Kota Christchurch Dilanda 7.500 Gempa


Sepuluh bulan berlalu sejak gempa besar mengguncang kota terbesar kedua Selandia Baru dan lima bulan sejak gempa di Kota Christchurch menelan 181 jiwa. Namun, dunia sudah melupakannya.

Namun, hanya beberapa jam lalu gempa susulan kembali mengagetkan warga Christchurch saat malam hari.

“Saya berhenti bernapas. Seperti ada jarum di seluruh tubuh, saya tak melakukan apapun,” ujar seorang ibu yang berprofesi sebagai bartender, Sheridan Cattermole, dikutip Straits Times.

“Saya hanya ingin keadaan kembali seperti semula, seperti tahun lalu. Saya memiliki kebun penuh sayuran dan ada bunga matahari,” lanjutnya sedih.

Di kota yang hampir 85% hancur ini, seismolog mencatata 7.500 gempa sejak September 2010 atau rata-rata lebih dari 20 gempa per hari.

Getaran itu terus merusak fisik kota yang masih belum pulih ini. warga meninggalkan rumah, merasa tak aman membangunnya kembali.

Beberapa warga memutuskan pindah selamanya dari kota tersebut. Namun lainnya masih berharap adanya rekonstruksi.

Christchurch pun tampak seperti lokasi bencana yang dilupakan dunia. Berlawanan dengan ekspos ketika katedral berusia 400 ambruk.

Kota berpenduduk 390 ribu orang ini tak lagi dipedulikan. Sebab dua pekan kemudian, gempa 9,0 SR yang diikuti gelombang tsunami menewaskan lebih dari 20 ribu orang di Jepang. Negeri Sakura pun menjadi alamat pengiriman bantuan yang baru.

Iklan