Zumi Zola : Ancaman Terhadap Nasionalisme Kian Merisaukan


Berbagai kondisi yang di alami bangsa Indonesia akhir – akhir ini cukup memprihatinkan. Berbagai ancaman mendera rakyat.

Baik sisi keamanan dengan maraknya aksi terorisme, maupun dari sisi lain yang tak kalah mengganggu. Misalnya soal terusiknya rasa nasionalisme atas beberapa peristiwa yang terjadi belum lama ini. Hal ini bahkan mengancam nasionalisme bangsa.

Yang paling mengkhawatirkan adalah ketika pupusnya nasionalisme itu menghantam generasi muda.  Karena satu dan lain hal, beberapa pemuda terjerumus dalam kesesatan. Terlibat pergaulan bebas, narkoba, atau kekerasan antar geng. Sungguh miris ketika didapati para teroris sudah merekrut pemuda belasan tahun untuk melancarkan aksinya.

‘’Sungguh ancaman terhadap nasionalisme kian merisaukan,’’kata Zumi Zola dalam sambutannya sebagaimana dibacakan Wakil Bupati, Ambo Tang, saat melepas kontingen Tanjabtim yang akan mengikuti Jambore Nasional IX di Sumatera Selatan.

Dalam situasi demikian, pendidikan formal harus diakui belumlah mampu menjadi filter yang efektif. Dibutuhkan complement dan supplement untuk membantu pendidikan formal.

Pramuka yang merupakan kegiatan non formal di luar sekolah dan di luar keluarga, sesungguhnya cukup efektif mengambil peran tersebut.

Karenanya, kegiatan – kegiatan kepramukaan hendaknya mendapat dukukang dari semua pihak. Bukan hanya pemerintah, pihak sekolah, namun juga oleh orangtua dan masyarakat.

Revitalsiasi pramuka sebagaimana dicanangkan oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2006 sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi kaum muda saat ini. Karena itu dibutuhkan pemahaman mendalam terhadap setiap butir – butir revitalisasi pramuka.

Tompul/B21