HPN DAN PERAN MEDIA


Membaca berita di Road to HPN pada media online http://www.infojambi.com, saya tertarik dengan tanggapan Kepala RRI Jambi, Suryono Wasis, saat pertemuan bersama sejumlah pimpinan media di Jambi belum lama ini. Suryono menyarankan agar nantinya panitia bisa melakukan studi banding ke daerah yang pernah sukses melaksanakan HPN atau event nasional lainnya. Menurutnya pula, diperlukan planing, organizing dan controlling. ” Karena eventnya besar dan melibatkan banyak orang, ya fungsi manajemen harus jalan terutama kontrol atau pengawasan,” acap Suryono.

Soal kesuksesan pelaksanaan event nasional, Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada tahun 2008 merupakan tuan rumah Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-15. Bahkan untuk pertama kalinya, Harganas digabung pelaksanaanya dengan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-5. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah Menteri Negara hadir di Muarasabak waktu itu. Bahkan seluruh kepala daerah se Indonesia juga hadir. Jadi menurut saya tidak perlu jauh – jauh untuk mempelajari bagaimana sebuah event nasional bisa sukses. Cukup datang ke Muara Sabak.

Terlintas dalam benak saya, bagaimana sesungguhnya peran yang harus diambil bagi setiap orang yang berkomitmen menyukseskan HPN ini? Jika itu deskjob secara struktural, tentunya nanti akan diatur dalam kepanitiaan.

Namun apakah menyukseskan HPN start  nya hanya setelah panitia terbentuk? Saya kira dari sekarang semua dukungan terhadap HPN itu bisa dilakukan. Misalnya saja peran media massa yang ada di Jambi. Mungkin setiap media massa bisa melakukan setidaknya sosialisasi terhadap rencana adanya HPN di Jambi. Ini penting agar rakyat Jambi secara luas mengetahui rencana tersebut.

Bisa pula misalnya media massa memanfaatkan kerjasamanya dengan para pemilik advertising untuk ikut berperan menyosialisasikan HPN. Sebagaimana saya ketahui, ada beberapa media yang barter iklan dengan advertising. Atau bahkan peran lain yang lebih spesifik. Misalnya bagaimana media massa yang punya banyak wartawan di daerah bisa membantu menginventarisir kebutuhan pembangunan Jambi yang akan diajukan percepatannya kepada Presiden kelak saat Gubernur Jambi menyampaikan pemaparannya.

Inventarisasi yang saya maksud di sini adalah penyampaian kebutuhan suatu daerah secara rill melalui pemberitaan media tersebut

Misalnya media A memberitakan bahwa di daerah x saat ini kondisi pembangunan bidang perkebunannya sangat mendesak untuk diperbaiki, namun keuangan daerah tersebut tidak mungkin bisa mengakomodir hal itu.

Karenanya diperlukan sebuah dorongan supaya pemerintah yang lebih tinggi mengambil sikap. Lalu media B bisa memberitakan kondisi daerah Y yang juga punya potensi besar untuk dikembangkan agar masyarakatnya sejehtera, hanya saja berdasarkan fakta dan kondisi rill, memang sangat membutuhkan waktu lama.

Cerita – cerita tentang kondisi rill yang disuguhkan media – media itu, diharapkan akan menjadi masukan bagi panitia, bagi Gubernur bahkan bagi Presiden. Pada akhirnya HPN bukan hanya sukses dalam pelaksanaannya saja.

Lebih dari itu, HPN sukses memberikan perubahan terutama bagi percepatan pembangunan Provinsi Jambi. Kesuksesan tersebut tentu harus diakui merupakan sumbangan media massa yang ada di Jambi, karena para pimpinannya sedari awal memang berkomitmen menyukseskan HPN.***

Oleh Suhaili