Warga Tagih Janji Walikota Soal Dana Tanggap Darurat Bagi Korban Kebakaran


Ditengah kegalauan dan perasaan traumatis yang kini menimpa seluruh warga yang menjadi korban bencana kebakaran di lima rukun tetangga di wilayah Legok, yaitu RT.27, RT.28, RT 34, RT.35, dan RT.38, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, pada 1 September 2011 lalu masih tetap bertahan di tenda-tenda darurat yang dibangun dari bantuan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Jambi dan Dinas Sosial setempat.

Akan tetapi, suara-suara dari para korban yang sempat terekam oleh berita21.com lebih banyak mengungkapkan adanya tindakan solusi yang tepat untuk segera menyelesaikan masalah yang dihadapi korban, salah satunya soal bantuan penjelasan dana tanggap darurat dari pihak Pemerintah Kota Jambi untuk merealisasikannya sesegera mungkin, seperti yang penah dijanjikan oleh Walikota Jambi, Bambang Priyanto kepada seluruh korban kebakaran ketika meninjau ke lokasi, 1 September lalu.

Ketua RT.35, Sulaimi Saleh, yang rumahnya turut menjadi korban kebakaran mempertanyakan janji yang pernah diungkapkan Walikota Jambi, Bambang Priyanto ketika dia meninjau ke lokasi kebakaran di Pulau Pandan, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura, 1 September lalu.

“Terus terang, Kami disini sangat membutuhkan bantuan dana (tanggap darurat) dari walikota (Bambang Priyanto) yang pernah dijanjikannya kepada warga untuk secepatnya disalurkan agar bisa membangun kembali rumah Kami ini (yang sudah rusak dan habis terbakar oleh si jago merah saat kebakaran 1 September 2011 lalu,red),” paparnya kepada media ini, Selasa (06/09/2011).

Seperti diungkapkan Sulaimi Saleh pada pemberitaan sebelumnya kepada berita21.com, bahwasanya banyak sekali bantuan-bantuan kemanusiaan dari para donatur ke lokasi kebakaran tanpa pengawasan yang ketat. Kemudian, tambah Sulaimi, dirinya bersama seluruh warga yang menjadi korban kebakaran sangat mengharapkan janji-janji dari pihak pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi Jambi maupun Pemerintah Kota Jambi untuk membantu masyarakat di lima rukun tetangga, yaitu RT.27, RT.28, RT 34, RT.35, dan RT.38, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura agar sesegara mungkin direalisasikan untuk dislaurkan kepada masyarakat yang menjadi korban kebakaran, paparnya.

“Bantuan pribadi dari Pak Gubernur (Hasan Basri Agus) Rp.500 juta, dan bantuan dari Walikota (Bambang Priyanto) yakni Rp.500 juta segera direalisasikan ke masyarakat, yang saat ini sangat membutuhkan,” ungkapnya menjelaskan.

13 KK Belum Dapat Tenda Darurat

Sementara Bu Yani, salah seorang warga RT.38 yang juga menjadi korban kebakaran kepada berita21.com saat ditemui di tenda penampungan darurat yang telah disediakan oleh PMI Jambi, yang kini menjadi tempat tinggalnya sementara bersama suami beserta ketiga orang anaknya, dirinya sangat berharap agar pemerintah daerah, dalam hal ini Pemerintah Kota Jambi segera membangun kembali rumahnya yang sudah rusak hangus dilalap api.

“Kami tidak mengharapkan apa-apa, Pak. Kami hanya minta dibuatkan rumah saja,” ujarnya sedih dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.

Sedangkan Arihan, warga korban kebakaran dari RT.28, Pulau Pandan, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura -yang sampai saat ini belum mendapat tenda darurat dari pihak PMI Provinsi Jambi bersama-sama dengan 13 kepala keluarga lainnya dari RT.28, yang kini tinggal berpindah-pindah dari satu tempat penampungan yang satu ke tenda penampungan darurat lainnya juga mengeluhkan hal yang sama seperti dirasakan Bu Yani.

Arihan bersama 13 kepala keluarga lainnya, masing-masing yakni Udin, Lukman, Roni, Abubakar, Romli, Rizal, Warzi, Am, Piher, Amin, dan Pa’i. Kesemuanya, sangat mengharapkan sekali adanya solusi yang cepat dari pihak Pemerintah Kota Jambi untuk segera membangun rumah yang sudah hancur terbakar dilalap api.

“Saya sedih sekali, pak. Saya bersama 13 KK lainnya sampai saat ini belum mendapat tenda (tenda tanggap darurat,red), jadi kami memohon untuk segera diberikan tenda untuk tinggal kami sementara ini,” urainya menangis.

Disinggung soal janji Walikota Jambi, Bambang Priyanto untuk memberikan dana tangap darurat kepada warga yang menjadi korban, Arihan mengungkapkan segera secepatnya direalisasikan. Karena warga saat ini, tambah Arihan, sangat membutuhkan sekali bantuan tersebut guna meringankan warga yang kini sedang menderita, paparnya.

Selanjutnya terkait masalah data korban kebakaran sampai saat ini belum akurat dalam pendataannnya, seperti yang diungkapkan oleh Ketua HIMJASS (Himpunan Masyarakat Jambi Asal Sumatera Selatan) Wilayah Kota Jambi, Jauhari yang mendirikan posko peduli di lokasi kebakaran.

Ketua HIMJASS, Jauhari menjawab kepada berita21.com, berdasarkan catatan yang dia peroleh kebakaran yang membumi hanguskan Pulau Pandan, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura, pada 1 September 2011 lalu, sedikitnya menghanguskan 177 rumah rusak habis terbakar dilalap api.

Sebagian mayoritas warga yang menjadi korban kebakaran itu, tambah Jauhari lagi, 80 persennya adalah warga asal Sumatera Selatan, dan sisanya yaitu 20 persennya adalah masyarakat dari Sumatera Utara, suku Minangkabau dan etnis Jawa.

“Kalo data korban kebakaran, Mas. Kami tidak tau pasti, tapi sekitar 177 rumah rusak habis terbakar, dan umumnya sekitar 80 persen masyarakat yang menjadi korban kebakaran ini, mereka masyarakat Jambi dari Sumatera Selatan, dan sisanya dari Medan, Minang dan Jawa,” paparnya.

Afrizal/B21