Masyarakat Batang Berharap 2012 Sebagai Momen Keterlibatan Publik


Semarang – Berita21.Com: Ketua Yayasan Nusahada Batang Caswiyono Rusydie Cw mengatakan bahwa selama ini Kabupaten Batang tidak berhasil menyejahterakan rakyat karena pembangunan daerah dilaksanakan jauh dari harapan rakyat.

Bupati-Batang-terpilih-Yoyok-Riyo-Sudibyo

Banyak indikator yang tidak menunjukkan ke arah itu antara lain tidak dilibatkannya masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik dan perencanaan pembangunan.

Karena itu masyarakat melalui Civil Society Organization (CSO) berharap agar di tahun 2012 ini yang akan ditandai dengan dilantiknya bupati terpilih, pimpinan daerah dapat memperbaiki Batang secara menyeluruh dan melaksanakan pembangunan yang benar-benar pro rakyat.

“Khususnya kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pengentasan dan perbaikan rakyat miskin,” ungkap Caswiyono ketika dihubungi berita21.com, Senin (9/1/2012).

Menurutnya, implementasi dari kebijakan tersebut adalah dengan cara membuka ruang publik yang seluas-luasnya agar masyarakat dapat berpartisipasi secara optimal dalam pengambilan kebijakan dan perencanaan pembangunan.

Apalagi komitmen seperti itu telah disepakati bahkan menjadi kontrak politik yang melahirkan Piagam Pagilaran oleh 36 pimpinan organisasi masyarakat sipil (CSO) yang terdiri dari OKP, NGO maupun LSM.

Mereka adalah DPD KNPI Kabupaten Batang, Konsorsium DERAP, PC LAKPESDAM NU, Aktivitas Layanan Untuk Rakyat (ALUR), Jendela Rakyat Mandiri (JERAM), Pemberdayaan Perempuan Kepada Keluarga (PEKKA), E-Move (Education Movement), Omah Tani, PC LPPNU, JAKERTANI Qoryah Toyyibah, PC LP Ma’arif NU, PC GP Ansor, PC Fatayat NU, PD Nasyiatul Aisyiyah (NA), PC IPNU, PC IPPNU Batang,

Selain itu juga PD Pemuda Muhammadiyah Batang, PD IPM, Angkatan Muda Rifa’iyah Indonesia (AMRI), FKMD, Badko TPQ, Karang Taruna Indonesia, Paguyuban Perdangkat Desa Indonesia (PPDI), IRMMUSBA, KMBS, PC Pagarnusa, PAB, PGRI, KTNA, HKTI, SPI, RACIKA PALM, BPK Oi, TKSK dan Warga Peduli AIDS (WPA) Kabupaten Batang.

“Piagam Pagilaran ditandatangani ketika kami menggelar workshop bertemakan politik lokal selama 2 hari 24 dan 25 Desember 2011 lalu di kawasan agrowisata Pegilaran, Blado, Batang,” jelasnya.

Pada saat itu hadir Kabag Perencanaan Ditjen Kesbangpol Kemendagri, Bahrum A. Siregar dan Bupati Batang terpilih, Yoyok Riyo Sudibyo yang akan dilantik 13 Februari 2012 mendatang.

Piagam Pagilaran juga merekomendasikan agar bupati yang baru mengkaji ulang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kabupaten Batang, menyusun Rencana Pembangunan Jangkan Menengah (RPJM) yang benar-benar pro-rakyat dan melaksanakan Musrenbang mulai dari tingkat desa hingga kabupaten secara partisipatif.

Kepemimpinan yang baru harus melakukan pengembangan ekonomi kerakyatan, memprioritasnya pengembangan ekonomi pertanian, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, melakukan reformasi birokrasi yang serius, menyelenggarakan pelayanan publik yang berkualitas dan melakukan evaluasi pembangunan secara rutin.

Mim/B21
Iklan

One thought on “Masyarakat Batang Berharap 2012 Sebagai Momen Keterlibatan Publik

Komentar ditutup.