Antisipasi Kenaikan Harga Beras, Bulog Pemkot OP


Parepare, Perubahan cuaca yang terjadi di Kota Parepare Provinsi Sulawesi Selatan pada akhir bulan Desember 2011 hingga memasuki awal Januari 2012, mengakibatkan curah hujan semakin tinggi. Akibatnya, pola tanam petani sawah ikut terganggu.Faktor itu juga menjadi salah satu penyebab naiknya harga beras dan penyebab terkendalanya pendistribusian.

Hasil data survai Badan Pusat Statistik (BPS) kota menyebutkan harga beras bulog dipasaran terjadi lonjakan. Hal ini semakin memperkuat faktor cuaca dapat menjadikan fluktuasinya harga beras. Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) subdivre II Parepare, Pinrang, dan Barru sendiri mengakui, jika pihaknya telah menggelar rapat bersama Pemerintah Kota Pare-Pare yang membahas rencana operasi pasar (OP), untuk mengantisipasi kenaikan harga beras dipasaran.

” Jadi dalam rangka persiapan operasi pasar (OP) telah diadakan rapat yang dipimpin langsung Asisten dua Kota Pare-pare yang juga dihadiri pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Kepala Bagian Ekonomi, Dinas Deperindustrian dan Perdagangan (Deperindag) yang membahas tentang OP, mengingat sesuai laporan BPS, kota pare-pare mengalami kenaikan harga beras, “ jelas Kasubdivre II Parepare, Pinrang, dan Barru, Abdullah Djawas.

Menurutnya, apabila dibandingkan bulan sebelumnya harga beras bulog mengalami kenaikan berkisar 6,7 persen. “Melihat dinamika perkembangan harga itu, Pemerintah Kota pare-pare, mengingkan pihak bulog bisa melakukan operasi pasar. Akan tetapi, kami masih menunggu keputusan bapak Walikota.”jelasnya.

Sementara itu, kenaikan harga beras diakui pihak bulog berkisar Rp.7000 hingga Rp.7100 per Kg dari harga sebelumnya Rp 6800 per Kg. “Kalau harga beras sampai saat ini masih stabil. Namun kami tetap melakukan antisipasi terjadinya gejolak harga yang lebih tinggi. Karena itu, disepakati untuk menggelar OP.”ungkapnya.

Selain itu, untuk seluruh stok beras di sub drivre bulog pare-pare masih berasal dari petani sawah sulawesi selatan dengan wilayah kerja kota pare-pare, kabupaten pinrang dan kab barru. “Jadi seluruh produksi kami untuk tahun 2011 ini berasal dari petani sulsel, sekarang tertampung sebesar 71 ribu ton. Kami juga melakukan pemantauan kondisi petani sawah pada tiga wilayah kerja itu untuk kondisi petani sawah dilapangan cukup baik, sekarang petani sawah sedang melakukan pemeriksaan lahan, selanjutnya olah sawah dan penanaman. “ungkapnya.

Ditambahkannya, stok beras bulog yang ada di kota pare-pare dapat bertahan 15 bulan kedepan, karena itu pihaknya meminta masyarakat tidak perlu khawatir. (iwan)

Iklan