Dinkes Segera Tuntaskan Wabah DBD di Kota Jambi


Jambi – Berita21: Kebijakan Walikota Jambi, Bambang Priyanto selama 2012 ini, dalam rangka menanggulangi wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sudah masuk kategori wabah KLB (Kejadian Luar Biasa), yang jumlahnya mencapai angka lebih dari 900 orang, dengan korban mencapai 27 orang meninggal dunia.

“Wilayah endemik, akan dipantau terus. Supaya bisa memutus mata rantai perkembang biakkan nyamuk Aedes Aegypti dengan upaya pemberantasan sarang nyamuk melalui upaya fogging focus, 3M Plus, serta peran aktif seluruh unsur Pemerintah Kota Jambi lainnya, seperti camat dan lurah untuk menggerakkan RT dalam pemberantasan sarang nyamuk,” papar Polisman Sitanggang kepada berita21.com, Rabu lalu (28/12/2011) disela-sela acara serasehan penanggulangan demam berdarah yang digelar oleh Pemerintah Kota Jambi beserta Dinas Kesehatan Kota Jambi di ruang Aula Rumah Dinas Walikota, Sungai Putri, Telanaipura, Kota Jambi.

Ditambahkan Polisman yang juga berprofesi sebagai dokter gigi ini, menurutnya hasil kesimpulan serasehan kali ini, pihaknya segera melakukan pencegahan wabah DBD secepatnya. Adapun kesimpulan dari serasehan tersebut, diantaranya pencegahan DBD dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, pemerintah dan swasta untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk Aedes Aegypti dengan tindakan 3M (Menguras, Menutup, Mengubur) ditambah adatesisasi, serta memutuskan mata rantai perkembang biakkan nyamuk Aedes Aegypti.

Pelayanan pengobatan dan penanganan penderita demam berdarah di RSUD Abdul Manap dan rumah sakit swasta lainnya di Kota Jambi, pembiayaan pengobatan bagi penderita serta pembuatan regulasi peraturan daerah (perda) bersama-sama dengan pihak legislatif tentang pengendalian wabah demam berdarah guna antisipasi agar tidak terulang kembali kedepannya.

Untuk menginvestigasi wabah DBD yang semakin meluas ini, maka kebijakan Pemerintah Kota Jambi dalam mengatasi ini di tahun 2012, diantaranya melakukan tindakan penanggulangan DBD dengan pemberantasan sarang nyamuk oleh segenap masyarakat melalui upaya fogging focus, 3M (Menguras, Menutup, Mengubur) serta peran aktif unsur aparatur Pemerintah Kota Jambi lainnya, seperti camat dan lurah untuk menggerakkan RT (rukun tetangga) dalam rangka PSN.

Disamping itu, terkait kasus gigitan nyamuk Aedes Aegypti Betina, yang merupakan sumber penularan penyakit demam berdarah ini, dikatakan Polisman, terus menerus dikampanyekan secara serentak ke tengah masyarakat luas, dengan cara upaya pemberantasan sarang nyamuk di seluruh sekolah-sekolah pada semua jenjang tingkatan, baik sekolah dasar (SD), sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) dan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) maupun institusi pendidikan perguruan tinggi.

Sekaligus guna mencari jalan keluar, bagaimana upaya memutus rantai perkembang biakkan nyamuk Aedes Aegypti sehingga dapat teratasi dengan cepat. Dimana hal ini, akan terus dipantau oleh Sekretaris Daerah Setda Kota Jambi saat ini, Budidaya, dan sebagai leading sectornya adalah Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Jambi, Polisman Sitanggang.

Disamping itu juga, Walikota Jambi Bambang Priyanto telah mengeluarkan Instruksi Walikota Jambi Nomor.44/DINKES/2011 tentang Gerakan Terpadu dan Peduli Pemberantasan Sarang Nyamuk (Garduli PSN), dengan melibatkan seluruh Kader Jumanah Jentik (Juru Pemantau dan Pemusnah Jentik) sebanyak 362 orang kader, yang dialokasikan melalui APBD Kota Jambi sebesar Rp.300 juta dan bantuan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jambi senilai Rp.410 juta untuk mengatasi DBD ini, serta pengobatan bagi penderita DBD. Yang kesemuanya dirujuk dan dirawat di RSUD Abdul Manap yang dikirim secara berjenjang di semua rumah sakit yang ada di wilayah ‘Tanah Pilih Pesako Betuah’ ini, termasuk juga seluruh rumah sakit swasta lainnya.

Terkait wabah DBD kali ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jambi menyatakan siap. Unit Tranfusi Darah (UTD) milik PMI mampu melayani 12 rumah sakit yang ada di Kota Jambi. Begitu pula hanya Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jambi, Roro Endah Nirwani Bambang Priyanto menegaskan perlunya menghidupkan budaya gotong royong ke tengah warga.

“PKK siap membantu pemerintah untuk pemberantasan sarang nyamuk, melalui slogan-slogan DBD, melalui kegiatan dasawisma, dan kegiatan ibu-ibu PKK melalui Pokja IV,” sebutnya.

Peran RSUD Abdul Manap dalam penanggulangan DBD di Kota Jambi, dalam hal ini patut diapresiasi. Fenomena wabah demam berdarah yang saat ini menjadi wabah KLB di Kota Jambi telah membuat kepanikan di tengah masyarakat. Sebelumnya, dikatakan oleh Direktur RSUD Abdul Manap, Ida Yulianti pada acara kegiatan serasehan penanggulangan DBD di Kota Jambi, 28 Desember lalu, menurutnya kepedulian dan kesadaran masyarakat untuk berobat sudah sangat tinggi. “Mereka minta diperiksa trombositnya. Yang datang di hari pertama demam. Sementara pasien pemegang kartu jamkesmas dan jamkesmasda, tetap dirawat,” ungkapnya.

Afrizal/B21