Peringatan “Hari Anti Narkoba Sedunia” di Sosnakertrans Pemprov Jambi Sepi Kegiatan


Hari Anti Narkoba Sedunia, setiap tahun diperingati di seluruh dunia termasuk di seluruh wilayah Republik Indonesia, terutama di Provinsi Jambi khususnya. Bagaimana suasana peringatan tersebut, media ini berkunjung ke salah satu SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi, yaitu Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sosnakertrans) di Jalan A. Thalib, Telanaipura, Kota Jambi.

Namun, justru semangat peringatan kali ini di lingkungan Dinas Sosnakertrans Pempov Jambi tidak begitu membumi, dan sangat sedikit sekali kegiatan yang bisa dilakukan dalam acara anti narkoba internasional pada tahun ini.

Seperti yang diungkapkan Kepala Bidang PRB (Pelayanan Rehabilitasi dan Bimbingan Sosial) pada Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintah Provinsi Jambi, ZPO. Ritoa, saat itu ditemani salah satu stafnya, Inika Feriyaningsih diruang kerjanya, Senin (04/07/2011).

Ritoa mengakui, kegiatan untuk memperingari Hari Anti Narkoba Internasional tahun 2011 di lingkungan kantor tempatnya mengabdi selama ini sebagai Kepala Bidang Pelayanan Rehabilitasi dan Bimbingan Sosial Disosnakertrans Pemprov Jambi, tidak banyak kegiatan yang dilakukan pihaknya namun tetap dilakukan serangkaian acara seremonial pada akhir Juli 2011.

“Ya, terus terang, kegiatan kita untuk peringatan Hari Anti Narkoba Sedunia tidak banyak yang kita lakukan. Tapi, tahun ini, kita tetap lakukan penyuluhan narkoba di berbagai sekolah yang ada di Kota Jambi dengan beragam kegiatan pelatihan rehabilitasi dan bimbingan sosial kepada peserta dari anak-anak remaja sekolah di Kota Jambi,” paparnya.

Ditambahkan Inika Feriyaningsih, diungkapkannya untuk peringatan Hari Anti Narkoba Internasional di Provinsi Jambi, pihaknya mengusung tema “Hidup Sehat Tanpa Narkoba” (Think Health Not Drugs).

Disamping itu, dikatakan Inika, dalam mengisi acara peringatan Hari Anti Narkoba Dunia ini, pihaknya melaksanakan berbagai pelatihan rehabilitasi dan bimbingan sosial bagi 15 orang peserta remaja, yang ada di Kota Jambi.

Saat disinggung oleh media online ini, terkait pelaksanaan kegiatan pemeriksaan urine bagi kalangan remaja pada acara Hari Anti Narkoba Internasional 2011 ini, justru sangat disayangkan oleh Ritoa maupun Inika Feriyaningsih. Dikatakan Ritoa, pelaksanaan kegiatan tersebut tidak bisa terlaksana oleh karena terkendala minimnya anggaran biaya dinas yang ada.

“Pemeriksana urine untuk remaja, tidak kita lakukan pada tahun ini. Sebab kita terkendala dengan dana sehingga tidak bisa kita laksanakan,” sebut Ritoa diamini Inika, ketika itu.

Dijelaskan Inika, menurutnya Kota Jambi, merupakan wilayah yang paling banyak terjadi kasus kejahatan narkoba sehingga pihaknya kerap kali memberikan penyuluhan narkoba kepada kalangan remaja. “Usia 14-20 tahun bagi remaja, merupakan usia yang sangat rentan sekali terhadap bahaya narkoba,” akunya.

Kembali diungkapkan Ritoa, tema peringatan Hari Anti Narkoba Sedunia kali ini, yakni Hidup Sehat Tanpa Narkoba (Think Health Not Drugs), pihaknya akan merencanakan pelaksanaan kegiatan seremonial pada akhir Juli 2011 bagi remaja berprestasi di berbagai sekolah di Kota Jambi. “Mengundang para Pengurus OSIS, masing-masing 2 orang di 15 sekolah yang ada di Kota Jambi,” imbuhnya.

Data Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia

Hasil survey dari BNN (Badan Narkotika Nasional) tahun 2009, menyimpulkan bahwa, prevalensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pelajar dan mahasiswa adalah 4,7 persen, atau sekitar 921.695 orang.

Dari jumlah tersebut, yaitu 61 persen menggunakan narkoba jenis Analgesik, dan 39 persen menggunakan jenis Ganja, Amphetamin, Ekstasi, dan Lem.

Sementara jumlah pecandu narkoba, yang mendapatkan terapis dan rehabilitasi di seluruh Indonesia, (berdasarkan sumber: Buku Jurnal Data P4GN 2010) yakni sebanyak 17.734 orang. Jumlah terbanyak pada usia 20-34 tahun.

Jenis narkoba yang paling banyak digunakan oleh pecandu, yang mendapatkan pelayanan terapis dan rehabilitasi adalah jenis Heroin sebanyak 10.768 orang, pengguna jenis Ganja sebanyak 1.774 orang, jenis Shabu sebanyak 984 orang, dan selebihnya menggunakan Alkohol, MDMA, Amphetamin lain, dan Benzodiazepin.

Disamping itu, Badan Narkotika Nasional dalam rangka menanggulangi permasalahan narkoba, menyebutkan pemberdayaan masyarakat merupakan faktor yang sangat pentingdi dan harus berperan serta di bidang P4GN (Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba).

Pemberdayaan Masyarakat, adalah kegiatan atau program yang dilakukan agar masyarakat tahu, mau, dan mampu untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan yang meliputi kegiatan penguatan masyarakat di bidang politik, sosial budaya dan moral, serta pengembangan aspek pengetahuan, sikap mental dan keterampilan masyarakat secara bertahap dapat bergerak dari kondisi tidak tahu, tidak mau, dan tidak mampu menjadi tahu, mau dan mampu.

Badan Narkotika Nasional/AfrizalB21
Iklan