Fasilitas Unit Ambulance di Rumah Sakit Jiwa Jambi Sangat Memprihatinkan


Fasilitas layanan kendaraan ambulance di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Jambi sangat memprihatinkan, terutama sekali bagi pasien tidak mampu dalam memperoleh fungsi pelayanan kebutuhan ambulance gratis.

Dilemanya lagi, dari pengamatan berita21.com, untuk melayani kebutuhan pasien yang paling mendasar tersebut, pihak RSJD Jambi dengan sangat terpaksa mengoperasionalkan 2 unit kendaraan ambulance yang dimilikinya saat ini.

Masing-masing, yaitu kendaraan ambulance jenis Mitshubishi L-300 dengan nomor polisi BH 9498 AZ, dan Isuzu Panther dengan nomor polisi BH 9088 AZ, untuk menjangkau seluruh wilayah hingga ke seluruh pelosok desa dalam Provinsi Jambi, yang mencakup 9 kabupaten dan 2 kota, yakni masing-masing Kabupaten Kerinci, Kabupaten Merangin, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Batang Hari, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, serta 2 kota lainnya, yaitu Kota Jambi dan Kota Sungai Penuh.

Hal tersebut, terungkap dalam dialog pertemuan antara para aktivis dari berbagai lembaga swadaya masyarakat bidang kesehatan di Jambi dengan Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah Jambi, Hernayawati diruang kerjanya, Rabu (11/01/2012) di Jalan DR Purwadi KM 9,5 Kenali Besar, Kota Baru, Kota Jambi.

Dimana luas Provinsi Jambi saat ini, keseluruhan luasnya mencapai 53.435.72 kilometer persegi. Dengan luas daratan 51.000 kilometer persegi, luas lautan 425,5 kilometer persegi dan panjang pantai mencapai 185 kilometer persegi.

Dikatakan Hernayawati, pihaknya mengakui tidak mampu berbuat maksimal dalam memberikan fungsi pelayanan ambulance gratis bagi para pasien tidak mampu sekarang ini, terutama para pasien yang berada jauh di wilayah pelosok desa di dalam wilayah Provinsi Jambi, dengan mengandalkan jasa 2 unit kendaraan ambulance tersebut.

Alasan Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah Jambi, pihaknya saat ini hanya mengandalkan 2 unit kendaraan ambulance, yaitu kendaraan ambulance jenis Mitshubishi L-300 dengan nomor polisi BH 9498 AZ, dan Isuzu Panther dengan nomor polisi BH 9088 AZ sebagai kendaraan operasional untuk melayani pasien yang jangkauannya meliputi seluruh wilayah dalam Provinsi Jambi, hingga ke seluruh wilayah pelosok pedesaan dan desa terpencil.

Dtambahkannya, fungsi pelayanan ambulance yang dimiliki pihak RSJD Jambi, sangat jauh berbeda dengan fungsi pelayanan ambulance gratis yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi, yang juga notabene rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jambi ini.

Dijelaskan Hernayawati, hampir 90 persen para pasien yang berobat ke RSJD Jambi, mereka adalah para peserta pemegang Kartu Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) atau Jamkesmasda (Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah), paparnya.

“Fungsi ambulance di RSJD Jambi, tentu sangat berbeda dengan fungsi ambulance yang ada di RSUD Raden Mattaher Jambi. Kalo di Rumah Sakit Jiwa Jambi ini, disamping melayani para pasien pengidap penyakit jiwa, juga melayani pasien umum lainnya.

Dan, justru hampir 90 persennya, pasien yang berobat ke Rumah Sakit Jiwa Jambi ini, mereka adalah para peserta (pemegang kartu) jamkesmas atau jamkesmasda. Belum lagi pasien yang dipasung, tentunya kita antar dan kita jemput dari rumahnya, untuk dibawa dan dirawat disini. Yang jangkauannya tidak hanya sampai ke ibukota kabupaten atau ibukota kecamatan saja, tapi juga sampai ke dusun-dusun dan hingga jauh sampai ke pelosok,” urainya menambahkan.

Disinggung tentang upaya bantuan yang diperoleh dari pihak ketiga, maupun perhatian dari pihak Pemerintah Daerah Provinsi Jambi. Diungkapkan Hernayawati, perhatian Pemerintah Provinsi Jambi sudah sangat maksimal bagi kemajuan Rumah Sakit Jiwa Daerah Jambi ini. Malahan upaya dari bantuan pihak ketiga, diakuinya sudah diupayakan namun sampai saat sekarang ini belum terealisasi, seperti PT Askes, PT Bank Jambi, dan Kantor Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Seraya berharap diungkapkan Hernayawati, tahun 2012 ada realisasi untuk kebutuhan penambahan kendaraan ambulance bagi pasien tidak mampu sehingga fungsi pelayanan yang paling mendasar bagi kebutuhan para pasien dapat lebih ditingkatkan ke depannya.

“Pihak Pemerintah Provinsi Jambi sudah sangat maksimal dalam memperhatikan kondisi dan kemajuan rumah sakit (RSJD Jambi) ini. Akan tetapi, upaya bantuan dari pihak ketiga pun, sudah kita lakukan dengan memberikan proposal bantuan hibah kendaraan ambulance yang kita perlukan saat ini, seperti PT Askes, Bank Jambi, dan Kemenkes. dan juga berharap dari pihak-pihak lainnya yang peduli.

Namun kita upayakan juga dan tetap berharap, mudah-mudahan pada tahun (2012) ini, ada bantuan dan perhatian dari Kantor Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tentang kebutuhan penambahan kendaraan ambulance di RSJD Jambi agar lebih maksimal dalam pelayanan disini,” demikian tuturnya.

Untuk diketahui, di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor.44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, dijelaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak setiap orang yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Yang harus diwujudkan, dengan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Dan disamping itu, bahwa Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan karateristik tersendiri yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan, kemajuan teknologi, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang harus tetap mampu meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu dan terjangkau oleh masyarakat agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Sejalan dengan amanat Pasal 28, huruf H ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, telah ditegaskan bahwa setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Kemudian dalam Pasal 34 ayat (3), dinyatakan negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

Afrizal/B21
Iklan