Kejati Tidak Serius Usut Kasus Studio Mini


Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dituding tidak serius menangani dugaan korupsi pembangunan studio mini. Proyek yang menelan dana APBD tahun 2008 senilai 4 miliar rupiah ini disinyalir disalahgunakan, mengingat secara fisik tidak tampak peralatan yang berharga tinggi.

Koalisi Masyarakat Anti Korupsi atau Komsak Jateng menduga ada intervensi  dari Pemprov Jateng terhadap penanganan kasus pengadaan studio mini ini. terbukti sudah 3 tahu penanganannya jalan di tempat

Koordinator Komsak Jateng Musyafak mengatakan hingga saat ini tidak ada perkembangan signifikan dari kasus yang sudah ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng. “Tidak ada penanganan yang jelas. Bahkan, BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) Jateng sejauh ini belum menerima permohonan audit investigasi masalah ini. Selidik punya selidik, kami menduga
Kejati tidak berani karena banyak intervensi dari pemprov,” katanya saat berunjuk rasa di di depan Gubernuran, Rabu (28/9).

Menurut dia, lambannya Kejati Jateng menunjukkan ketidakseriusan lembaga itu dalam menangani kasus korupsi pengadaan studio mini yang menggunakan dana APBD 2008 itu. Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar Pemprov menghentikan segala bentuk intervensi sehingga hukum bisa berjalan sebagaimana mestinya.

“Kepada Kejati, kami juga minta untuk segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi proyek studio mini ini,” ujarnya.

Kholis/B21
Iklan