Penanganan Narkoba di Jambi


Jambi – Berita21: Sebelum diterbitkannya Intruksi Presiden Republik Indonesia Nomor.12 Tahun 2011 keluar, di Provinsi Jambi telah serius dalam penanganan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba). Dapat dikemukakan disini, penulis uraikan sebagai berikut.

Gubernur Jambi, sangat mendukung kegiatan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi dengan memberikan sebuah gedung untuk Kantor BNNP Jambi di lokasi Jalan Zainir Haviz No.1, Kota Baru, Kota Jambi. Bangunan tersebut, merupakan bangunan eks Kamawil Hansip.

Menghibahkan alokasi dana dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Provinsi Jambi) tahun anggaran 2011 sebesar Rp.750 juta. Dana tersebut, dipergunakan untuk membayar gaji para tenaga honorer sebanyak 31 orang. Sosialisasi P4GN ke beberapa kabupaten, 2 kali sidak (inspeksi mendadak), uang perjalanan dinas, dana keperluan kantor, kebutuhan 6 orang personil di BNNP Jambi sebagai kepala bagian dan kepala seksi.

Kemudian, Gubernur Jambi mengintruksikan agar seluruh staf di bawahnya, seluruh jajaran dilingkungan Kantor Sekretariat Daerah dan SKPD Pemerintah Provinsi Jambi supaya tidak menyalahgunakan narkoba, serta bersama-sama melaksanakan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).

Begitupun Kapolda Jambi saat ini, sangat mendukung dengan memenuhi personil BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi)/BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten dan Kota) dengan memberikan bantuan pelaksanaan tugas, baik operasi BNNP, tugas rutin sosialisasi, serta pencegahan melalui penyuluhan bersama. Sesuai tugas, pokok dan fungsinya dalam pelaksanaan tugas di bidang preventif dan penegakkan hukum di seluruh jajarannya.

Provinsi Jambi dengan angka kriminalitas penyalahgunaan narkoba yang tergolong cukup tinggi, dengan luas wilayah mencapai 50.160.05 kilometer persegi. Berdasarkan hasil penelitian dari Universitas Indonesia berkerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2010, bahwa penyalahgunaan/pengguna narkoba telah mencapai 50.420 orang dari seluruh jumlah penduduk se-Provinsi Jambi yang ada saat ini, yakni sebanyak 2.834.154 jiwa. Menduduki ranking ke-6 se-Indonesia. Sementara yang diproses di Direktorat Narkoba Polda Jambi yaitu 266 perkara pada tahun 2009 dan 227 perkara di tahun 2010. Sedangkan BNNP Jambi sudah menangkap 3 orang tersangka, yang telah diserahkan ke Polda Jambi dan jajarannya selama tahun 2011.

Danrem 042/Garuda Putih Jambi pun demikian. Danrem juga membantu tugas-tugas rutin BNNP, melalui kerja sama intelijennya dalam suatu tugas operasi intelijen BNNP. Dan sudah menjadi kegiatan rutin, bila anggota di jajarannya di tes urine melalui uji laboratorium dan hasilnya telah ditindak lanjuti.

Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jambi membantu sosialisasi penyuluhan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), membantu operasi BNNP, laboratorium, rehabilitasi melalui Rumah Sakit Jiwa Jambi, serta pelaporan pengguna narkoba. Dinas Sosial pada Kantor Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintah Provinsi Jambi juga telah membantu mengirimkan Residen sebanyak 10 orang ke Lido, Bogor, Jawa Barat di tahun 2011.

Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) Pemerintah Provinsi Jambi membantu tugas-tugas operasi BNNP. Berkoordinasi dan memberikan informasi serta bersama-sama memantau tempat-tempat yang digunakan untuk peredaran narkoba di Provinsi Jambi.

Dinas Pemuda dan Olahraga Pemerintah Provinsi Jambi, telah melaksanakan penyuluhan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) kepada para pemuda saat pelatihan keterampilan kepemudaan kerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Kantor BKKBN Provinsi Jambi telah memberikan penyuluhan kepada seluruh Kader P4GN, seperti guru, pelajar, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lainnya.

Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Jambi sangat mendukung dalam pelaksanaan Sosialisasi P4GN BNNP Jambi dan pembentukkan Kader P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba). Kemudian menyiapkan guru, mahasiswa, pelajar dengan harapan ke depan masuk dalam kurikulum pelajaran.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi dan seluruh jajaran dibawahnya siap dan mendukung dalam proses penegakkan hukum yang dilaksanakan BNNP Jambi, janji akan memproses sesuai prosedur.

Begitu juga halnya dengan peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lainnya di Provinsi Jambi yang telah berbuat sesuatu untuk Provinsi Jambi, dengan mengirimkan residen, penanganan pasca rehabilitasi. Penangangan para penderita HIV/AIDS berkerja sama antara LSM lokal dengan LSM luar negeri untuk berbuat sesuatu bagi Provinsi Jambi. Demikian juga dengan peran pondok-pondok pesantren yang ada, yang telah memberikan kontribusi yang sangat positif dengan merehabilitasi melalui pengobatan alternatif, yaitu Pondok Pesantren Al Khairot dan Pondok Pesantren Kalimosodo.

Perlu diingat, bahwa korbannya adalah generasi penerus bangsa yang akan memimpin bangsa ini kedepan. Tidak ada lagi saling menyalahkan siapapun, baik karena alasan politik, kepentingan orang perorang/kelompok, perebutan jabatan dan kekuasaan tentang masalah narkoba ini. Mari kita tangani bersama-sama, saling mendukung dan tidak terprovokasi oleh isu negatif atau gosip murahan dari orang-perorang dan kelompok karena untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Para pengedar atau bandar narkoba selalu menggunakan segala cara untuk menghancurkan bangsa ini. Mereka bisa mengusulkan dan mencopot pejabat yang sungguh-sungguh memberantas dan menangani narkoba. Baik secara langsung kepada pihak yang berwenang ataupun melalui pejabat lainnya, dengan berbagai cara mereka menggunakan isu-isu murahan dan gosip yang akan memecah belah persatuan dan keutuhan bangsa ini, mengadu domba antara pejabatnya sehingga timbul kebencian satu sama lain, dengan uang dan pengaruhnya atau dengan cara kekerabatan dan hubungan emosional serta pertalian suku dan daerahnya, mereka berniat untuk menghancurkan tanah air tercinta ini, dengan narkoba.

(Disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi, Kombes Pol. Drs. Mohammad Yamin Sumitra pada Laporan Akhir Tahun 2011)

Afrizal/B21
Iklan