Pengujian Labor di PT Surveyor Indonesia SBU Mineral Jambi Menjawab Keluhan Investor Batubara


Sekarang ini, para investor dan pengusaha tambang Batubara di Jambi tidak perlu repot-repot untuk mencari mitra usaha hingga keluar daerah atau ke wilayah lain diluar Provinsi Jambi untuk mencari laboratorium yang dapat menentukan kualitas kadar kalori yang dikandung Batubara yang dimilikinya

Hal ini agar beban cost yang selama ini dipikul para pengusaha dapat diminimalisir dengan keberadaan ‘Coal Laboratory’ yang dimiliki PT. Surveyor Indonesia (Persero) Srategis Business Unit (SBU) Mineral Jambi, yang merupakan laboratorium mineral terlengkap dengan keakuratan dan tepat waktu dalam menentukan analisa mineral jenis komoditi Batubara, yang merupakan pertama dan satu-satunya di Jambi.

Menurut Kepala PT Suveryor Indonesia (Persero) SBU Mineral Jambi, Ali Ahmad, melalui Muhammad Irvan, yang juga salah seorang tenaga survey dari PT Suveryor Indonesia (Persero) SBU Mineral Jambi, yang berhasil ditemui berita21.com, Senin (08/08/2011) diruang kerjanya, Irvan mengungkapkan SBU Mineral yang dimiliki PT Surveyor Indonesia Jambi ini, merupakan laboratorium mineral terlengkap dan pertama di Jambi untuk jenis komoditi Batubara.

Sejak dioperasionalkan pertama kali pada Januari 2011 lalu, PT Suveryor Indonesia (Persero) SBU Mineral Jambi terus mendapat kepercayaan oleh para pelaku bisnis, terutama sekali dalam hal analisa untuk mengetahui karakteristik yang terkandung dalam mineral Batubara tersebut.

“Sejak dioperasionalkannya lab ini (Coal Laboratory milik PT Suveryor Indonesia SBU Mineral Jambi, red), kami terus mendapat kepercayaan dari para pelaku bisnis yang ada, dan mereka sangat puas atas pelayanan dari kami.

Disamping memudahkan para pelaku tambang dan pelaku bisnis Batubara yang ada, juga mereka dapat mengetahui karakteristik kandungan unsur di dalam Batubaranya, seperti bagaimana kalorinya, berapa kadar airnya, bagaimana kandungan sulfur dan carbonnya. Intinya, mereka dapat mengetahui lebih awal, misal apakah kalorinya, high (tinggi) atau low (rendah),” papar alumnus ITB ini menjelaskan.

Saat disinggung di wilayah mana yang memiliki kekayaan tambang Batubara terbesar di Provinsi Jambi sekarang ini, Irvan menyebutkan Kabupaten Sarolangun sangat berpotensi dibandingkan wilayah lainnya, seperti Kabupaten Tebo, Kabupaten Batang Hari dan Muaro Jambi.

Ditambahkan Muhammad Irvan tekait potensi kekayaan tambang Batubara yang dimiliki Kabupaten Sarolangun saat ini, termasuk yang terbesar. “Batubara Jambi, yang sangat berpotensi dan terbesar ada di Sarolangun,” ujarnya.

Untuk diketahui, dikatakan Irvan, Coal Laboratory PT Suveryor Indonesia SBU Mineral Jambi ini, merupakan terlengkap dengan keakuratan dan tepat waktu sehingga pengusaha merasa puas atas pelayanan yang diberikan pihaknya, terutama dalam menentukan analisa kandungan Batubara sehingga sangat memudahkan para pelaku usaha dalam menentukan usahanya di masa mendatang.

Coal Laboratory milik PT Suveryor Indonesia SBU Mineral Jambi, yang berada di Jalan Soekarno Hatta, Pasir Putih-Thehok, Kota Jambi, lab tersebut sudah mengacu pada American Society for Testing and Minerals (ASTM)/ISO/BS, dengan memiliki beberapa parameter unggulan, diantaranya; total moisture, proximate (ash content, volatile matter, fixed carbon), total sulfur, gross/net calorific value, hardgrove grindability index, ultimate (carbon, nitrogen, hydrogen, oxygen), ash analysis, ash fusion temperature, sieve test (size analysis), crushing-dividing-milling-packing, draught survey dan sampling.

Pengujian di lab ini, sebut Irvan, tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama. Para pelaku usaha sudah mengetahuinya selama 1-2 hari. Alurnya pun, sambung Irvan sangat singkat, dimulai dari ruangan reparasi kemudian dilakukan analisa dan sudah diketahui hasilnya. “Dari ruangan reparasi, Batubara tersebut dilakukan pengeringan dan penggilingan. Kemudian masuk ke lab, untuk diketahui hasilnya, dan 1-2 hari sudah bisa diketahui hasil analisanya,” imbuhnya.

Afrizal/B21

Berita21.com