Syahril Samirin, Ubah Wajah RT yang Ramah Anak, Ukir Prestasi Ke Tingkat Nasional


Sebelum mengawali pembicaraan dengan Syahril Samirin, Ketua RT.21, Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi yang telah berhasil mengubah wajah lingkungan warga di RT.21 yang dipimpinnya dengan mengukir prestasi yang paling bersejarah dalam hidupnya yang pernah diraihnya ke tingkat nasional, dengan meraih juara pertama Lomba Posyandu Tingkat Nasional pada 2011 ini.

Syahril Samirin, sosok Ketua RT (Rukun Tetangga) yang berpenampilan sederhana dan bersahaja ini, kerap kali tampil sebagai pembicara di berbagai kesempatan yang acap digelar di berbagai pertemuan seminar maupun lokakarya tingkat lokal maupun tingkat nasional itu, dirinya terus menerus memberikan support (semangat) kepada rekan dan koleganya sesama Ketua RT dalam mendorong pemenuhan hak-hak anak di wilayah rukun tetangganya masing-masing sehingga dapat terwujud ‘Kota Jambi sebagai Kota Layak Anak’ sekaligus sebagai ‘Kota Jambi sebagai Kota Ramah Anak’.

Walaupun demikian, harapan yang ingin dicapai oleh Syahril melalui upayanya selama ini, kekompakan warga dan keteladannya dalam memimpin warganya, ditambah dengan segudang bekal pengalamannya selama ini sebagai birokrat dan mantan pejabat di salah satu wilayah kabupaten pemekaran di kawasan Timur Provinsi Jambi ini, dia berusaha keras mendorong program dan pengembangan Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru sebagai ‘Kelurahan Layak Anak’ sebagai cikap bakal menuju Kota Jambi sebagai Kota Layak Anak (KLA) terealisasi di seluruh wilayah rukun tetangga lainnya pada 2013 yang akan datang.

Berbagai prestasi yang pernah dicapainya selama ini, baik tingkat di kelurahan, kecamatan, Kota Jambi maupun Provinsi Jambi bahkan di tingkat nasional, diantaranya yaitu; Juara I Lomba Posyandu Tingkat Kelurahan (2010), Juara I Lomba Posyandu Tingkat Kecamatan (2010), Juara I Lomba Posyandu Tingkat Kota Jambi (2010), Juara I Lomba Dasa Wisma Tingkat Kelurahan (2010), Juara I Lomba Dasa Wisma Tingkat Kecamatan (2010), Juara I Lomba Dasa Wisma Tingkat Kota Jambi (2010), Juara I Lomba Kader PKK Tingkat Kelurahan (2010), Juara I Lomba Kader PKK Tingkat Kecamatan (2010), Juara I Lomba Kader PKK Tingkat Kota Jambi (2010), Juara I Lomba Yel-yel Posyandu Tingkat Kota Jambi (2010), Juara II Lomba Dasa Wisma Tingkat Provinsi Jambi (2010), Juara II Lomba Dasa Wisma Tingkat Kelurahan Jambi (2011), Juara II Lomba Memasak 3B Tingkat Kecamatan (2011), dan Juara I Lomba Posyandu Tingkat Nasional (2011).

Didepan peserta acara kegiatan advokasi dan pengembangan kota layak anak di Hotel Ceria Jambi (12/10/2011), diungkapkan Syahril Samirin dalam pamaparannya seraya mengutip berbagai sumber, menurutnya sebuah gagasan Kota Ramah Anak (KRA) diambil dari sebuah penelitian ‘Children Perception of Enviroment’ yang dilakukan pertama kali oleh Kevin Lynch, pada tahun 1971-1975 di 4 kota di dunia, masing-masing yaitu; Melbourne (Australia), Warsawa (Polandia), Salta (Argentina) dan Mexico City (Distrido Federal Meksiko).

Hasil penelitian Kevin Lynch tersebut, kata Syahril, dia menyebutkan sebuah lingkungan kota yang terbaik untuk anak, adalah yang mempunyai komunitas yang kuat secara fisik dan sosial, mempunyai aturan yang jelas dan tegas, sekaligus memberi kesempatan kepada anak untuk mempelajari dan menyelidiki lingkungan dan dunia mereka.

Dilatar belakangi alasan itu, tambah Syahril, sejalan dengan semangat World Summit on Sustainable Development (WSSD) 2002 di Johannesburg (Afrika Sekatan), maka Kota Jambi telah ditetapkan sebagai KRA (Kota Ramah Anak), dengan alasan, yakni Kota Jambi merupakan tempat terkonsentrasinya penduduk, yang mengakibatkan tingginya peningkatan proporsi anak yang berdomisili di kota, paparnya.

Sebagian kota tidak ramah anak, jelas Syahril Samirin, bahkan sedikit sekali yang memperhatikan segala kebutuhan hak dan prioritas anak saat ini. Meningkatnya anak yang hidup dalam kemiskinan, serta anak yang tinggal di wilayah perkotaan berada dibawah ancaman kondisi lalu lintas, kekerasan dan polusi. Sehingga harapannya, Kota merupakan tempat terjadinya peningkatan proporsi anak (kepadatan penduduk tinggi), untuk mewujudkan Kota Ramah Anak (KRA), konsep kota layak anak maka kota menjamin hak-hak setiap anak sebagai warga kota, diantaranya melalui kontribusi terhadap kebijakan yang akan mempengaruhi kotanya, mengekspresikan pendapat mereka tentang kota yang mereka inginkan, serta berpartisipasi dalam kehidupan keluarga, komunitas, dan sosial dan berpartisipasi dalam kegiatan budaya dan sosial, urainya menjelaskan.

Selayang Pandang RT.21

Kondisi dan gambaran umum wilayah RT.21, merupakan salah satu RT (Rukun Tetangga) yang ada dalam wilayah Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi. Didiami kurang lebih 130 Kepala Keluarga, dengan berbagai etnis dan suku, seperti suku Jawa, Padang, Jambi, Bugis, Melayu, Banjar, Batak, dan Palembang.

Secara administratif, RT.21 mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut; sebelah Timur berbatasan dengan RT.46 Kecamatan Jelutung; sebelah Barat berbatasan dengan RT.03 Kecamatan Kota Baru; sebelah Selatan berbatasan dengan RT.33, dan RT.05 Kecamatan Kota Baru; dan sebelah Utara berbatasan dengan RT.27 Kecamatan Kota Baru.

Dikatakan Ketua RT.21, Syahril Samirin, untuk memberdayakan potensi yang ada di tengah masyarakat, khususnya warga RT.21 Kelurahan Paal Lima, pihaknya telah mendirikan suatu unit kawasan terpadu, sekaligus dapat menampung berbagai kegiatan dan aktivitas warga masyarakat, yakni ‘Kampung Terpadu Mandiri Bhakti Bersama’.

Secara harfiah (menurut kamus Bahasa Indonesia), papar Syahril, dapat diartikan sebagai berikut; Kampung, kelompok rumah yang merupakan bagian kota (biasanya dihuni Orang yang berpenghasilan rendah); Terpadu, sudah dipadu (disatukan, dilebur menjadi satu); Mandiri, keadaan yang dapat berdiri sendiri, tidak bergantung pada orang lain; Bhakti, kasih, tunduk dan hormat (perbuatan yang menyatakan setia); Bersama, berbarengan dan serentak.

Disamping itu, tambah Syahril menyebutkan, terdapat juga program pokok Kelurahan Layak Anak (KLA) di wilayah RT.21, diantaranya yakni non diskriminasi dan semua anak setara, kepentingan terbaik bagi anak, keberlanjutan dan kelangsungan hidup, tumbuh kembang anak, perlindungan, bersatu dan peduli.

Adapun berbagai kegiatan yang telah dilakukan, telah dibentuk Komunitas Pemuda 21 Bersatu dan Peduli. Telah dibentuk Ikatan Silaturahmi Putera Puteri Perdana Raya 21, pendirian taman bacaan masyarakat yang khusus diperuntukan bagi anak-anak, serta PAMI.

Target dan rencana kerja di RT.21 sebagai Kelurahan Ramah Anak, kata Syahril, pihaknya akan membangun ‘Rumah Kreatif’ dalam rangka menumbuh kembangkan kreativitas anak di wilayahnya, tumbuh kembang anak dan perlindungannya.

Kemudian untuk mendukung ide dan gagasannya tersebut, pihaknya membangun berbagai fasilitas umum lainnya di wilayah RT.21, sebagai cikal bakal Kelurahan Ramah Anak.

Adapun fasilitas yang tersedia dalam rangka terwujudnya RT.21 sebagai Kelurahan Ramah Anak, beber Syahril yakni, SPS PAUD Kaswari 21, Posyandu, taman bacaan masyarakat, fasilitas olahraga, lapangan bermain, terbentuknya KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), terbentuknya PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), kelompok PPL, kelompok BKB, kelompok PAMI, dan lainnya.

“Kelurahan ramah anak, ayo bermain dan belajar bersama,” demikian sebutnya.

Afrizal/B21