APBD Jateng 2012 Rp 10,833 triliun


Semarang-Berita21: Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012 diputuskan sebesar Rp 10,833 triliun.Angka itu tertuang dalam revisi APBD Jawa Tengah setelah mendapat tambahan annggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat sebesar Rp 2,834 triliun.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo usai mengikuti rapat paripurna DPRD Jawa Tengah di Gedung Berlian Rabu (7/12). “Ada kebijakan baru penyaluran dana BOS, tidak lagi melalui kabupaten/kota, tapi dikembalikan ke provinsi. Kebijakan baru tentang pencairan BOS tersebut telah mengubah komposisi pendapatan dan belanja dalam APBBD 2012,” ungkapnya.

Secara nasional dana BOS juga mengalami peningkatan dari tahun kemarin. Pada 2011, nominal BOS Rp 16 triliun, sedangkan 2012 naik 43,75 persen menjadi Rp 23 triliun. Sehingga setiap siswa pada jenjang SD akan mendapatkan dana bantuan Rp580.000 per tahundan jenjang SMP terdapat Rp 710.000 per anak per tahun.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Masruhan Samsurie menyambut positif perubahan penyaluran dana BOS tersebut. Hal ini disebabkan banyaknya kelemahan yang ditemukan dalam penyalurannya ketika ditangani kabupaten/kota. “Sebagian besar penyaluran dana BOS mengalami keterlambatan. Kondisi ini tentu saja menghambat proses belajar mengajar,” jelasnya.

Ketua fraksi PPP ini menambahkan, terlambatnya penyaluran dana BOS sangat dirasakan dampaknya oleh sekolah sekolah kecil, apalagi yang terletak di pelosok yang menggantungkan bea operasional dari dana BOS. Ia mencontohkan, pencairan BOS triwulan ke-IV (Juli-September) beberapa waktu lalu di beberapa daerah molor hingga beberapa bulan. Akibatnya, sejumlah sekolah harus mencari hutangan untuk memenuhi kebutuhan operasional sekolah.

Beberapa daerah yang mengalami penundaan pencairan dana BOS seperti Demak, Kabupaten Semarang dan Kota Semarang. “Mestinya pencairan dana BOS triwulan ke-IV itu turun pada bulan Oktober kemarin, kalau sampai sekarang belum turun bagimana dana operasional bisa dipenuhi. Dan dengan kejadian ini pada ahirnya peserta didik dan guru yang dirugikan,” pungkasnya.

Kholis/B21