Serapan Dana Bansos Diperkirakan Merosot


Semarang – Berita21: Serapan dana bantuan sosial (Bansos) tahun 2012 mendatang diperkirakan merosot tajam dibanding tahun tahun sebelumnya.

Merosotnya serapan dana bantuan ini dipicu aturan baru cara pengajuan proposal yang hanya diberi waktu sekitar satu bulan. Singkatnya waktu yang diberikan membuat masyarakat kesulitan mengirimkan proposal pengajuan bantuan.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Penny Dyah Perwitasari mengungkapkan hal itu kepada wartawan di Gedung Berlian, Senin (5/12). “Hanya satu bulan waktu yang disediakan, padahal harus menyelesaikan proposal sebanyak 200 buah. Bagaimana bisa selesai?,” ungkapnya.

Untuk menyelesaikan proposal sebanyak itu, lanjut politisi asli Magelang ini, konstituennya kebanyakan mengalami kesulitan dalam menyusun dan mendapatkan tanda tangan pejabat terkait seperti kepala desa dan camat. Sekalipun sudah menyediakan staf khusus yang siap membantu menyelesaikan proposal, namun kesulitan penyelesaian sesuai target waktu yang disediakan terus saja terjadi.

Anggota DPRD Jawa Tengah termuda hasil pemilu 2009  ini tak segan segan untuk turun sendiri menyelesaikan kesulitan konstituennnya dalam memperoleh tanda tangan pejabat. “Pernah saya datang sendiri ke acaranya pak camat untuk mintakan tanda tangan proposal yang jumlahnya puluhan buah. Ini gara garanya pak camat sulit ditemui oleh konstituen saya karena sibuk. Padahal waktunya sudah mepet,’ jelasnya.

Perbedaan sistem penyampaian proposal aspirasi anggota DPRD Jawa Tengah ini terjadi menyusul keluarnya Permendagri Nomor 32 tahun 2011 yang keluar tertanggal 27 Juli 2011, tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang Bersumber dari APBD. Dalam Permendagri 32 disebutkan dana hibah dan bansos harus terlampir dalam dokumen KUA PPAS tahun anggaran berjalan. Menurut Penny, permendagri tersebut turun setelah RAPBD diparipurnakan dan digedog. Meski demikian lampiran tentang pengeluaran bansos dan hibah harus disusulkan.

Kholis/B21