Wujudkan ‘SAMISAKE 2011’ Pemprov Jambi Sebar 90 Surveyor di 81 Kecamatan


Kepala Bappeda Provinsi Jambi, Ahmad Fauzi, melalui Sekretaris Bappeda Provinsi Jambi, Ammar Sholahuddin menyatakan, saat ini pihaknya telah mengerahkan 90 orang surveyor (pendata) untuk memverifikasi penduduk sangat miskin untuk 81 wilayah kecamatan di seluruh kabupaten dan kota dalam Provinsi Jambi.

Seperti diketahui, 90 orang pendata tersebut telah mengikuti kegiatan bimbingan teknis (bintek) verifikasi penduduk sangat miskin untuk 81 kecamatan di seluruh wilayah kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi dalam rangka melaksanakan program SAMISAKE (Program Satu Milyar Satu Kecamatan) di gedung aula pertemuan SMK Negeri 4 Kota Jambi selama 3 hari lalu, sejak tanggal 4-6 September 2011.

Ditambahkan Ammar menjawab kepada berita21.com diruang kerjanya, Jum’at (07/10/2011) di Kantor Bappeda Provinsi Jambi, Telanaipura, Kota Jambi. Ammar menjelaskan, basic data untuk verifikasi data penduduk sangat miskin dalam program SAMISAKE kali ini, menggunakan basic data penerima BLT (Bantuan Langsung Tunai) tahun 2006 lalu. “Basic data untuk pendataan ini, BLT 2006 lalu,” sebutnya.

Pendataan oleh para surveyor tersebut, ungkap Ammar sambungnya, ditargetkan selesai akhir November 2011 ini, sehingga diperkirakan pada 6 Januari 2012 yang akan datang, semua hasil verifikasi yang sudah divalidasi oleh Bappeda Provinsi Jambi sudah bisa diserahkan laporan lengkapnya kepada gubernur, yang dibuat dalam sebuah buku (jurnal intisari), yang disampaikan langsung oleh Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus kepada para bupati dan walikota se-Provinsi Jambi, paparnya.

“Target harus selesai bulan November (2011) ini, dan para surveyor (90 orang pendata verifikasi penduduk sangat miskin program SAMISAKE tahun 2011,red) sudah bisa menyerahkan hasilnya ke Bappeda Provinsi Jambi untuk divalidasi.

Dan, sekaligus oleh Bappeda Provinsi Jambi divalidasi hasilnya sehingga pada 6 Januari 2012 yang akan datang, hasil validasi yang sudah diverifikasi tersebut disampaikan laporannya oleh gubernur dalam sebuah buku kepada para bupati dan walikota,” urainya panjang lebar kepada media online ini menjelaskan.

Saat ditanyakan soal obyektifitas para surveyor dalam melaksanakan tugas verifikasi penduduk sangat miskin yang menjadi sasaran program SAMISAKE kali ini, dikatakan Ammar Sholahuddin, pihaknya menjamin obyektifitas kinerja para surveyor tersebut dalam melaksanakan tugasnya.

Diakuinya butuh obyektifitas dalam melaksanakan tugasnya itu. Pasalnya, dalam melakukan tugasnya, tambah Ammar, ke-90 orang surveyor tersebut sudah sangat paham sebaran jumlah penduduk sangat miskin di desanya, sekaligus juga mereka dalam melakukan verifikasi penduduk sangat miskin yang menjadi sasaran dalam program SAMISAKE kali ini, sangat mengetahui serta gambaran kondisi umum dan wilayah geografis setempat, tuturnya.

Terkait kelancaran tugas dalam pendataan kepada seluruh penduduk sangat miskin di seluruh wilayah kabupaten dan kota dalam Provinsi Jambi, ungkap Ammar, sangat dibutuhkan peran dan tanggung jawab para bupati dan walikota di wilayahnya masing-masing.

Menurut Ammar, sudah tersedia payung hukum dalam keberhasilan dan kelancaran program SAMISAKE ini, yakni Peraturan Pemerintah Nomor.19 Tahun 2010 jo Peraturan Pemerintah Nomor.23 Tahun 2011 tentang penguatan peran gubernur sehingga pelaksanaan program SAMISAKE di Provinsi Jambi tahun 2011 ini berjalan lancar dan berhasil untuk mewujudkan Jambi EMAS (Jambi Ekonomi Maju, Aman, Adil dan Sejahtera) 2011-2015, demikian harapannya.

Afrizal/B21

Iklan