Kebijakan Gubernur Jambi Soal Penanganan Penyakit DBD


Asisten II Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan, Haviz Husaini yang hadir mewakili Gubernur Jambi Hasan Basri Agus pada acara serasehan tersebut, menjelaskannya bahwa penanganan penyakit demam berdarah yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Jambi, termasuk di Kota Jambi telah dilakukan upaya dan langkah yang serius supaya tidak meluas ke wilayah lain.

Dikatakan Haviz, sebelum tingkatan KLB, ada Surat Edaran Gubernur Jambi untuk mengambil langkah-langkah preventif dan menggerakkan aktivitas gotong royong yang dipantau oleh pejabat kecamatan setempat. langkah dan upaya yang lebih nyata, diantaranya adalah melakukan kegiatan ‘Jum’at Bersih’.

Disinggung soal bantuan dana hibah yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jambi kepada Pemerintah Kota Jambi, berupa dana segar sebesar Rp.410 juta, kata Haviz segera diupayakan untuk penanggulangannya, yang kini telah meresahkan seluruh warga di Kota Jambi ini.

Pencanangan Gerakan PSN DBD di Kabupaten Muaro Jambi, pada 30 Desember 2011 lalu menegaskan bahwa gerakan pemberantasan sarang nyamuk harus serius dilakukan secepatnya. Karena vaksin dan obat DBD belum ada hingga saat ini.

Yang dapat dilakukan untuk dilaksanakan secara menyeluruh oleh segenap masyarakat sekarang ini, dengan mencegah dan mengurangi jentiknya, pembersihan lingkungan masyarakat minimal 1 kali seminggu, dan peran kader Jumanah Jentik yang ada untuk lebih pro aktif, demikian harapan gubernur.

Afrizal/B21