Kaspul : Saya Sangat Risau, dengan Tingginya Kasus HIV/AIDS di Kota Jambi


Tingginya kasus HIV (Human Immuno Deficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di wilayah Kota Jambi dari catatan laporan perkembangan situasi HIV dan AIDS di wilayah Provinsi Jambi, Kantor Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jambi, selama Januari-31 September 2011 ini saja, tercatat atau dilaporkan kasus AIDS dan infeksi HIV wilayah Kota Jambi masih terus terjadi. Tentu hal ini menjadi perhatian yang sangat serius dan sungguh-sungguh dari berbagai pihak, salah satunya Kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pemerintah Kota Jambi.

Untuk diketahui, situasi HIV/AIDS secara komulatif dari tahun 1999 sampai dengan 31 September 2011 tercatat jumlah pengidap HIV dan kasus AIDS yang tercatat atau dilaporkan sebanyak 555 kasus, masing-masing terdiri dari kasus AIDS sebanyak 283, infeksi HIV 272 kasus, dan yang meninggal dunia mencapai 105 orang.

Terkait peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2011, yang jatuh pada 1 Desember ini. Terkait masih adanya kasus-kasus HIV/AIDS yang ada di wilayah Kota Jambi, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pemerintah Kota Jambi, Kaspul kepada berita21.com mengakui dirinya sangat risau dan mengkhawatirkan gejala perkembangan situasi yang terjadi di wilayah Kota Jambi.

Dipaparkan Kaspul, Kota Jambi, sebagai ibukota Provinsi Jambi sekaligus sebagai kota lintas perdagangan dan jasa serta lalu lintas orang keluar masuk ke wilayah ‘Bumi Tanah Pilih Pesako Betuah’ yang sedang tumbuh dan berkembang pesat sekarang ini, menurutnya berakibat langsung dengan berbagai permasalahan sosial kemasyarakatan yang ada, salah satunya adalah resiko penularan HIV dan AIDS, para gelandangan dan PSK (pekerja seks komersial).

“Kota Jambi, sebagai kota lintas perdagangan, lalu lintas orang dan jasa dan sedang tumbuh dan berkembang pesat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk dan ekonomi sekarang ini, tentu berbagai permasalahan sosial pasti ada, seperti penularan dan penyebaran HIV/AIDS, gelandangan dan PSK, tentu hal itu menjadi masalah yang aktual saat ini. Saya sangat risau, dengan tingginya kasus penularan HIV/AIDS di Kota Jambi ini,” tuturnya.

Ditambahkan Kaspul, terkait dengan tingginya kasus-kasus HIV/AIDS yang ada di wilayah Kota Jambi, diakuinya sangat merisaukan dirinya. Pasalnya penularan HIV dan AIDS ini, sebut Kaspul, paling banyak terjadi di tingkat kelompok usia produktif, yakni antara usia 18-40 tahun.

“Pada kelompok (kelompok usia produktif) ini, sangat beresiko sekali. Mereka mampu bekerja apa saja, dan sangat rentan resiko yang akan terjadi pada dirinya. Tentunya kita terus upayakan, termasuk juga upaya bagaimana penyelamatan untuk generasi yang akan datang.

Untuk menyelamatkan mereka bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi semua pihak, baik masyarakatnya maupun semua komponen bangsa untuk menyelamatkan mereka dari (penularan) HIV/AIDS, dan ini menjadi perhatian yang sungguh-sungguh oleh semua pihak,” urainya menjelaskan.

Dijelaskannya, kasus-kasus HIV dan AIDS sudah sangat mengglobal dan merupakan sebuah fenomena yang banyak terjadi di seluruh belahan dunia, termasuk di wilayah Indonesia juga di daerah Kota Jambi yang sedang tumbuh dan berkembang sekarang ini. Dikatakan Kaspul, diakuinya bahwa penularan dan kasus HIV/AIDS di Kota Jambi sudah sangat mengkhawatirkan, disamping itu juga permasalahan sosial lainnya yang kini terjadi di tengah masyarakat, seperti penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan penggunaan jarum suntik secara ilegal merupakan pencetus yang menyebabkan tingginya kasus-kasus HIV dan AIDS, paparnya.

Kendati demikian solusi yang tepat saat ini dilakukannya, dikatakan Kaspul, Pemerintah Kota Jambi terus berupaya keras untuk mengatasi penyakit-penyakit sosial tersebut, yakni melalui perlindungan dan pembinaan anak sejak usia dini, seperti mengaktifkan kegiatan kelompok Pengajian antara Mahgrib dan Isya (PAMI). Melakukan sosialisasi dan penyuluhan ke seluruh sekolah-sekolah mulai jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) tentang bahaya dan akibat penyalahgunaan narkoba, melakukan penyebaran media kampanye melalui brosur, leaflet, serta melakukan operasi razia secara rutin ke sekolah-sekolah sebagai bentuk tindakan preventif.

Selanjutnya masih dipaparkan Kaspul, terkait perlindungan dan upaya penyelamatan kepada kelompok usia produktif ini, pihaknya ungkap Kaspul, melakukan upaya peningkatan keterampilan kepada pemuda pengangguran agar mereka lebih mandiri dan terhindar dari perilaku yang dapat merugikan dirinya.

“Pemuda pengangguran inilah, yang menjadi sasaran kita sebab mereka sangat beresiko tertular HIV dan AIDS, dan diharapkan melalui pembinaan dan peningkatan keterampilan yang diberikan kepada mereka, mereka dapat bekerja dengan baik dan terhindar dari perilaku yang dapat merugikan dirinya,“ demikian papar Kaspul menambahkan.

Afrizal/B21

Iklan