Penghargaan Jusuf Kalla Di Unissula Semarang


Semarang – Berita21: Di sela-sela kunjungan Jusuf Kalla di UNISSULA (UNIVERSITAS ISALAM SULTAN AGUNG) Semarang, dalam penganugrahan BUDAI AWARD, JK menyempatkan berbincang-bincang dengan pendonor darah dan dokter yang sedang bertugas.

JK mengatakan bahwa donor darah itu penting bagi semua umat manusia, lewat donor darah bisa membantu kehidupan bersama, dan JK pun mewanti-wanti agar para mahasiswa UNISSULA belajar yang tekun agar kelak menjadi kreator-kreator bangsa yang manpu membawa perubahan di negeri ini.

Jusuf kalla pun menaiki bus yang menjadi tempat bagi pendonor untuk pengambilan darah.

“Kita akan dekat dengan masyarakat sehingga sebagai penyedia darah bagi yang membutuhkan akan tersalurkan, kami PMI mengupayakan agar masyarakat peduli dengan kebutuhan-kebutuhan yang sedang terjadi saat ini. Kita harus saling membantu terkait masalah sosial,”kata Mantan Wapres itu.

Seusai acara penganugrahan BUDAI AWARD oleh Rektor UNISSULA PROF Laode M Kamaludin memberi keterangan terkait penganugrahan BUDAI AWARD Tahun 2011 kepada Jusuf Kalla, menurut Laode sosok Jusuf kalla merupakan sosok seorang yang inspiratif dalam mengubah negeri ini.

“Peran serta JK dalam menyelesaikan konflik Aceh, Poso, dan Ambon cukup besar, dan kiprahnya sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) dalam mengkoordinasi bantuan untuk berbagai daerah terkena bencana merupakan sejumlah alasan JK pantas menerima penghargaan,” kata Rektor Unissula Prof Laode M Kamaluddin, usai penyerahan Budai Award 2011 di kampus Unissula Semarang, Senin.

Menurut dia, dalam berbagai bencana yang melanda wilayah di Indonesia, seperti tsunami yang meluluhlantakan Aceh pada 2004, JK sigap mengoordinasi berbagai bantuan, kemudian kiprahnya berlanjut setelah berada di PMI. Budai Award merupakan penghargaan yang diberikan Unissula kepada tokoh nasional dan internasional yang dimulai tiga tahun lalu, pertama kali diberikan kepada M Mahfud MD atas kiprahnya di bidang penegakan hukum.

“Setiap tahun, kami mencari sosok inspiratif untuk menerima Budai Award. Tahun ini kami memilih JK atas peranannya di bidang kemanusiaan selama ini. JK juga dikenal sebagai ‘arsitek perdamaian Aceh,” katanya.

Laode berharap, keteladanan JK dalam mengabdikan dirinya di bidang kemanusiaan tanpa pamrih bisa diteladani dan ditiru generasi muda Indonesia, apalagi JK bukan tipe pejabat yang hanya mau duduk di belakang meja.

Sementara itu, JK mengapresiasi penghargaan yang diberikan kepadanya, seraya mengkritisi berbagai persoalan yang melilit bangsa Indonesia, mulai korupsi, kolusi, sampai aksi-aksi kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini.

Ia menjelaskan, sebagian besar penduduk Indonesia adalah muslim yang seharusnya berpegang pada Islam sebagai bagian hidupnya, namun tidak sebanding dengan situasi sosial yang terjadi, seperti maraknya korupsi.

“Di Indonesia, justru bukan muzakki (pemberi zakat) yang antre memberikan zakat kepada masyarakat miskin, namun mustahik (penerima zakat) yang antre berebut mendapatkan zakat,” kata JK.

Pada penganugerahan Budai Award 2011 di bidang kemanusiaan kepada JK tersebut, diiringi juga peluncuran buku berjudul “Rasulullah Business School” yang merupakan karya terbaru Rektor Unissula Prof Laode M Kamaluddin.

Jusuf kalla juga menanggapi soal msalah Mesuji yang banyak dilontarkan oleh teman-teman wartawan beliau mengatakan bahwa masuji merupakan masalah yang dihadapi petani dan pemilik lahan, seharusnya senergi antara pengelola dan warga setemppat dapat terjadi sehingga tidak akan terjadi masalah yang seharusnya mengoptimalkan warga sekitar, dan anehnya polisi pun ikut menjadi alat bagi pengelola untuk mengusir warga itu menambah masalah.

ILHAM/B21