Gambaran Situasi HIV dan AIDS di Provinsi Jambi


Diungkapkan Ketua KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Provinsi Jambi, Hasan Basri Agus, melalui Penanggung Jawab Pengelola Program pada Kantor KPA Provinsi Jambi, Ferdia Prakarsa kepada berita21.com, Ferdi mengungkapkan berdasarkan sumber data dari Kantor Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jambi per Oktober 2011, gambaran situasi HIV (Human Immuno Deficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) secara komulatif dari 1999-31 September 2011 di Provinsi Jambi tercatat jumlah pengidap HIV dan kasus AIDS mencapai 555 kasus, terdiri dari kasus AIDS yakni 283, infeksi HIV 272, dan yang telah meninggal dunia mencapai 105 orang.

Jumlah tersebut, sebut Ferdi, tersebar di 10 kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi, yakni Kabupaten Batang Hari, Muaro Jambi, Tebo, Bungo, Merangin, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Kerinci serta Kota Jambi. Hanya saja sampai saat ini justru di Kota Sungai Penuh yang belum tercatat dan melaporkan adanya kasus HIV dan AIDS. “Ratio kasus AIDS antara laki-laki dan perempuan 5,1:1,” imbuhnya.

Seraya mengutip dari data laporan Kepala Bidang P2PL (Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan) pada Kantor Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jambi, Erwita, dipaparkan Ferdia Prakarsa, menurutnya cara penularan kasus AIDS di Provinsi Jambi secara komulatif tercatat melalui, IDU 63,3 persen, heteroseks 28,3 persen dan homoseks 5,7 persen.

Proporsi komulatif kasus AIDS yang tertinggi, yang tercatat adalah pada kelompok umur >25 tahun yakni sebesar, 84,09 persen. Disusul kelompok umur 20-24 tahun sebesar 14,13 persen, kelompok umur 15-19 tahun mencapai 0,35 persen, dan pada kelompok umur 0-5 tahun yakni 37,10 persen.

Periode Januari-31 September 2011

Disamping itu juga, Ferdia Prakarsa melaporkan gambaran situasi HIV dan AIDS sepanjang periode Januari-31 Juni 2011 yang lalu, kasus AIDS dan infeksi HIV yang tercatat atau dilaporkan sebanyak 33 kasus. Terdiri dari, kasus AIDS 37, infeksi HIV 26, dan meninggal dunia sebanyak 4 kasus.

“Semuanya tersebar di 8 wilayah kabupaten dan kota, seperti Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Bungo, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Batang Hari, dan Kabupaten Tebo,” urainya.

Sedangkan situasi HIV dan AIDS periode Juli-31 September 2011, yang tercatat atau dilaporkan sebanyak 33 kasus, terdiri dari kasus AIDS 19, infeksi HIV 11, dan meninggal dunia sebanyak 3 orang. “tersebar di 6 wilayah kabupaten dan kota, seperti Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Batang Hari, Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” tambahnya.

Afrizal/B21

Iklan