Bersyukur Kader Golkar Semarang Tidak Kena KPK


Semarang – Berita21: Tidak terlibatnya anggota Partai Golkar Kota Semarang dalam kasus penyuapan yang tertangkap basah oleh KPK, ditanggapi positif oleh pengamat politik Undip Teguh Yuwono. Teguh menilai peristiwa ini menandai akan kembali besarnya partai Golkar di masa yang akan datang.

Penilaian itu disampaikan Teguh Yuwono dihadapan tiga ratusan kader Golkar yang hadir dalam reses anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Sasmito, SH di Ungaran Minggu (27/11). “Kasus suap yang menimpa Sekda dan 2 anggota DPRD Kota Semarang dari PAN dan Demokrat seakan menjadi kado bagi SBY dan Hatta Rajasa. Saya melihat kasus ini merupakan pertanda bakal turunnya popularitas kedua partai ini pada pemilu mendatang,” ungkap Teguh.

Menurut Teguh Yuwono, kondisi ini harus dimanfaatkan oleh Partai Golkar kalau ingin kembali memenangkan pemilu 2014 yang akan datang. Kasus suap maupun korupsi yang lain banyak ditemukan dan melibatkan kader elit partai pemenang pemilu 2009 ini. Masih hangat di ingatan masyarakat tertangkapnya elit partai demokrat Nazarudin yang menyebut keterlibatan ketua umumnya.

Kondisi ini menurut Teguh menjadi pertanda bakal kembalinya Partai Golkar menjadi pemenang pada pemilu mendatang. “Saya bersyukur kader partai Golkar tidak ikut tertangkap KPK, Kalau sampai ada yang tertangkap, habislah Partai Golkar Kota Semarang,” kata Teguh.

Selain Teguh Yuwono, reses kali ini dihadiri juga oleh segenap pengurus Partai Golkar Kabupaten Semarang yang dipimpin ketuanya mantan Bupati Semarang ambar Fathonah dan jajaran pengurus DPD Golkar Jawa Tengah.

Pada kesempatan tersebut, Sasmito berjanji akan memperjuangkan aspirasi kader Golkar yang selama ini menjadi konstituen dirinya. “Silahkan mengajukan proposal, dan proposalnya harus benar dan sesuai aturan. Ada staf Fraksi Partai Golkar yang siap membantu membimbing membuatkan proposal agar benar dan sesuai ketentuan,” kata legislator yang juga Wakil Ketua Komisi D ini.

Sasmito menambahkan, meski pihaknya berada di Komisi D, namun dirinya tidak akan memperjuangkan bantuan yang hanya terkait dengan pembangunan infrastruktur saja, namun juga bidang yang lain.
Kholis/B21