LSI Dilaporkan ke FIFA


Semarang-Berita21: Penyelenggara dan peserta Liga Super Indonesia (LSI) akan dilaporkan ke Asian Football Confederation (AFC) dan federation International Football Assosiation (FIFA) segera setelah semua materi laporan tentang pelaksanaan Liga Indonesia selesai disusun. Sangsi terhadap tim tim peserta LSI juga sudah menunggu.

Hal tersebut ditegaskan oleh ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Prof. Dr. Djohar Arifin usai menyaksikan laga perdana kompetisi Divisi Utama Indonesia Primer League (IPL) antara PSIS Semarang melawan Persik Kediri, Sabtu (10/12). “Kita akan segera melaporkan Jalannya Liga Indonesia, tentu saja mereka (ISL=red) akan kita laporkan juga,” ungkapnya.

Kenekatan LSI dan seluruh tim pesertanya yang sampai sekarang masih menggelar kompetisi tandingan ditanggapi serius oleh Djohar. Dia berharap tim tim peserta LSI segera kembali ke kompetisi resmi yang diselenggarakan PSSI. “Disinilah rumah kita, bukan yang lain. Kompetisi diluar PSSI liar dan tidak sah soalnya tidak disahkan oleh PSSI, AFC dan FIFA,” jelas Djohar.

Ketua Umum PSSI yang menggantikan Nurdin Halid pada kongres yang berlangsung panas beberapa waktu yang lalu itu mengharapkan agar orang orang yang bukan pengurus PSSI untuk tidak ikut ikutan mengurus kompetisi sepakbola. Dia berharap demi bangsa dan negara, penyelenggara LSI segera sadar dan mengembalikan kompetisi kepada PSSI. “Selama ini prestasi sepak bola masih seperti ini. Mari kita bangun bersama,” katanya.

Menyinggung soal sangsi bagi tim tim yang berlaga di LSI, Djohar menegaskan bahwa tim-tim tersebut akan turun satu level ke kompetisi dibawahnya. “Yang tidak mau bermain (di PSSI) otomatis turun level,” katanya.
Kholis/B21