Atasi Macet, Interchange Harus Segera Dibenahi


Pasca dioperasikannya jalan tol Semarang – Solo seksi 1 (Semarang – Ungaran) Sabtu (20/8) yang lalu, kemacetan dipintu keluar (interchange) Ungaran terus terjadi.

Hal ini tentu saja menimbulkan persoalan baru. Oleh karena itu pemerintah harus segera mengambil langkah agar kemacetan ini tidak semakin parah.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Sasmito mengungkapkan hal tersebut dalam expose kegiatan dewan ke media massa di lantai 4 gedung BerlianSenin (22/8). “Interchange ungaran bukan dikhususkan sebagai pintu keluar tol, namun juga untuk lalu lintas umum. Penumpukan kendaraan disini harus diatasi,” ungkap Sasmito.

Menumpuknya kendaraan di pintu keluar tol, lanjut Sasmito, mengakibatkan tiga jalan di sekitar lokasi menjadi titik macet. Ketiga jalan itu adalah jalan letjen Suprapto, jalan A Yani, dan jalan Diponegoro. Kondisi ini dikeluhkan oleh masyarakat yang tinggal di dekat ketiga jalan tersebut.

Politisi partai Golkar yang bertempat tinggal di sekitar interchange ini mengharapkan pemerintah pusat segera mengalokasikan anggaran untuk melakukan pembebasan lahan guna melebarkan pintu tol Ungaran.

“Idealnya pintu keluar tol itu terdiri dari dua jalur dan empat lajur, sekarang yang ada dua jalur dua lajur,” jelasnya.

Menghadapi puncak arus mudik dan balik diharapkan petugas lebih aktif mengatur lalu lintas di pintu keluar tol ini. “Selain trafic light harus ada petugas yang mengatur lalu lintas. Disamping itu sepanjang jalan suprapto tidak boleh digunakan untuk parkir kendaraan,” ungkap Sasmito.

Kholis/B21

Iklan