Tol Semarang – Ungaran Belum Atasi Macet Arus Balik


Gerbang Tol Banyumanik Lengang, Minggu (4/9) pk. 14.00

Gerbang Tol Banyumanik Lengang, Minggu (4/9) pk. 14.00

Keberadaan jalan tol Semarang – Ungaran belum banyak membantu mengatasi padatnya arus balik lebaran tahun ini, meskipun sejak tanggal 1 – 8 September hanya diperuntukkan bagi kendaraan dari arah Ungaran menuju Semarang.

Tidak banyak berfungsinya jalan tol ini dikarenakan akses masuk di depan kantor DPRD Kabupaten Semarang ditutup oleh petugas kepolisian.

Direktur Utama PT Trans Marga jateng (TMJ) Agus Suharyanto selaku operator membenarkan kejadian ini. Namun pihaknya mengaku tidak bisa berbuat apa apa karena bukan kewenangannya. “Pengaturan lalu lintas di pintu masuk tol menjadi kewenangan penuh kepolisian, kami sudah koordinasi,” katanya melalui sambungan telpon, Minggu (4/9).

Sementara itu Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Sasmito SH mengatakan, pemerintah harus segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan ini dengan segera melebarkan akses masuk tol di Ungaran. Hal ini berdasarkan evaluasi selama uji coba operasionalisasi jalan tol sejak 20 Agustus kemarin.

“Berdasarkan pantuan kami selama uji coba pada saat Lebaran ini, jalan tersebut mendesak untuk segera dilebarkan. Karena itu, kami mendesak agar jajaran terkait segera melangkah, misalkan segera membahas persoalan pembebasan lahan,” ungkapnya.

Menurut Sasmito, pada saat uji coba sebelum lebaran, dimana jalan tol hanya diperuntukkan untuk kendaraan menuju selatan, memang tidak begitu menimbulkan persoalan di pintu jalan keluar Ungaran.

Namun begitu uji coba setelah lebaran, dimana jalan tol hanya diperuntukkan untuk kendaraan dari selatan ke arah utara, maka terjadi persoalan di daerah pertigaan depan kantor DPRD Kab Semarang. Terjadi kemacetan yang panjang di daerah itu.

“Terjadi kemacetan yang cukup panjang di pertigaan itu. Dan untuk mencegah terjadinya kemacetan, polisi menutup kendaraan yang dari selatan langsung belok kanan menuju jalan tol,”  ucapnya.

Sasmito menambahkan, Soal manajemen lalu lintas itu memang wewenang penuh kepolisian. Dengan melihat sistem yang diterapkan polisi seperti ini, maka menunjukkan ada persoalan di titik itu, yaitu karena sempitnya jalan keluar masuk jalan tol.

Kholis/B21

Iklan