Ditekan Buruh, Kepala Dinas Tenaga Kerja Gelagapan


Semarang-Berita21: Diancam akan dijadikan Batam kedua (rusuh buruh=red), Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Tengah Edison Ambarura gelagapan dan menyanggupi akan melakukan revisi keputusan tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang baru saja diputuskan tanggal 18 November kemarin.

Dalam pertemuan dengan perwakilan buruh yang melakukan unjuk rasa di Jalan Pahlawan depan kantor Gubernur Jawa Tengah Selasa (29/11), Edison memberikan jaminan bahwa Gubernur akan melakukan revisi UMK esok hari. “Saya jaminannya, besok (20/11) saya akan kumpulkan wartawan dan sampaikan revisi UMK untuk 2 wilayah, masing masing Kota dan Kabupaten Semarang,” ungkap Edison.

Namun ketika didesak menyangkut besaran angka yang direvisi, Edison menolak untuk memberi penjelasan. Dia berkilah bahwa kewenangan ada pada Gubernur untuk menentukan besaran revisi UMK. “Jangan didesak seperti ini, ini kewenangan bapak gubernur, tunggu besoklah,” kata Edison.

Demonstrasi buruh menolak Keputusan Gubernur soal UMK, pagi hingga petang tadi masih berlangsung. Massa yang berjumlah sekitar 2000 orang, datang dalam dua sift. Hal ini dikarenakan para buruh yang bekerja pagi tidak dapat ikut demo dan baru bisa ikut sore harinya. “Massa buruh terdiri dari tiga shift, kalau tidak tercapai kesepakatan maka buruh akan bermalam di jalan Pahlawan dan menjadikan Semarang sebagai Batam kedua,” kata koordinator demo Nanang setiawan.

Kholis/B21