Kemerdekaan Indonesia Masih Setengah-setengah


Ketua Hizbut Thohir Indonesia Wilayah Jawa Tengah Ir Abdullah MT menegaskan bahwa kemerdekaan di Indonesia masih setengah-setengah, belum sratus persen merdeka.

“Karena itu seharusnya dalam rangkaian peringatan kemerdekaan ini tidak perlu pasang bendera penuh satu tiang, cukup setengah tiang saja,” kata Abdullah dalam Talk Show Ramadhan II ‘Whats Next After Ramadhan’ yang diprakarsai Kadinda Jateng di Hotel Grasia Semarang, Sabtu(20/8/2011).

Abdullah menambahkan secara harfiah Indonesia memang sudah merdeka tetapi hakekatnya belum karena masih dijajah oleh ideologi kapitalisme sekuler.

“Penjajahan itu dengan pola memberi pinjaman yang memberatkan. Bahkan di sektor pertambangan ada upaya kerjasama yang sebenarnya bertujuan memanfaatkan potensi kekayaan Indonesia demi kepentingan mereka,” tegas Abdullah.

Sementara itu Ketua Ikatan Da’i Indonesia Ustadz Nurul Hamdi menilai bahwa mayoritas umat Islam Indonesia masih bersifat sloganistik. Banyak yang belum mencapai takaran amanu waamilus sholihat.

Pembicara lainnya Widi Handoko (PD Muhammadiyah Semarang) mengaku agak berbeda dengan Abdullah. Ia lebih banyak berbicara tentang peran individu dalam mendapatkan ridho Allah terkait bulan suci ramadhan.

“Kita harus bangun pondasi pemahaman tentang tujuan utama sebuah ibadah. Kalau tidak, pasti tersesat. Demikian juga memahami Islam. JIka dipahami dengan baik dan benar maka akan melahirkan perdamaian, bukan permusuhan,” tandasnya.

Sedangkan H Anasom (PCNU Kota Semarang) menceritakan bahwa kehidupan itu laksana keinginan masing-masing jemari tangan yang awal mulanya dipenuhi rasa iri dan dengki seperti tergambar dalam lagu jawa berjudul Pucung..

“Namun ketika masing-masing jemari baik jari telunjuk,ibu jari, kelinking, jari manis dan jari tengah bersatu sesuai tugas masing-masing, menjadi satu kesatuan yang kuat. Ukhuwah tidak bisa dibangun tanpa rasa persatuan dan kesatuan,” katanya.

Mim/B21