Janji Kampanye, Hanya Isapan Jempol


Masyarakat Kabupaten Tanjung Barat merasa dibohongi oleh janji-janji  bupati terpilih sekarang “ H. Usman Ermulan” . Semua janji yang diucapkan saat kampanye dulu hanya isapan jempol belaka.Sebagai contoh janji yang katanya dalam seratus hari jalan menuju Kecamatan Pengabuan akan diperbaiki, namun hingga kini empat bulan sesudah ia menjabat tak pernah terealisasi. Belum  lagi janjinya yang lain, yang pada saat kampanye sangat menggugah hati nurani masyarakat dan membuat masyarakat mendukungnya hingga ia terpilih menjadi orang nomor satu di Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini.

“Janji saat kampanye dulu hanya sebagai pemanis lidah tidak lebih dari itu, tidak ada realisasinya, yang katanya mengedepankan perubahan, juga belum dirasakan masyarakat Tanjab Barat hungga kini. Tidak beda seperti pemerintahan dikabupaten ini sebelumnya. Masyarakat hanya sebagai alat untuk memenuhi hasrat dan keinginan mereka, bila keinginan sudah tercapai maka masyarakat pun dilupakan,”  Ungkap Kamaruddin sekretaris LSM PPKAD Tanjung Jabung Barat kepada berita21.com, Minggu (25/06/2011)

Dari pantauan kami dilapangan,”kata nurdin, banyak warga miskin yang hidupnya memprihatinkan dan perlu perhatian dari pemerintah daerah khususnya, contoh “Alwi” seorang warga dikecamatan Bram Itam, yang hidup pas-pasan tinggal dirumah hanya beratapkan langit, berdinding kayu yang sudah dimakan usia itu pun hanya sebagian, selama ini tidak pernah ada perhatian pemerintah daerah.

Belum lagi janjinya kepada masyarakat Tanjung Jabung Barat tentang santunan bagi warga yang meninggal dunia, meski terealisasi namun harus melalui proses yang begitu menyulitkan bagi warga, untuk mendapatkan santunan tersebut yang hanya Rp 1.000.000, warga harus mengeluarkan biaya hampir setengahnya yang melalui birokrasi yang berbelit-belit, salah satu contoh,” RT kelurahan Tungkal Harapan yang hendak mengurus santun untuk tiga warga dilingkungannya, karena begitu sulit hingga membatalkan upayanya untuk mendapatkan santunan tersebut.

“Seharusnya pemerintah daerah,”kata nurdin lagi, lebih peduli pada nasib warganya, kabupaten yang mempunyai kekayaan alam yang luar biasa ini, seperti  minyak dan gas bumi, harusnya malu ternyata ada masyrakatnya yang hidup sangat memprihatinkan seperti “Alwi”, Ironis sekali. Alwi salah satu contoh dari beberapa masyrakat lain yang mempunyai nasib serupa. ini menggambarkan betapa pemerintah daerah tidak peduli pada nasib warganya.

“Sementara pemerintah daerah hanya sibuk mengurus kebijakan yang tidak berpihak pada masyarakatnya, hanya   peduli  pada kepentingan pribadi dan kroninya semata,”Tegas Nurdin

 (Tompul/B21)

Iklan