Warna Dapur Pengaruhi Program Diet


Sebuah studi baru menyebutkan bahwa warna dapur yang terlalu terang bisa gagalkan program diet. Benarkah?

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam America’s Annual Reviews Of Nutrition, desain dapur dan tipe produk yang digunakan bisa mempengaruhi seberapa banyak orang makan.

Seperti dikutip Dailymail, penelitian mengungkapkan, dapur yang terlalu terang, bisa membuat tingkat stres naik yang akhirnya menstimulasi untuk makan dan membuat orang makan lebih cepat.

Namun, tidak juga disarankan membuat dapur terlalu temaram karena penerangan itu justru membuat makanan jadi tampak lebih menarik.

Bahkan, para peneliti peneliti menyarankan agar penerangan dapur itu bisa disesuaikan. Saat memasak sebaiknya dapur tampak terang, sedangkan ketika makan dapur jangan terlalu terang.

Bukan hanya penerangan dapur saja yang bisa merusak diet Anda. Pilihan ukuran kulkas pun bisa mempengaruhi pola makan seseorang. Kulkas yang besar bisa membuat orang makan lebih banyak.

“Kulkas besar terkadang diartikan tubuh yang besar. Saat kita punya kulkas yang besar, kita akan menaruh banyak makanan di sana,” ujar ahli Vicki Edgson.

“Kulkas yang lebih kecil membuat seseorang belanja makanan lebih sering, memastikan makanan itu fresh,” tambahnya.

Selain ukuran kulkas, ukuran piring dan mangkuk juga bisa ikut menentukan kesuksesan diet.

“Penelitian menunjukkan orang akan menghabiskan apapun yang ada di piring,” jelas ahli diet Gaynor Bussell.

“Kita bisa memangkas 200 kalori sehari jika makan dengan piring yang lebih kecil,” tambahnya.

Terakhir yang juga ikut menentukan apakah Anda makan banyak atau tidak adalah warna dapur.

Penelitian itu menunjukkan sebaiknya pilihlah warna yang lebih dingin untuk dapur seperti abu-abu muda. Hindari mengecat dapur dengan warna kuning terang karena bisa Anda mengambil makanan 33% lebih banyak.

Iklan