Jarot Ditahan, Dirut Bank Jateng Harus Mundur


Mantan Staf Ahli Gubernur Jawa Tengah Priyantono Jarot Nugroho akhirnya ditahan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Senin (22/8) malam. Jarot adalah tersangka kasus pembobolan kredit dengan menggunakan SPK fiktif pada Bank JatengĀ  Syariah Semarang senilai 37 miliar rupiah lebih.

Setelah menjalani pemeriksaan intensif sejak siang hingga malam hari dan dinyatakan sudah cukup bukti, maka kejaksaan memutuskan untuk melakukan penahanan. Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Widyopramono didampingi Asisten Pidana Khusus Setia Untung Ari Muladi menegaskan hal tersebut usai melakukan penahanan tersangka.

“Karena sudah cukup bukti, kejaksaan memutuskan untuk menahan tersangka demi alasan penyidikan. Hal ini sesuai aturan pasal 21 ayat 1 dan 4 KUHAP,” ujar Widyo Pramono.

Selain Jarot, lanjut kajati, penyidik juga melakukan penahanan terhadap Yanuelva Etliana yang disebut sebagai calo proyekyang ditengarai ikut bermain dalam kasus tersebut.

Pada kesempatan terpisah, anggota komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah Alfasadun mengharapkan agar Direktur Utama Bank Jateng Haryono segera meletakkan jabatan karena dinilai ikut bertanggung jawab atas bergulirnya kredit dengan SPK fiktif yang dilakukan tersangka Jarot.

“Pengucuran kredit sebesar itu mustahil kalau tidak sepengetahuan Dirut, untuk memudahkan penyelidikan dirut harus segera mundur,” ungkap Alfasadun saat expose kegiatan dewan Senin (22/8) sore.

Kholis/B21

Iklan