Oktober ini, Presiden Beri Sinyal Terjadi Perombakan Menteri di Kabinet


Pernyataan mengejutkan dilontarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di arena Musyawarah Nasional Persatuan Tarbiyah Islamiyah Ke-IX, di Gedung Abadi Convention Center (ACC), Pasar, Kota Jambi, Kamis malam (22/09/2011) soal isu reshuffle menteri-menteri dijajaran Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, yang saat ini menjadi sorotan publik atas beberapa penilaian miring oleh sejumlah pengamat, politisi maupun tokoh nasional terhadap kinerja menteri-menteri SBY di kabinet.

Presiden menyatakan, Oktober 2011 yang akan datang, akan ada pembahasan evaluasi setengah periode atas kinerja para menteri-menterinya.

Pernyataan Presiden SBY soal isu reshuffle (perombakan kabinet) tersebut, yang disiarkan luas oleh stasiun televisi resmi milik pemerintah, terkait jawaban presiden untuk pertama kalinya dihadapan publik atas respon yang disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tarbiyah Islamiyah, KH. Basri Barmenda saat menyinggung soal isu reshuffle yang marak belakangan ini di tengah publik, ketika dirinya menyampaikan pidato sambutan laporannya dihadapan Presiden RI, DR. Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono, beserta para menteri di jajaran Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, perwakilan DPR dan DPD RI, gubernur dan wakil gubernur Jambi beserta jajarannya, walikota dan bupati se-Provinsi Jambi, serta para unsur Muspida setempat, para pimpinan pengurus pusat maupun perwakilan pengurus wilayah Persatuan Tarbiyah Islamiyah di seluruh Indonesia, para sesepuh adat, ulama dan kiyai serta tokoh masyarakat maupun sejumlah tokoh dari berbagai elemen kelompok masyarakat yang ada di Jambi.

“Pertanyaan dari Keluarga Besar Tarbiyah Islamiyah soal reshuffle, bahwa ada kecenderungan, setiap tahunnya selalu diramaikan media massa, hampir setiap tahun. Saya lebih memilih, tidak melayani. Ada yang bilang saya takut, ragu-ragu. Tapi, untuk bongkar pasang dan ganti-ganti menteri harus rasional.

Bulan depan (pada Oktober 2011 yang akan datang,red), akan saya bahas evaluasi setengah periode. Dan, itu sudah separoh jalan. Saya akan melakukan penataan kembali atas kabinet (Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II), yang saya pimpin untuk tiga tahun mendatang, untuk kinerja yang lebih baik, dan yang dapat dilakukan,” papar SBY, ketika memberikan pengarahan kepada seluruh peserta Musyawarah Nasional Ke-IX Persatuan Tarbiyah Islamiyah tahun 2011 di Tanah Pilih Pesako Betuah, Kota Jambi.

Dijelaskan Presiden, selama masa baktinya dalam menjalankan amanah rakyat sesuai konstitusi selama lima tahun ini, akan dilakukan evaluasi selama 2 tahun pertama untuk membahas kinerja para menterinya.

“Untuk bongkar pasang, dan ganti-ganti menteri itu, ada alasan dan ada aturan mainnya sesuai faktor kinerja dan faktor integritas masing-masing. Supaya lebih efektifnya, Oktober (2011) mendatang akan dibahas evaluasi setengah periode, untuk penataan kembali,” demikian ungkap presiden menjelaskan.

Pada kesempatan yang sama, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Menteri Agama RI, Suryadharma Ali dan Menteri Dalam Negeri RI, Gamawan Fauzi, beserta Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus melakukan pemukulan gong membuka secara resmi kegiatan akbar Musyarawah Nasional Ke-IX Persatuan Tarbiyah Islamiyah 2011 di Kota Jambi, yang diikuti oleh hampir seluruh jajaran dari pengurus pusat dan pengurus tingkat daerah dari seluruh cabang provinsi di seluruh Indonesia, mulai dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam hingga Papua.

Afrizal/B21