Bambang Guritno Belum Tertangkap Kapolda Minta Maaf


Semarang-Berita21: Belum tertangkapnya Mantan Bupati Semarang Bambang Guritno yang menjadi terpidana kasus korupsi buku ajar tahun 2004 yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 3,353 miliar, membuat Kapolda Jateng Didik Tri Widodo prihatin dan minta maaf kepada masyarakat. Permintaan maaf ini disampaikan dalam diskusi akhir tahun Indonesia Police Watch (IPW) Jawa Tengah di Hotel Pandanaran Semarang, Senin (12/12).

Pada kesempatan itu Kapolda menyampaikan bahwa mantan kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kajati) Salman Maryadi secara khusus menitipkan amanah agar Bambang Guritno ditangkap. “Secara khusus mantan Kajati (salman=red) pernah menyampaikan kepada saya agar menangkap Bambang Guritno. Sayang foto yang kami terima foto lama dan sampai sekarang belum berhasil kami tangkap,” ungkapnya.

Belum tertangkapnya Bambang Guritno, lanjut Kapolda, disinyalir karena ada sebagian masyarakat yang menyembunyikan keberadaan terpidana. Menurutnya aparat kepolisian sudah berusaha mencari keberadaan terpidana, namun belum berhasil menemukan. “Bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan mantan Bupati Semarang, Diharap menginformasikan kepada kepolisian terdekat,” bebernya.

Lebih lanjut Didik menjelaskan, mencari keberadaan seseorang yang berada di tengah tengah masyarakat sendiri lebih sulit dibanding di negara lain. Hal ini dimungkinkan karena ada kekuatan yang mencoba melindungi. Sebagai seorang mantan bupati, Bambang Guritno tentu saja memiliki pendukung fanatik. Mereka inilah yang diperkirakan melindungi terpidana dari tangkapan aparat kepolisian.

“Kasus Bambang Guritno ini menjadi PR bagi saya, saya minta maaf belum berhasil menangkap dia,” pungkas kapolda.

Bambang Guritno divonis 2 tahun oleh pengadilan Negeri Kabupaten Semarang dengan denda Rp. 100 juta subsider 3 bulan kurungan. Atas putusan tersebut, Bambang Guritno mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Tengah. Saat itu PT mengurangi hukumannya menjadi 1 tahun penjara, dan denda Rp. 50 juta subsider 1 bulan penjara. Atas putusan tersebut, baik terpidana maupun jaksa mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Mahkamah Agung kemudian mengeluarkan putusan nomor 793 K/PIDSUS/2009 dengan menolak kasasi terpidana dan menguatkan putusan Pengadilan Tinggi yakni pidana penjara 1 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan penjara.

Selama menjalani proses hukuman, Bambang Guritno pernah mendekam di LP Ambarawa selama 1 bulan. Dengan demikian dia masih harus menjalani sisa hukuman selama 11 bulan sebagaimana putusan Mahkamah Agung.

Kholis/B21

Iklan