Regulator Dan Slang Pada Gas Elpiji 3 Kilogram, Tidak layak Pakai


Pembagian jatah tabung Gas elpiji 3 kilogram yang baru-baru dibagikan didaerah kabupaten Tanjung Jabung Barat kurang mendapat respon dari masyarakat, dikarenakan ketakutan warga terjadi ledakan jika menggunakannya.

Elpiji 3 kilogram yang dibagikan pemerintah, terutama  regulator dan slang pada paket kompor dan tabung gas elpiji tiga kg tersebut banyak yang tidak layak pakai, sehingga sering memicu kebocoran gas, dan terjadi ledakan.

Menurut warga penerima elpiji, mereka jadi takut menggunakannya, apa lagi regulator yang tersambung pada selang saat diterima banyak yang terlepas dari dudukannya semula, kami takut meledak, apa lagi pada regulator dan slang tidak terdapat kode SNI nya,’Ungkap warga pada media ini.

Sehingganya  tabung gas banyak menumpuk dirumah ketua RT tidak diambil oleh warga, karena trauma takut terjadi ledakan dan memakan korban dikeluarga mereka, seperti berita yang selama ini mereka dengar, baik dimedia cetak maupun elektronik.

Untuk itu warga berharap kepada pemerintah agar dapat memperhatikan hal ini, dan segera mengganti regulator dan slang yang rusak, serta lebih mengutamakan keselamatan pengguna, dan pemerintah juga perlu memperketat pengawasan agar konsumen jangan sampai dirugikan akibat kecelakaan yang mungkin ditimbulkan oleh buruknya regulator dan slang gas tersebut.

Hendaknya pengawasan juga dilakukan pada tabung gas elpiji yang telah kedaluwarsa, diharapkan pemerintah perlu melibatkan peran akademisi, LSM, dan ormas guna mengawasi pelaksanaan konversi secara melekat agar tidak terjadi penyalahgunaan dan penyimpangan.

 (Tompul/B21)
Iklan