Anggaran Minim, Dunia Pariwisata di Kota Jambi Terancam


Upaya untuk mendongkrak industri pariwisata di Provinsi Jambi, terutama di wilayah Bumi Kota Jambi ‘Tanah Pilih Pusako Betuah’ kelihatannya tidak bisa diharapkan, lantaran disebabkan minimnya anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan kepariwisataan di Kota Jambi selama ini.

Selain itu ada keberpihakan para stakeholder (pemangku kebijakan dan kepentingan) di Kota Jambi itu sendiri, sekaligus peran serta masyarakat setempat, dan pelaku dunia pariwisata yang memang menggeluti jasa pariwisata selama ini tidak dapat berbuat banyak, sehingga pembangunan pariwisata di Kota Jambi, ibaratnya masih jauh panggang dari api.

Entah untuk berapa lama lagi, dunia pariwisata yang selama ini, sebagai alternatif penyumbang sektor pembangunan ini dapat tumbuh dan berkembang sebagai petro dollar bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke ibukota Provinsi Jambi ini.

Dinas Pemuda, Olahraga, Seni Budaya dan Pariwisata Pemerintah Kota Jambi, selaku penanggung jawab teknis di bidang kepariwisataan di Kota Jambi mengakui minimnya anggaran menjadi penyebab terhambatnya pembangunan sektor kepariwisataan yang tersebar di beberapa wilayah dalam Kota Jambi.

Menurut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Seni Budaya dan Pariwisata Pemerintah Kota Jambi, Weno Iskandar kepada berita21.com, Kamis (04/08/2011) di Kota Jambi, dia menyatakan minimnya alokasi anggaran yang dialokasikan dalam sektor pariwisata terlampau minim sehingga pihaknya mengaku merasakan kesulitan untuk mengembangkan dunia pariwisata yang ada, belum termasuk pembangunan destinasi wisata yang menjadi wisata unggulan di Kota Jambi.

“Kantor Dinas Pemuda, Olahraga, Seni Budaya dan Pariwisata Kota Jambi terdapat empat bidang pekerjaan yang harus ditangani, yaitu bidang pemuda, olahraga, seni budaya dan pariwisata. Sehingga ke empat bidang tersebut, dibagi-bagi (penganggarannya) masing-masing secara proporsional.

Sementara tahun 2011 ini, pagu anggaran untuk bidang pariwisata hanya Rp.250 juta, dan tentunya anda tau lah, bagaimana mau memajukan pariwisata di Kota Jambi ini, dengan anggaran seperti itu, belum lagi membicarakan masalah destinasi pariwisata yang kita miliki sebagai wisata unggulan yang ada di Kota Jambi,” papar Weno menjelaskan.

Selanjutnya, Sekretaris Kantor Dinas Pemuda, Olahraga, Seni Budaya, dan Pariwisata Kota Jambi, Kamal Firdaus juga mengakui, sejak pembentukan struktur Kantor Kedinasan Pemuda, Olahraga, Seni Budaya dan Pariwisata dua tahun ini, bagian kepariwisataan, sebelumnya ditangani langsung di Kantor Bagian Perekonomian Sekretariat Pemerintah Kota Jambi, sehingga sampai sekarang ini, pelaksanaan pembangunan dunia pariwisata di Kota Jambi belum optimal dilakukan.

Pasalnya, banyak faktor kendala yang harus dihadapinya selama ini, pihaknya merasa kesulitan untuk mengembangkan dunia pariwisata daerah di Kota Jambi karena beberapa alasan, seperti minimnya anggaran, belum adanya Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Daerah (Ripka), kurangnya keberpihakan para stakeholder di Kota Jambi terhadap sektor pembangunan kepariwisataan di Kota Jambi, dan para pelaku jasa pariwisata itu sendiri, tuturnya.

Ditambahkan Weno, upaya terobosan untuk mengenalkan potensi pariwisata yang ada di Kota Jambi, pada tahun 2011 ini, dijelaskannya bahwa pihaknya akan melakukan promosi budaya dan pariwisata ke sejumlah wilayah yang menjadi tujuan destinasi wisatawan dunia, seperti ke Lombok (Provinsi Nusa Tenggara Barat), Bangka Belitung dan Kota Gudeg, Yogyakarta, paparnya.

Afrizal/B21
Iklan