Lima Tahun SMA Muhammadiyah Kepulauan Selayar Tumbuhkan Kepekaan Berkesenian


Pendidikan seni di lingkungan sekolah pada dasarnya diarahkan untuk menumbuhkan kepekaan rasa estetik dan artistic sehingga terbentuk sikap kritis, apresiatif dan reatif pada diri seorang siswa secara menyeluruh.  Sikap ini hanya dimungkinkan tumbuh jika tenaga pengajar terus menerus melakukan proses pembinaan pada diri siswa yang meliputi kegiatan : pengamatan, penilaian, serta penumbuhan rasa memiliki dalam segala aktifitas seni di dalam kelas ataupun di luar ruang kelas.

Pendidikan seni memiliki peranan penting dalam  pengembangan kreatifitas, kepekaan indra,  dan kemampuan berkesenian, melalui pendekatan pembelajaran seni, belajar melalui seni, dan belajar tentang seni itu sendiri. hal serupa mutlak berlaku pada kegiatan pembinaan seni membaca Al Qur’an.

Kepekaan  rasa memahami dalam memainkan nada pada saat melantunkan ayat-ayat suci  Al Qur’an tidaklah kalah pentingnya. Terkait hal tersebut, SMA Muhammadiyah Kabupaten Kepulauan Selayar mulai menumbuh kembangkan kegiatan pembinaan baca tulis Al Qur’an yang diikuti dengan pembinaan musik, paduan suara (vokal) lagu wajib nasional & lagu qasidah, sampai kepada pembinaan puisi serta kegiatan theater.

Ungkapan ini disampaikan guru bidang studi Pendidikan Agama Islam, plus Pembina kesenian SMA Muhammadiyah   Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Jumriana Palaloi dalam perbincangan singkatnya dengan wartawan Tabloid Konstruksi Makassar di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Benteng belum lama ini.

Kegiatan pembinaan seni  telah mulai digencarkan SMA Muhammadiyah Kepulauan Selayar sejak bulan Maret 2011 lalu dengan harapan, “kiranya, siswa-siswi SMA Muhammadiyah dapat lahir bukan hanya sekedar menjadi penikmat, tetapi sedapat mungkin, mereka juga bisa terlahir sebagai perintis tumbuh berkembangnya kegiatan seni bernuansa religius di tengah-tengah keragaman adat istiadat dan etnis masyarakat Bumi Tanadoang”.

Diakuinya, pembinaan kesenian di lingkungan SMA Muhammadiyah Kabupaten Kepulauan Selayar tidak terlepas dari bantuan Pemkab Kepulauan Selayar yang telah banyak memberikan konstribusi dan perhatian extranya pada upaya membangkitkan kembali SMA Muhammadiyah Benteng yang beberapa tahun silam, sempat terlelap dalam tidur panjang yang disertai buaian mimpi indah.

Lebih jauh, wanita yang kesehariannya dikenal sebagai seorang Master Of Ceremony (MC, red) ini menuturkan, bahwa ”kegiatan pembinaan kesenian di lingkungan sekolahnya tidak terlepas dari peran serta Nur Asni Ervina, S.Pdi yang tak pernah mengenal lelah dalam mengabdikan dirinya sebagai seorang guru bidang studi Bahasa Inggris, sekaligus Pembina seni berstatus tenaga honorer yang telah lima tahun menghabiskan waktu senggangnya demi untuk mengharumkan citra perguruan Muhammadiyah Kepulauan Selayar di segala lini kehidupan”.

Nur Asni dalam penuturannya by telefon selular hari Rabu, (9/6) malam, menitipkan harapan besar agar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dapat semaksimal mungkin memperjuangkan pengangkatannya menjadi seorang abdi negara berstatus PNSD. (*)

Laporan : Fadly Sang Journalis

fadly80_sly@yahoo.co.id

Iklan