masihlah belum selesai. Bukan maksud kami memang senang berbuat onar dan kekacauan seperti banyak orang mengira selama ini, tapi kami memang memandang skema baru itu sarat dengan kebohongan.

Bahwa klaim Unair menggrastiskan biaya, kami berpendapat sumbernya sesungguhnya bukan dari subsidi silang dari hasil kenaikan biaya, melainkan dari beasiswa bidik misi yang sumbernya dari APBN negara dan sisanya dari berbagai perusahaan yang berkerjasama dengan Unair.

Terus bagaimana dengan nasib ribuan mahasiswa unair baik itu jalur SNMPTN dan Mandiri (PMDK) yang tidak mendapat beasiswa ? Pastinya mereka akan terjerat dan terbebani dengan kenaikan biaya SP3 Unair tersebut. Hal ini juga semakin di perparah dengan klaim defisit keuangan dari pejabat Unair, yang selama ini juga tidak ada transparansinya. Mereka selalu berkelit dan menutup diri ketika kami menanyakanya. DIAM SERIBU BAHASA BERLINDUNG DI BALIK KUKUHNYA TEMBOK KEKUASAAN YANG MEREKA MILIKI.

Hal itulah yang kemudian mendasari kami mengadakan Pagelaran Seni Budaya dalam rangka mengkampanyekan Gerakan Gotong serta Penggalangan Dana Gotong Royong untuk Unair. Gerakan ini merupakan aksi simbolis untuk menyindir pejabat struktural unair yang menggunakan klaim defisit keuangan sebagai legitimasi mengambil jalan pintas menaikan biaya pendidikan. Walaupun sesungguhnya pernyataan DEFISIT KEUANGAN itu sendiri belum terbukti kebenaranya, karena hingga detik ini transparansi dari anggaran Unair masih gelap dan kabur.

Pagelaran seni budaya ini kami sendiri adakan pada kamis sore 16 Juni 2011 di Tandon Herman-Bimo (Pertigaan Fisip dan FIB Unair). Pemilihan tempat ini sendiri juga merupakan simbol mengambil semangat perjuangan dua kawan mahasiswa Unair Herman Hendrawan dan Bimo Petrus, yang di hilangkan oleh Rezim Orde Baru tahun 1998. Hal itu sekaligus untuk melawan usaha pelupaan terhadap sejarah Unair yang penuh cerita perjuangan rakyat, karena kampus Unair merupakan hasil nasionalisasi dua lembaga pendidikan Kolonial NIAS dan STOVIT. Pagelaran ini sendiri di isi dengan acara Dangdutan, Musikalisasi Puisi, Instrumental Biola , Ludrukan dengan judul ” Berbarengan Gagas Masa Depane Unair” dan di tutup dengan menyayikan bersama-bersama Lagu Perjuangan Nasional. Ludrukan inovasi dengan di iringi dengan dangdutan ini menggambarkan kondisi saat ini yang biayanya semakin mahal dan para pejabat Unair masih saja bungkam seribu bahasa tidak mau membuka transparansi anggarannya dan memilih jalan pintas menaikan biaya pendidikan dengan klaim alasan defisit anggaran.

Maka itulah, dalam Panggung Seni Budaya ini kami juga menyatakan sikap :

1. Batalkan Kenaikan Biaya Pendidikan di Unair karena sampai sekarang tidak jelas transparansi mengenai anggaran Universitas Airlangga. Bilamana klaim defisit anggaran itu memang benar adanya, sebenarnya masih banyak solusi-solusi alternatif yang bisa di lakukan selain jalan pintas menaikan biaya pendidikan mahasiswa baru.

2. Menyerukan kepada dosen, mahasiswa dan para pekerja Unair untuk melakukan aksi simbolis bergotong royong melakukan penggalangan dana, sebagai simbol penolakan terhadap kenaikan biaya pendidikan Unair !

3. Mengingatkan kepada pihak birokrasi Unair agar tidak melupakan sejarah dan tujuan berdirinya Universitas Airlangga pada tahun 1954 sebagai kampusnya rakyat, dengan cara tidak menaikkan biaya pendidikan yang jelas mengyengsarakan dan memberatkan rakyat!

Demikian pernyataan sikap yang kami sampaikan. Atas Perhatian dan Kerjasamanya kawan-kawan media, kami mengucapkan banyak terima kasih..

Surabaya, 16 Juni 2011

Hormat Kami Humas Aliansi

Albertus Beny              Mahasiswa Farmasi                           085732584042

Vinosha Wahyu           Mahasiswa Ilmu Hukum                      08563463626

Humas Aliansi/Berita21