Dishub Pemprov Jambi Janji Tindak Tegas Pelanggar Kendaraan Angkutan Muatan Barang Melebihi Ketentuan


Dalam rangka sosialisasi kebijakan di bidang Perhubungan Darat, terkait ketentuan berat muatan pada jenis kendaraan angkutan barang dalam wilayah Provinsi Jambi, yang sekarang ini menjadi perhatian serius di tengah masyarakat Jambi, di Jelutung, Kota Jambi belum lama ini, yang juga dihadiri Kasubdit Pengendalian Operasional pada Kantor Direktorat LLAJ, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan RI, Pandu Yunianto, terungkap beberapa temuan dan fakta yang menjadi pemicu untuk merumuskan solusi kebijakan di sektor Perhubungan Darat, terutama ketentuan berat muatan di jalan yang melebihi tonase, akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Jambi, P. Bernhard Panjaitan, menyatakan penyelenggaraan sosialisasi kali ini, memberikan makna, terutama bagi seluruh petugas dan jajaran di lingkungan Dinas Perhubungan Provinsi, Dinas Perhubungan Kabupaten dan Kota dalam wilayah Provinsi Jambi, terkait kebijakan di sektor Perhubungan Darat dalam mengantisipasi perubahan-perubahan yang bersifat strategis, dan perkembangan di bidang transportasi yang lebih kompleks di masa-masa yang akan datang.

“Penyelenggaraan sosialisasi ini, memberikan makna bagi kita semua. Selain untuk menambah pengetahuan dan wawasan, khususnya di sektor Perhubungan Darat, sekaligus juga sebagai tempat untuk saling bertukar pikiran, penyampaian ide, inovasi, dan saran di dalam menghadapi perkembangan transportasi yang lebih kompleks, serta perubahan yang bersifat strategis, yang mesti kita antisipasi bersama,” paparnya.

Disinggung oleh Bernhard, merujuk pada satu masalah yang telah menjadi perhatian dan sorotan di tengah masyarakat Jambi, soal kerusakan jalan yang sangat parah di Jalur Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Paal Merah Lama, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi sekarang ini, akibat kendaraan yang melintasi jalan tersebut melebihi tonase yang ditentukan. Menurut Kadis, jalan rusak di Jalur Jalan Lingkar Selatan itu, mendapat sorotan yang tajam saat ini, dan menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat dipikul bersama oleh seluruh jajaran petugas Dinas Perhubungan.

Dimana jalur jalan lingkar itu, tambah Bernhard, mengalami rusak berat akibat kendaraan yang melalui jalan tersebut melebihi tonase yang diizinkan sehingga berdampak terjadinya pemblokiran jalan oleh masyarakat setempat. Oleh sebab itu, tambah Bernhard, pihaknya mengingatkan melakukan upaya bentuk pengawasan yang lebih ekstra keras terhadap kendaraan angkutan barang yang melintasi jalan tersebut, khususnya kendaraan angkutan batubara dan CPO (Crude Palm Oil) di pusat-pusat sentra produksi sehingga diperlukan adanya kerja sama antara pemerintah daerah kabupaten/kota dengan Pemerintah Provinsi Jambi untuk mengawasi kendaraan angkutan barang, terutama kendaraan angkutan batubara dan CPO, secara terpadu dan bersama-sama di wilayah masing-masing.

“Dengan pelaksanaan kegiatan ini, kita harapkan bersama dapat memecahkan beberapa persoalan yang selama ini kita hadapi, baik pada tataran kebijakan maupun pada tataran operasional di lapangan,” harap Bernhard kembali mengingatkan.

Disamping itu juga, kadis kembali menegaskan untuk menindak keras terhadap seluruh kendaraan angkutan barang yang nakal, sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku, janjinya. Karena alasan Berhard, masalah tersebut sangat membahayakan keselamatan bagi pengguna jalan yang lain, urainya di hadapan peserta kegiatan sosialisasi kebijakan di bidang Perhubungan Darat, bertajuk ’Membangun Komitmen dan Kebersamaan di dalam Mendukung Zero Overloading dan Zero Accident’ kali ini.

Afrizal/B21

Iklan