Saatnya Mencintai Bank Jambi


Bank Jambi sebagai Mitra Usaha Seiring Sejalan, sebagai bank plat merah, pendiriannya diilhami oleh semangat kedaerahan-“Pucuk Jambi Sembilan Lurah”.

Semangat yang sarat makna filosofis kedaerahan sebagai warisan tradisi dalam kebersamaan masyarakat Jambi. Tradisi yang mengilhami, tradisi sebagai identitas diri, erat mengikat seluruh insan Bank Jambi

Identitas baru yang kokoh, modern, wujud spirit semangat kebanggaan daerah, warisan tradisi untuk melayani. Identitas yang membawa spirit baru sebagai landasan bagi seluruh Manajemen Bank Jambi untyuk semakin mantap mengemban misi menjadi motor pembangunan perekonomian masyarakat di daerah Jambi sekarang, dan masa yang akan datang.

Demikianlah kata pengantar yang dipetik dari kutipan redaksional filosofi pendirian Bank Jambi yang kini sudah berusia 48 tahun lebih.

Sejarah Bank Jambi

Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi, merupakan Bank milik Pemerintah Daerah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, yang didirikan berdasarkan Akte Notaris Adi Putra Parlindungan Nomor.6, tertanggal 12 Februari 1959, dengan nama PT Bank Pembangunan Daerah Jambi –yang kemudian disempurnakan melalui Akte Notaris Habropoerwanto Nomor.70, tertanggal 12 Oktober 1959, dan mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman RI Nomor.J.A/5/115/8, tanggal 6 November 1959, dan dimuat pada tambahan Berita Negara RI Nomor.110.104, tanggal 29 Desember 1963.

Berdasarkan Peraturan Daerah Tingkai I Provinsi Jambi Nomor.3 Tahun 1963 dengan pengesahan Menteri Dalam Negeri RI Nomor.9/32/127-164, tertanggal 25 September 1964, PT Bank Pembangunan Daerah Jambi menjadi Bank Pembangunan Daerah Jambi, yang dalam kegiatannya berdasarkan Undang-Undang Nomor.7 Tahun 1992 jo Undang-Undang Nomor.10 Tahun 1998 tentang Perbankan.

Sejak tanggal 22 November 2007, Bank Pembangunan Daerah Jambi berubah status menjadi Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Jambi, disebut Bank Jambi. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor.2 Tahun 2006, dan berdasarkan Akta Notaris Robert Faisal, SH, dengan Nomor.1, tertanggal 1 Februari 2007. Kemudian disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI Nomor.W20-00061 HT.01.01-TH 2007, dan diumumkan dalam Tambahan Berita Negara RI, tertanggal 10 Juli 2007, Nomor.55, serta Keputusan Deputi Gubernur Bank Indonesia Nomor.9/59/KEP.GBI/2007, tertanggal 13 November 2007.

Adapun pemegang saham Bank Jambi, yaitu Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota se-Provinsi Jambi, masing-masing yakni Pemerintah Kota Jambi, Pemerintah Kabupaten Bungo, Pemerintah Kabupaten Kerinci, Pemerintah Kabupaten Merangin, Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Pemerintah Kabupaten Tebo, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Pemerintah Kabupaten Sarolangun, dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, minus Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Untuk diketahui, bidang usaha Bank Jambi meliputi; seluruh kegiatan Bank Umum, termasuk sebagai Pemegang Kas Daerah. Yang berfungsi melaksanakan dan mengelola penyimpanan, penerimaan dan pengeluaran-pengeluaran Kas Daerah, serta mengutamakan pembiayaan di bidang proyek pembangunan daerah.

Sampai saat ini, Bank Jambi terus mengalami perkembangan dan telah memiliki 10 Kantor Cabang di setiap masing-masing ibukota pemerintahan kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi, seperti Kantor Cabang Muara Bungo, Kantor Cabang Sungai Penuh, Kantor Cabang Bangko, Kantor Cabang Muara Bulian, Kantor Cabang Kuala Tungkal, Kantor Cabang Sutomo-Kota Jambi, Kantor Cabang Sarolangun, Kantor Cabang Muara Tebo, dan Kantor Cabang Muara Sabak, serta memiliki 13 Kantor Kas yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi. Sementara Kantor Pusat Bank Jambi merangkap sebagai Kantor Cabang Utama, di Jalan Jend. A. Yani, No.18, Telanaipura, Kota Jambi.

Produk dan Layanan

Bank Jambi, didirikan dengan tujuan untuk membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah di segala bidang serta sebagai salah satu sumber pendapatan daerah, dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat. Dalam kegiatan operasionalnya, Bank Jambi juga berdasarkan pada Undang-Undang Nomor.10 Tahun 1998 tentang Perbankan.

Berikut ini, produk dan layanan yang diberikan di Bank Jambi;

1. Tabungan, mencakup; Tabungan Simpeda, Tabungan Siginjai, dan tabungan ‘Tabunganku.

2. Deposito, meliputi; Deposito Berjangka 1 Bulan, Deposito Berjangka 3 Bulan, Deposito Berjangka 6 Bulan, serta Deposito Berjangka 12 Bulan.

3. Giro.

4. Kredit, terdiri dari; Kredit Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (KUMK), Kredit Kepemilikan Rumah (KPRS dan KPRSS), Kredit Kepada Pegawai (KKP), Kredit Kepada Guru (KPG), Kredit Kendaraan, Kredit dengan Jaminan Deposito Berjangka, Kredit Pensiunan Pengawai Negeri, Kredit Konstruksi, Kredit Modal Kerja, dan Kredit Investasi.

5. ATM Jambi, akses luas yang didukung oleh jaringan ATM Bank Jambi dan seluruh jaringan ATM BERSAMA yang tersebar luas sekitar 6.000 ATM di seluruh Indonesia. ATM ini, belanja dan tarik tunai dimana saja, maksimal penarikan tunai Rp.5.000.000/hari, dan maksimal transfer dana antar rekening Bank Jambi dan Bank anggota ATM BERSAMA sebesar Rp.10.000.000/hari.

6. BPDNet Online, layanan BPDNet Online adalah fitur trasfer tunai dan non-tunai yang dapat dilakukan di setiap konter teller BPD seluruh Indonesia secara realtime online. Disamping itu, BPDNet Online ini juga didukung oleh Artajasa sebagai perusahaan switching ATM BERSAMA terbesar di Indonesia, yang dapat dilayani 1.600 Kantor BPD seluruh Indonesia.

7. Layanan bertransaksi, melalui EDC Metoda Transfer Online. Nasabah dapat melakukan pembelajaan dimana saja, tanpa membawa uang tunai hanya dengan melakukan pendebetan rekening melalui metoda transfer online.

Afrizal/B21