Jambi Urutan 6 Nasional untuk Pengguna Narkoba


Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi merilis tentang penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (narkotika dan obat atau bahan berbahaya, atau istilah lainnya Napza yakni singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif) yang terjadi di wilayah Provinsi Jambi sudah sangat mengkhawatirkan.

Bahkan telah menempatkan Provinsi Jambi Ranking 6 se-Indonesia dengan jumlah pengguna 50.420 orang pada 2010, dan peringkat ke-16 di Indonesia dalam peredaran narkoba.

Dikatakan Kepala BNN Provinsi Jambi, Kombes Pol. Mohammad Yamin Sumitra, pengguna atau penyalahguna narkoba di Provinsi Jambi menempatkan Ranking 6 di seluruh Indonesia dengan jumlah pengguna mencapai 50.420 orang pada tahun 2010. Sedangkan peredaran narkoba memperoleh Ranking 16 se-Indonesia.

Ditambahkan oleh mantan Dir Binmas Polda Jambi ini, berdasarkan data dari BNN dan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi tentang penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba selama ini, yang diproses hukum di Direktorat Narkoba Polda Jambi selama kurun waktu 2006-2010, trennya selalu meningkat. Dapat dirincikan sebagai berikut, yaitu 270 perkara (2006), 219 perkara (2007), 175 perkara (2008), 266 perkara (2009), dan 227 perkara (2010).

Sementara untuk kasus HIV/AIDS akibat penggunaan narkoba, diungkapkan Yamin, berdasarkan data terakhir yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi pada bulan Oktober 2011 terjadi kasus terinfeksi HIV dan AIDS akibat penggunaan narkoba mencapai 555 orang. “Meninggal dunia akibat narkoba setiap harinya sebanyak 51 orang di seluruh Indonesia,” sebutnya.

BNN Provinsi Jambi, yang resmi dibentuk secara vertikal dengan Badan Narkotika Nasional RI pada 19 April 2011 dengan Kombes Pol. M. Yamin Sumitra sebagai Kepala BNN Provinsi Jambi yang pertama, setelah 3 bulan menjabat berhasil memperoleh penghargaan ‘Datin BNN Award’ dari Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia atas partisipasi aktifnya dalam operasional Sistem Informasi Narkoba (SIN) periode 2010-2011.

Penghargaan ‘Datin BNN Award’ dari Badan Narkotika Nasional ini, diberikan kepada 3 provinsi di seluruh Indonesia, masing-masing BNN Provinsi Jambi, BNN Provinsi Kalimantan Selatan dan BNN Provinsi Kalimantan Barat.

Untuk diketahui, dari sumber BNN Provinsi Jambi, disebutkan angka kriminalitas penyalahgunaan narkoba di wilayah Provinsi Jambi cukup tinggi. Hasil penelitian Universitas Indonesia dan Badan Narkotika Nasional RI pada tahun 2010, penyalahgunaan atau pengguna narkoba sebanyak 50.420 orang dari jumlah penduduk se-Provinsi Jambi yakni 2.834.154 jiwa, dengan urutan 6 Nasional untuk pengguna narkoba dan rangking ke-16 sebagai tjuan peredaran narkona oleh sindikat narkoba internasional di dalam negeri.

“Kurangnya keseriusan dan apatisnya aparat dan masyarakat dalam menghadapi permasalahan narkoba, tidak seperti menghadapi permasalahan isu teroris, wabah DBD (demam berdarah dengue), atau flu burung atau yang lainnya, yang ditangani lebih serius.

Padahal korban meninggal dunia ataupun korban lainnya belum seberapa daripada korban narkotika. Dengan asumsi, bahwa korban meninggal dunia yang disebabkan akibat narkoba, sehari saja rata-rata 51 orang dikalikan 365 hari (1 tahun kalender), jumlahnya sangat luar biasa, yakni 18.615 orang meninggal dunia karena narkoba,” demikian papar Yamin menegaskan.

Afrizal/B21