Inilah 14 Kriteria Penduduk Miskin ‘Program Samisake’ Jambi EMAS


Kepala Bappeda Provinsi Jambi, Ahmad Fauzi Ansori, melalui Kepala UPTB pada Kantor Bappeda Pemerintah Provinsi Jambi, Riswandi merinci, ada 14 kriteria penduduk miskin atau cluster 3, sebagai kelompok sasaran pembangunan terhadap penduduk sangat miskin dalam pelaksanaan program Samisake (Satu Milyar Satu Kecamatan) yang dilaksanakan oleh Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus (HBA) ini, yang bertujuan untuk mengakselarasikan percepatan pembangunan di wilayah Provinsi Jambi selama lima tahun kedepan, sejak 2011 sampai 2015 yang akan datang.

Untuk diketahui, seperti diberitakan sebelumnya oleh media online ini, program Samisake yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jambi ini, merupakan sebuah program yang ditujukan untuk mengakselerasikan percepatan pembangunan di seluruh wilayah Provinsi Jambi. Dimana, setiap kecamatan akan dialokasikan dana sebesar Rp.1 Milyar, yang bertujuan untuk mengurangi ketimpangan pembangunan antar wilayah, meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat, dan meningkatkan denyut perekonomian di Desa. Program Samisake ini juga, dilaksanakan sebagai bentuk perwujudan pembangunan yang berorientasi pada pro-poor, pro-job, dan pro-environment, yang sejalan dengan strategi pembangunan Nasional.

Adapun dibawah ini, 14 kriteria kelompok sasaran pembangunan program Samisake ini bagi penduduk sangat miskin di wilayah Provinsi Jambi, yang dipaparkan Kepala UPTB Kantor Bappeda Provinsi Jambi, Riswandi kepada berita21.com, yakni terdiri dari:

1. Luas lantai bangunan tempat tinggal, kurang dari 8 meter persegi/orang.

2. Jenis lantai bangunan tempat tinggal, terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan.

3. Jenis dinding tempat tinggal, terbuat dari bambu/rumbia/kayu berkualitas rendah/tembok di plester.

4. Tidak memiliki fasilitas buang air besar/bersama-sama dengan rumah tangga lain.

5. Sumber penerangan rumah tangga, tidak menggunakan listrik.

6. Sumber air minum berasal dari sumur/mata air tidak terlindung/sungai/air hujan.

7. Bahan bakar untuk memasak sehari-hari, adalah kayu bakar/arang/minyak tanah.

8. Mengkonsumsi daging/susu/ayam satu kali dalam seminggu.

9. Membeli 1 stel pakaian dalam setahun.

10. Sanggup makan satu/dua kali dalam sehari.

11. Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di Puskesmas/Poliklinik.

12. Pendidikan tertinggi Kepala Rumah Tangga, tidak sekolah/tidak tamat SD (Sekoolah Dasar)/hanya SD.

13. Sumber penghasilan Kepala Rumah Tangga, adalah petani dengan luas lahan 0,5 hektar, atau buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan, atau pekerjaan lain.

14. Pendapatan di bawah Rp.600.000/bulan, dan tidak memiliki tabungan/barang yang mudah dijual dengan nilai Rp.500.000, seperti; sepeda motor, baik kredit atau non kredit, emas, ternak, kapal motor, dan barang modal lain.

Afrizal/B21