Kalangan Pengusaha Pesimis Swasembada Gula Tercapai


Optimisme dan pesimisme Pempov Jateng dengan pengusaha gula menyongsong swasembada gula 2013 mencuat dalam diskusi yang digelar Kelompok Diskusi Wartawan di Hotel Dafam, Semarang, Jum’at (12/8/2011).

Dalam diskusi tersebut hadir sebagai pembicara Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jateng Ir Tegoeh Wynarno Haroeno, MM, Direktur Utama PT Gendhis Multi Manis, Kamajaya, Ketua Komisi B, Wasiman, mewakili Ketua DPRD Jateng, Ketua APTRI Jateng Khafid Sirotuddin, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Perikanan Kabupaten Blora, Soetikno dan Sonya Hellen Sinombor (wartawan Kompas) sebagai moderator.

Kalangan pengusaha yang diwakili Direktur PT Gendhis Multi Manis, Kamajaya, pesimis swasembada gula 2013 di Jateng bakal terwujud.

Prediksi yang dilakukan Kamajaya didasarkan atas kelambanan tata administrasi maupun mekanisme produksi gula.

“Kesannya pemerintah bersikap setengah-setengah terhadap kebijakan yang dibuat sendiri. Tarik ulur ini mengakibatkan keterlambatan di hampir semua sektor pergulaan termasuk petaninya, pengusahanya, pabriknya dan sebagainya,” tegas Kamajaya.

Melihat paradigma yang berkembang itu, lanjutnya, pihaknya pesimis swasembada gula 2013 bisa terlaksana.

“Apalagi kalau kalau sistem rayonisasi tidak dilakukan secara felksibel. Maka jelas swasembada gula akan semakin menjauh dari target. Setidaknya swasembada gula bisa dilakukan minimal tahun 2014,” katanya.

Hal senada dilontarkan Ketua APTRI Jateng Khafid Sirotuddin. Menurutnya secara jujur swasembada gula 2013 di Jawa Tengah masih sulit. Apalagi lahan susah didapat karena permintaan sewa cenderung tinggi, jauh dari jangkauan petani.

“Tragisnya lagi mesin-mesin yang dioperasionalkan di pabrik-pabrik gula itu usianya sudah seratusan tahun lebih. Kalau toh ada, itu sudah berusia sekitar 50 tahun lebih. Ini kan sangat mempengaruhi kinerja produksi,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Komisi B DPRD Jateng Wasiman menjelaskan swasembada gula 2013, merupakan sebuah obsesi yg perlu dicermati secara menyeluruh dari berbagai aspek baik dari aspek petani penanam maupun pengusaha lengkapdengan karyawannya harus merasa diuntungkan.

“Lahan yang diperuntukkan menanam tebu pun dicaridaerah-daerah yang memang memenuhi standar untuk ditanami tebu,”tambah Wasiman.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan Kabupaten Blora,Soetikno Slamet, menegaskan untuk mendukung swasembada gula 2013, Blora sudah menyiapkan lahan sesuai surat edaran gubernur yakni 523 ha.

“Melohat kesiapan daerah sepertiinikami optimis swasembada gula 2013 bisa tercapai bahkan mungkin malah tahun 2011,”kelakarnya.

Ungkapan itu sejalan dengan ungkapan yang dilontarkan Kadisbun Jateng Ir Teguh,jika melihat indikasi kesiapan produksi gula dan tanaman tebu serta lahan yang tersedia,tidak menutup kemungkinan swasembada gula maju sejak 2012.

Mim/B21