Pesilat Jambi Turun Tanpa Beban, Targetkan 1 Emas


Kejuaraan Nasional Pencak Silat antar PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) tahun 2011 yang diselenggarakan selama 5 hari, sejak 26-30 November ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar. Wagub Fachrori Umar menyampaikan, junjung sportifitas dalam bertanding dan tingkatkan prestasi olahraga Indonesia, melalui kejuaraan nasional (kejurnas) pencak silat tingkat pelajar kali ini. Sehingga ke depan nantinya, papar wagub, banyak atlet-atlet pencak silat tanah air yang tampil mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia di tingkat regional dan internasional, maupun di dunia.

Penyelenggaraan kejurnas pencak silat antar PPLP se-Indonesia tersebut melibatkan ratusan atlet, pelatih maupun official dari seluruh peserta kontingen berbagai daerah di Indonesia, minus Provinsi Papua.

Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas Pencak Silat antar PPLP se-Indonesia tahun 2011 ini, Husairi, yang juga Kepala Bidang Olahraga pada Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Pemerintah Provinsi Jambi menyebutkan jumlah peserta, baik atlet, pelatih dan official yang mengikuti kejurnas pencak silat antar PPLP seluruh daerah ini, yakni total 361 orang.

Dengan rincian yaitu, 257 pesilat putra dan putri, 151 atlet putra dan 110 atlet putri. Jumlah pelatih yang ikut dalam kejurnas kali ini, yakni totalnya mencapai 58 orang, dengan rincian 53 pelatih putra dan 6 orang pelatih putri. Sedangkan official, totalnya mencapai 40 orang, dengan rincian 38 putra dan 3 putri. Untuk penyelenggaraan kejuaraan nasional pencak silat antar PPLP seluruh Indonesia ini, biayanya ditanggung sepenuhnya melalui anggaran APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia tahun 2011.

Pada kesempatan itu juga, perwakilan dari Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, yakni Asisten Deputi Sentra Keolahragaan, Rd. Isnanta dalam arahannya menyampaikan kepada seluruh peserta, terutama para pembina dan atlet pesilat dari PPLP di seluruh Indonesia yang hadir pada kejurnas kali ini, untuk lebih giat dan terus tingkatkan prestasi yang lebih tinggi untuk kesinambungan prestasi olahraga Indonesia, khususnya cabang olahraga pencak silat nasional di masa-masa yang akan datang.

Disamping itu, Isnanta juga mengharapkan ada perhatian yang lebih serius dari pemerintah daerah untuk meningkatkan dan memajukan prestasi atlet-atlet pencak silatnya, terutama para atlet PPLP di seluruh tanah air ini, sehingga muncul bibit-bit baru di pentas nasional yang tampil mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia, paparnya.

Diikuti 29 Kontingen Minus Papua

Disela-sela itu saat disinggung target prestasi pesilat asal Jambi pada Kejurnas Pencak Silat antar PPLP se-Nasional ini, secara terpisah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemerintah Provinsi Jambi, Ali Lubis, yang ketika itu didampingi Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga, Hidayat Chatib dan Kepala Bidang Olahraga pada Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Pemerintah Provinsi Jambi, Husairi, Ali Lubis mengungkapkan tanpa beban apapun soal target yang akan diraih para atlet pesilat Jambi. Namun seraya berharap, tambah Ali Lubis, para pesilat Jambi diupayakan untuk memperoleh 1 emas.

“Melihat prestasi Popnas (Pekan Olahraga Pelajar Nasional 2011 di Pekan Baru, Riau) yang lalu, pesilat kita memperoleh 1 perak. Mudah-mudahan, atlet kita dapat memperoleh 1 emas pada kejurnas ini,” terangnya kepada berita21.com.

Untuk diketahui, pada even Kejuaraan Nasional Pencak Silat antar PPLP seluruh Indonesia tahun 2011 ini, Kontingen Jambi menurunkan 7 orang pesilat putra dan putri, yakni 4 atlet putra dan 3 atlet putri, dengan dibimbing 2 orang pelatih putra dan seorang official, sehingga jumlahnya mencapai 10 orang peserta.

Lebih lanjut dijelaskan Ali Lubis, ajang kejuaraan nasional antar PPLP se-Indonesia untuk cabang olah raga pencak silat ini, merupakan bahan kajian dan evaluasi prestasi atlet pesilat Jambi untuk menghadapi berbagai ajang lomba dan kejuaraan-kejuaraan tingkat pelajar, baik skala lokal maupun tingkat nasional.

Disamping itu ketika menanggapi kegagalan yang bakal diraih para pesilat Jambi pada kejurnas kali ini terkait beban moral yang akan ditanggung Kontingen Jambi selaku tuan rumah apabila gagal meraih medali nantinya, tambah Ali Lubis, soal itu tentu ada kesalahan pada hal teknis.

“Itu berarti, ada something wrong. Bisa saja soal teknisnya, atau ada kesalahan pada program schedulnya, atau sumber daya manusianya baik fisik maupun mentalnya, atau juga masalah anggaran juga bisa. Karena khan, ini menyangkut soal peningkatan sarana dan fasilitas kesejahteraan para atlet dan prasarana lainnya. Dan itu, tentunya, semuanya akan kita evaluasi ke depannya,” kilah Ali Lubis menambahkan.

Hal senada juga diungkapkan pelatih atlet pesilat Jambi, Rabuan Hamzah kepada berita21.com. Rabuan menjelaskan, untuk kejurnas kali ini, Kontingen Jambi menurunkan 7 pesilat, 5 putra dan 2 putri untuk 7 kelas yang dipertandingkan. Masing-masing kelas yang dilombakan itu, sebut Rabuan, untuk kelas putra, yakni A, C, D, E dan I. Sedangkan kelas putri, yakni A dan B.

Untuk target kali ini, tambah Rabuan, pihaknya turun tanpa beban, dan dia sangat berharap pada kejurnas ini, para pesilat Jambi bisa memperoleh medali.

“Terus terang, ajang kejurnas ini hanya sebagai ajang evaluasi diri bagi adik-adik, serta untuk melihat sampai sejauh mana kemampuan yang bakal diraih atlet nantinya, dalam kejurnas ini. Sehingga nantinya, dapat ditingkatkan apa-apa saja yang menjadi kendala atlet karena kemampuan yang kita bina saat ini baru setahun ini,” jelasnya.

Adapun ke-29 kontingen PPLP daerah yang mengikuti Kejuaraan Nasional Pencak Silat antar PPLP tersebut, masing-masing yaitu Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung (Babel), Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua Barat, Sulawesi Barat, SMA Ragunan (SMA Negeri Ragunan di wilayah Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta), Kepulauan Riau, Kutai (maksudnya Kutai Kertanegara, salah satu kabupaten di wilayah Kabupaten Kalimantan Timur) dan Tanggerang (maksudnya Kota Tanggerang, salah satu kota di wilayah Provinsi Banten).

Afrizal/B21