Gambaran Umum Program Unggulan ‘Jambi EMAS’ Satu Milyar Satu Kecamatan


Program ‘SAMISAKE (Satu Milyar Satu Kecamatan)’, pada dasarnya merupakan sebuah program yang ditujukan untuk mengakselerasikan percepatan pembangunan di Provinsi Jambi. Dimana, setiap kecamatan akan dialokasikan dana sebesar Rp1 milyar, yang bertujuan untuk mengurangi ketimpangan pembangunan antar wilayah, meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat, dan meningkatkan denyut perekonomian di Desa.

Program SAMISAKE ini, diarahkan dalam berbagai upaya, diantaranya yakni untuk akselerasi pemerataan pembangunan, menciptakan keadilan ekonomi, akselerasi percepatan daya saing daerah, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan. Program tersebut, dilaksanakan sebagai bentuk perwujudan yang berorientasi pada pro-poor, pro-growth dan pro-environment yang sejalan dengan strategi pembangunan Nasional.

Adapun penyusunan program dan kegiatan-kegiatan ‘SAMISAKE’ mengacu pada aturan yang ada, salah satunya adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor.13 Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah dan perubahannya. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tersebut, maka program SAMISAKE tidak menyimpang, baik dalam tataran penyusunan program dan kegiatannya, maupun pada tataran pertangung jawabannya.

Oleh karena itu, secara umum ‘Program SAMISAKE’ ini, dapat dibedakan menjadi 2 program pokok atau program besar, yakni program umum dan program khusus.

Program umum, merupakan program yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jambi, atau bisa disebut sebagai ‘top down planning’. Sedangkan program khususnya, merupakan program yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi daerah (kecamatan) yang disusun berdasarkan perencanaan partisipatif, atau bisa disebut juga sebagai ‘bottom up planning’.

Sehingga dengan demikian, diharapkan melalui program SAMISAKE tersebut, tercipta sinkronisasi dan sinergi pencapaian sasaran rencana pembangunan daerah.

Untuk program yang bersifat top down planning pada program SAMISAKE, kegiatannya meliputi; bedah rumah, sertifikasi rumah, pemberian beasiswa, bantuan modal untuk UMKM, bantuan bagi para penyuluh, dan bantuan kesehatan melalui JAMKESMASDA.

Bertitik tolak dari uraian tersebut, maka program SAMISAKE ini, merupakan langkah-langkah yang berisikan program-program dan kegiatan-kegiatan yang bermuara untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan 5 tahun kedepan, baik dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat yang nyata, baik dalam aspek pendapatan, kesempatan kerja, lapangan berusaha, meningkatkan daya saing daerah, maupun dalam rangka peningkatan indeks pembangunan manusia, atau HDI (Human Development Index).

Pengertian

Untuk menyamakan persepsi dalam upaya melaksanakan Program ‘SAMISAKE’ kepada seluruh pemangku kepentingan, baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung. Berikut dibawah ini, pengertian-pengertian dalam kegiatan ‘Program SAMISAKE’ di Povinsi Jambi sebagai program unggulan duet kepemimpinan Gubernur Jambi saat ini, Hasan Basri Agus dan Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar selama lima tahun kedepan (2011-2015), yaitu sebagai berikut:

1. Program SAMISAKE; bentuk instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan baik oleh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) lingkup Pemerintah Provinsi Jambi, atau SKPD lingkup pemerintah kabupaten/kota atau masyarakat, yang dikoordinasikan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jambi melalui SKPD terkait, dengan program dan kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai sasaran dan tujuan pembangunan daerah.

2. Efektif; merupakan kemampuan mencapai target dengan sumber daya yang dimiliki, dengan cara atau proses yang paling optimal.

3. Bedah Rumah; bantuan untuk memperbaiki kualitas rumah tinggal kepada masyarakat sangat miskin di kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi.

4. Sertifikasi Rumah; bantuan untuk kepengurusan sertifikasi atas rumah tinggal kepada masyarakat sangat miskin di kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi.

5. Beasiswa; bantuan untuk pembiayaan pendidikan, baik pada jenjang pendidikan dasar maupun pendidikan tinggi kepada masyarakat miskin di kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi.

6. Bantuan UMKM; bantuan modal kerja untuk meningkatkan usaha atau produksi bagi UMKM kepada masyarakat sangat miskin di kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi.

7. Bantuan Penyuluh; bantuan untuk tambahan honor penyuluh di Provinsi Jambi.

8. JAMKESMASDA; bantuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat sangat miskin di kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi.

9. Masyarakat Sangat Miskin, adalah penduduk yang tidak mempunyai kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar untuk kehidupan yang layak, baik kebutuhan dasar makanan maupun kebutuhan dasar bukan makanan.

Pelaksanaan Program SAMISAKE

Sejalan dengan arah pembangunan yang tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jambi 2010-2015, maka program SAMISAKE seyogyanya juga dilaksanakan dalam kurun waktu 5 tahun kedepan di seluruh kecamatan di kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi. Oleh karena itu, 2011 ini, merupakan tahun pertama dari pelaksanaan program SAMISAKE, maka sebagai ‘pilot project’ pelaksanaannya, untuk 2011 dilaksanakan di 50 kecamatan seluruh kabupaten dan kota dalam Provinsi Jambi.

Sebagai sebuah ‘pilot project’ maka keberhasilan pelaksanaan program pada 2011 ini, sangat menentukan sebagai bahan kebijakan keberlangsungan ‘Program SAMISAKE’ pada 5 tahun mendatang. untuk itu, pelaksanaan program SAMISAKE harus mengkedepankan prinsip-prinsip pengelolaan program yang baik, yang diindikasikan dengan penyelenggaraan program yang profesional, transparan, akuntabel, berkeadilan, efisien dan efektif.

Pendanaan Program SAMISAKE

Dalam pelaksanaannya, program SAMISAKE tersebut bertumpu pada pendanaan yang bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Provinsi Jambi. Namun demikian, untuk menggali dan memobilisasi sumber-sumber lainnya, maka pendanaan pada program ini, dapat juga berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR), APBD kabupaten/kota, atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta sumber-sumber lainnya, yang bersifat tidak mengikat.

Untuk diketahui, program SAMISAKE pada dasarnya merupakan program yang lintas sektoral, yang harus terintegrasi antara satu program dengan program lainnya. Begitu juga, antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya. Untuk itu, fungsi koordinasi memegang peranan penting dalam pencapaian suksesnya pelaksanaan program SAMISAKE ini.

Alur koordinasi program SAMISAKE, sesuai tugas dan fungsi yang diemban oleh Bappeda Provinsi Jambi, maka fungsi koordinasi pelaksanaan program tersebut ditempatkan pada Bappeda dan jajarannya. Alur koordinasinya sebagai berikut; kepala Bappeda Provinsi Jambi sebagai koordinator, ketua harian dijabat oleh kepala UPT- Bappeda Provinsi Jambi, kelompok kerja oleh kabid-kabid Bappeda Provinsi Jambi. Kemudian pelaksana teknis oleh masing-masing SKPD Teknis Pemerintah Provinsi Jambi, dan pelaksana teknis oleh instansi vertikal.

Bappeda Provinsi Jambi/Afrizal/B21

Iklan